Berdoa di Hati Tuhan

Hari ini kita membahas ajaran Yesus yang paling sering disalah mengerti. Ajaran Yesus tentang doa dalam Injil Luk. 11:1-13, terdiri dari dua bagian: ayat 1-4 tentang doa Bapa Kami yang singkat. Ayat 5-13 adalah ajaran tentang doa, khususnya yang terkenal: cari, minta, ketuk, maka akan mendapat. Ajaran ini diperkuat dengan Kisah Abraham yang berhasil menawar kemurahan Allah, mengampuni sebuah kota besar demi 10 orang benar yang ada di kota Sodom.

Jadi, dalam doa, kita diajar untuk percaya pada kasih dan kemurahan Allah. Kita diajak untuk berdoa mohon apa saja. Saya yakin, kita pasti sudah melakukannya. Kita sudah pernah minta apa saja. Jika kita renungkan saat ini, berapa banyak yang kita mohon yang sungguh dikabulkan Allah? Lalu kita mendapat macam-macam penjelasan: doanya salah. Rumusnya kurang manjur dll.dsb. Mungkin penjelasan itu benar. Kita harus hati-hati dalam berdoa.

Ya Tuhan, jadikan aku orang yang cuma dengan kipas-kipas saja uang mendatangiku! Cling: ia jadi penjual sate! Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk goyang kaki bisa dapat rejeki! Cling: ia jadi penjahit! Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk diam uang mendatangiku! Cling: ia jadi penjaga WC umum di terminal! Tuhan, jadikan aku orang yang memerintah orang kaya! Jadikan aku yang mengatur mereka dengan leluasa dan kuasa! Cling: ia jadi tukang parkir!  Tuhan, jadikan hambaMu ini seorang yang punya banyak pengikut. Kemana hambaMu ini melangkah, pengikutku selalu menaatiku… Cling: ia pemelihara bebek.  Tentu ini hanya joke. Tetapi jika kita perhatikan pokok permintaan mereka: adalah tentang kekayaan, kekuasaan dan kemudahan hidup. Kita kadang dengan bahasa yang lebih halus, juga minta yang sama, bukan?

Kita sering memahami pesan dan janji Yesus sesuai dengan keadaan dan keinginan kita. Karena Tuhan menjanjikan pengabulan yang pasti akan doa kita; maka kita boleh dan bisa minta apa saja; dan kemudian melihat kenyataan bahwa doa kita tidak mendapat tanggapan dari Allah. Ada penjelasan yang indah tentang hal ini: Jika kita mohon dan dikabulkan, kita mendapat apa yang kita minta. Jika kita mohon dan Tuhan berkata ‘tidak’; maka kita akan mendapat yang LEBIH BAIK dari pada yang kita minta. Jika kita mohon dan Tuhan berkata ‘tunggu’; maka kita akan mendapat YANG TERBAIK menurut waktu dan cara Tuhan. Ini penjelasan yang indah dan menghibur.

Tetapi saya menyebut doa permohonan seperti ini adalah doa-doa yang berpusat pada ‘tangan’ Tuhan. Kita berdoa sambil menatap tangan Tuhan; menatap dan berharap Tuhan akan segera bekerja. Pusat perhatian kita adalah diri kita sendiri; keinginan, kebutuhan, kecemasan dst.; apa saja yang ada dalam hati kita. Dapatkah kita berdoa secara lain? Tentu! Berdoa di hati Tuhan; bukan berdoa pada tanganNya, tetapi berdoa dalam hatiNya.

Itulah inti doa Bapa Kami. Berpusat pada kehendak Tuhan: dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMu. Bukankah itu kerinduan hati Tuhan? Namanya dimuliakan dimana-mana; sehingga Tuhan dapat hadir dalam setiap sisi hidup manusia. Karena Allah hadir dalam hidup manusia, maka manusia kecukupan rejeki, kelimpahan pengampunan dan dibebaskan dari kejahatan.

Suatu pagi mobil-mobil angkot saling menyalip berebut penumpang. Ada yg aneh terlihat, di depan angkot yang kami tumpangi ada seorang Ibu dengan 3 anak kecil berdiri di tepi jalan. Setiap Angkot berhenti di hadapannya, dari jauh kami lihat si Ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu pergi meninggalkan Ibu tersebut. Kejadian ini terulang berkali-kali.

Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti di depannya, si Ibu bertanya: “Dik, lewat Terminal Bus ya ?” Supir: “Ya Bu!” Tapi si Ibu tidak naik, katanya: “tapi Saya dan 3 anak saya tidak punya ongkos” Sambil tersenyum, Supir menjawab: “Tidak apa-apa Bu, naik saja!” Si Ibu tampak ragu2, supir lalu mengulangi lagi: “Ayo bu, naik saja, tidak apa-apa.” Saya terpesona dengan kebaikan supir angkot yg masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lainnya saling berlomba cari penumpang dan uang, tapi Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si Ibu & anak-anaknya, GRATIS lagi.

Sampai di terminal bis, 4 orang penumpang gratisan ini turun dan Ibu itu lalu mengucapkan terima kasih kepada sang supir. Di belakang Ibu itu, ada seorang penumpang pria lain turun juga, lalu membayar dengan uang Rp. 20 ribu. Ketika Supir mau beri kembaliannya (Ongkos hanya Rp.4 ribu), pria tersebut bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya serta 4 orang penumpang gratisan tadi seraya berkata: Teruslah jadi orang baik ya, Dik !!!” Kebaikan kecil, namun sungguh sangat berkesan. Seorang Ibu miskin yang JUJUR. Seorang Supir yg BAIK HATI dan Seorang Penumpang yang DERMAWAN! Mereka saling mendukung dalam kebaikan.

Seperti itulah buah doa orang yang berdoa di hati Tuhan. Nama Allah dimuliakan; KerajaanNya dihadirkan; kebutuhan tiap orang terpenuhi dan kasih menjadi nyata dalam berbagi. Apakah Kita juga salah satu dari MEREKA? Teruslah berbuat baik, sekecil apapun ketulusan yg kita perbuat tentunya sangat berarti untuk orang lain. Dengan berdoa Bapa Kami, kita berdoa di hati Tuhan; semoga karenanya kita saling mendukung untuk melakukan kebaikan di hari ini dan seterusnya. Amin.

MINGGU BIASA 17, C; 28 Juli 2013

Kej. 18: 20-32; Kol. 2: 12-14; Luk. 11:1-13

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.