Berbuat Sesuatu Yang Baik dan Benar

Paus-Franciskus-Cium-Kaki-640x330

“Berbuat Baik dan Benar”
Jika anda sebagai umat beriman Katolik melihat salib dan patung Bunda Maria dipecahkan dan dibakar orang beriman lain, apa perasaan anda? Sakitkah? Tentu sakit hati dan tid”Berbuat Baik dan Benar”
Jika anda sebagai umat beriman Katolik melihat salib dan patung Bunda Maria dipecahkan dan dibakar orang beriman lain, apa perasaan anda? Sakitkah? Tentu sakit hati dan tidak rela melihat benda rohani diberlakukan seperti itu. Apa yang bisa kita buat dalam situasi seperti itu? Saya mengambil benda rohani itu dan membersihkan agar layak. Kita mencari data dan berdialog agar menjunjung tinggi Toleransi.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk berbuat sesuatu secara bijaksana. Keputusan yang diambil tentu dalam terang Roh Kudus. Artinya, kita bawa dalam keheningan doa keputusan yang akan kita ambil. Saya sadar bahwa dalam keadaan gelisah, emosi, apalagi marah, kita sulit untuk memutuskan suatu hal secara jernih dan bijaksana. Namun kita tetap harus memutuskan. Oleh karena itu sebelum mengambil keputusan dan berbuat sesuatu, kita memohon terang Roh Kudus agar dapat memutuskan dan berbuat secara bijaksana.
Pengalaman Abraham dalam bacaan Ekaristi hari ini menunjukkan kebijaksanaan dalam memutuskan. Dalam situasi konflik, Abraham melerai dan memberi kebijaksanaan yang arif kepada banyak orang sehingga semua diuntungkan. Abraham sungguh melibatkan Allah dalam memutuskan.
Yesus pun mengajak kita untuk berbuat sesuatu apa yang dikehendaki orang kepada kita, maka kita perbuat. Iman kita mengajak kita untuk berbuat sesuatu. Iman kita tidak pasif dan tidak mati. Iman harus diwujud nyatakan dalam keputusan dan perbuatan yang baik dan benar.
Mari dalam doa devosi dan Ekaristi kita memohon terang Roh Kudus agar iman kita selalu berbuat sesuatu yang baik dan bijaksana serta dapat memutuskan secara bijaksana.
Jangan lupakan Yesus dan tetap bersahaja dalam doa.
feel free untuk berbuat sesuatu atas dasar iman yang benar.
ak rela melihat benda rohani diberlakukan seperti itu. Apa yang bisa kita buat dalam situasi seperti itu? Saya mengambil benda rohani itu dan membersihkan agar layak. Kita mencari data dan berdialog agar menjunjung tinggi Toleransi.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk berbuat sesuatu secara bijaksana. Keputusan yang diambil tentu dalam terang Roh Kudus. Artinya, kita bawa dalam keheningan doa keputusan yang akan kita ambil. Saya sadar bahwa dalam keadaan gelisah, emosi, apalagi marah, kita sulit untuk memutuskan suatu hal secara jernih dan bijaksana. Namun kita tetap harus memutuskan. Oleh karena itu sebelum mengambil keputusan dan berbuat sesuatu, kita memohon terang Roh Kudus agar dapat memutuskan dan berbuat secara bijaksana.
Pengalaman Abraham dalam bacaan Ekaristi hari ini menunjukkan kebijaksanaan dalam memutuskan. Dalam situasi konflik, Abraham melerai dan memberi kebijaksanaan yang arif kepada banyak orang sehingga semua diuntungkan. Abraham sungguh melibatkan Allah dalam memutuskan.
Yesus pun mengajak kita untuk berbuat sesuatu apa yang dikehendaki orang kepada kita, maka kita perbuat. Iman kita mengajak kita untuk berbuat sesuatu. Iman kita tidak pasif dan tidak mati. Iman harus diwujud nyatakan dalam keputusan dan perbuatan yang baik dan benar.
Mari dalam doa devosi dan Ekaristi kita memohon terang Roh Kudus agar iman kita selalu berbuat sesuatu yang baik dan bijaksana serta dapat memutuskan secara bijaksana.
Jangan lupakan Yesus dan tetap bersahaja dalam doa.
feel free untuk berbuat sesuatu atas dasar iman yang benar.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.