Berbalik Segera (1)

Ayat bacaan: Yoel 2:23
=============
“Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”

Ada sebuah film lawas yang pernah saya tonton tapi lupa judulnya. Film ini mengisahkan tentang beberapa sahabat yang hendak pergi menonton pertandingan olah raga. Ditengah jalan mereka terjebak macet. Karena tidak ingin terlambat, mereka memutuskan untuk mengambil jalan alternatif yang lebih kecil yang sebenarnya tidak mereka kenal. Ternyata itu adalah pilihan yang sangat keliru, karena disana ada banyak kumpulan penjahat yang membuat malam yang seharusnya menyenangkan di stadiun itu berubah menjadi malam penuh teror buat mereka.

Sebenarnya sederhana saja. Kalau salah jalan, ya tinggal berbalik saja kemudian memilih jalan yang benar. Tetapi coba bayangkan jika anda salah jalan di kota besar seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya dengan alur yang rumit. Bisa jadi anda harus menghabiskan waktu lebih dari setengah jam untuk memutar balik hanya karena anda salah jalan sedikit saja, atau dalam contoh kasus ekstrim bisa jadi sedikit salah jalan bisa mendatangkan malapetaka seperti film di awal renungan ini. Dalam kehidupan kita tidak bisa dipungkiri bahwa ada kalanya kita mengambil langkah-langkah yang salah. Ada begitu banyak percabangan dalam perjalanan kehidupan kita, dan jika kita salah mengambil jalan maka kita pun bisa tersesat, sehingga gagal mencapai tujuan kita. Semakin lama kita salah jalan, maka semakin repot pula kita untuk kembali ke jalur yang benar. Itulah sebabnya kita harus segera berbalik begitu menyadari bahwa kita mengambil arah yang salah secepat mungkin, sebelum semuanya menjadi semakin berat.Mumpung kita memasuki awal tahun yang baru, alangkah baiknya jika hal ini kita perhatikan segera.

Bicara soal salah jalan dalam mengambil langkah dan pilihan dalam hidup, kitab Yoel berbicara mengenai bagaimana mengerikannya hukuman Tuhan yang dijatuhkan kepada bangsa Yehuda yang secara keseluruhan sudah menyimpang dari ajaranNya. Jika anda baca sejak awal, maka anda sudah bisa melihat adanya serbuan belalang yang merusak pertanian serta perekonomian mereka dengan sangat mengerikan membawa kehancuran bagi bangsa itu sebagai akibat dari penyimpangan mereka. (Yoel 1:4-12). Maka Yoel pun menyerukan pertobatan menyeluruh dan sungguh-sungguh secara nasional pula. Lalu bagaimana janji yang diberikan Tuhan kepada bangsa yang mau benar-benar bertobat, berbalik dari jalan-jalannya yang salah? Janji yang diberikan Tuhan lewat Yoel ini sangatlah indah seperti yang disebutkan dengan rinci pada pasal 2.

Lihatlah betapa baiknya Tuhan. Meski sudah menyimpang sejauh apapun, Tuhan berkenan memberikan kesempatan kedua dan tetap menyambut anak-anakNya yang berbalik kembali kepadaNya dengan segera dan dengan penuh sukacita, seperti apa yang dicontohkan Yesus dalam perumpamaan anak yang hilang. Dalam kitab Yoel pun gambaran Allah yang sama bisa kita lihat pula. Mari kita lihat janji Tuhan kepada umatNya yang bertobat. “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.” (Yoel 2:23-24).

Ini seruan Allah yang menjanjikan hujan awal, masa menanam atau investasi, hingga hujan akhir, masa menuai yang sama berkelimpahan. Pemulihan setelah kehancuran akibat penyimpangan-penyimpangan yang telah kita perbuat pun Dia janjikan pula. “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.” (ay 25). Dari sana, “maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.” (ay 26-27).

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.