Berapa Banyak?

Ayat bacaan: Kejadian 18:32
==================
“…Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”

berapa banyak

Seringkali kita menjadi apatis ketika melihat sesuatu yang rasanya mustahil kita perbaiki dengan melihat kemampuan yang ada. Kita ingin memberantas korupsi di negara ini, tapi kita kemudian berpikir, berapa banyak sih yang peduli? Untuk membersihkan tempat kita bekerja saja sudah tidak mungkin, apalagi bermimpi untuk membersihkan satu negara. Karenanya kita lebih cenderung untuk membiarkan saja, dan itu sudah baik karena ada banyak orang yang kemudian ikut-ikutan karena toh situasinya sudah seperti itu. Pertanyaan pun hadir: Berapa banyak orang benar yang dibutuhkan untuk bisa merubah nasib sebuah kota atau bahkan sebuah bangsa? Seribu? Seratus ribu? Sejuta? Sepuluh juta atau lebih? Berapa angka yang akan membuat anda yakin mampu membawa sebuah perubahan ke arah yang lebih baik, atau mendatangkan berkat Tuhan turun atas bangsa, setidaknya menghindarkan murka Tuhan turun atas sebuah bangsa atau negara?

Jika anda berpikir bahwa diperlukan pasukan besar untuk melakukan itu, Tuhan ternyata tidak mengatakan demikian. Tuhan tidak pernah berkata bahwa dibutuhkan ribuan atau jutaan orang agar mampu membawa perubahan. Sedikit orang percaya yang menjaga kekudusan dan ketaatan bersinergi bersama-sama ternyata sudah mampu membuat berkat turun atas bangsa. Adakah bukti yang menguatkan hal ini? Tentu saja. Kita bisa mengetahui itu lewat catatan Alkitab tentang tawar menawar antara Abraham dengan Tuhan mengenai keselamatan Sodom dalam Kejadian 18:16-33.

Bagian dalam Kejadian 18:16-33 selalu menarik buat saya untuk diperhatikan. Sebuah tawar menawar terjadi ketika Abraham berupaya mencegah Tuhan memusnahkan seisi kota Sodom yang populasinya cukup besar, Abraham memulai dengan jumlah 50 orang. “Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” (Kejadian 18:24-25). Tuhan kemudian menjawab: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.” (ay 26). Melihat bahwa Tuhan tetap pada pandanganNya, itu artinya tidak ada 50 orang benar disana. Dalam ayat-ayat berikutnya kita bisa melihat usaha Abraham untuk terus menawar dengan jumlah yang makin menyusut terus hingga akhirnya sampai kepada jumlah yang sangat kecil, 10 orang. “Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.” (Kejadian 18:32). Tuhan tidak akan memusnahkan Sodom apabila ada 10 orang saja yang taat. Tidak perlu ribuan orang, sepuluh orang pun sudah bisa membawa perubahan bagi bangsa. Itu faktanya. Tetapi kenyataannya, jumlah sekecil itu dari populasi Sodom yang besar pun tidak ada. Maka kita tahu apa yang selanjutnya terjadi pada kota itu. Dari kisah ini kita bisa melihat bahwa 10 orang benar yang bersatu ternyata sudah mampu membawa dampak yang  besar. Jika dulu begitu, sekarang pun sama. Dimana pun kita tinggal saat ini, meski situasinya sama sekali jauh dari kondusif, atau di bidang manapun kita berada, walau bidang itu terlihat sama sekali buruk sekalipun, kita bisa bersatu dengan saudara-saudari seiman untuk tetap bertumbuh sekaligus membuat perubahan nyata bagi lingkungan dimana kita berada.

Semangat kerjasama, saling mendorong dan saling mendukung berulang kali diingatkan dalam alkitab. “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (1 Tesalonika 5:11). Kemudian baca pula ayat berikut: “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (Pengkotbah 4:9-10). Tidak saja penting bagi kita sebagai mahluk sosial yang harus saling terhubung untuk bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik, bahkan dengan tegas dikatakan bahwa dengan saling tolong menolong, itu artinya kita sudah memenuhi hukum Kristus. (Galatia 6:2). Selanjutnya kita juga mengetahui bahwa kepada kita masing-masing telah diberikan karunia dan panggilan tersendiri. “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.” (1 Korintus 12:4-5). Bacalah 1 Korintus 12 dan anda akan mendapatkan gambaran selengkapnya. Dengan karunia dan panggilan khusus yang berbeda-beda ini kita tidak akan dapat melakukan secara optimal jika berjalan sendirian. Itulah sebabnya kita harus bekerjasama untuk mencapai hasil terbaik, termasuk pula dalam hal membawa bangsa atau negara ke arah yang lebih baik.

10 orang tidaklah banyak. Jumlah itu bahkan tidak cukup untuk membentuk sebuah kesebelasan sepak bola. Tapi dimata Tuhan jumlah itu sudah mampu membawa perubahan dan cukup pula untuk memulai sebuah gerakan yang bisa membuka pandangan orang akan kebenaran firman Tuhan. Anda tidak perlu apatis, patah semangat atau putus asa. Jalankan tepat seperti apa yang dikehendaki Tuhan, dan disana Roh Kudus akan melakukan sesuatu lewat apa yang anda perbuat. Biar sedikit, atau walaupun anda sendirian, percayalah orang bisa melihat sesuatu yang berbeda pada diri anda. Jangan lupa pula untuk terus mendoakan bangsa dan negara lewat doa-doa syafaat, seperti yang juga diingatkan oleh Paulus. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” (1 Timotius 2:1-2). Buat apa? Karena “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (ay 3-4). Sejalan dengan renungan kemarin, temukanlah umat-umat Tuhan lainnya di mana anda tinggal, dan mulailah membangun sebuah hubungan yang erat dimana anda bisa bertumbuh bersama-sama. Jumlahnya sedikit? Itu tidak masalah. Yang jelas Tuhan sudah menempatkan umatNya yang lain disekitar anda sehingga anda tidak perlu merasa sendirian baik dalam menjaga kesehatan iman anda maupun untuk mulai melakukan perkara-perkara baik yang bisa membuka mata orang lain akan kebenaran Firman Tuhan. Tetaplah hidup seturut kehendak Allah, dan percayalah bahwa ketaatan anda akan berbuah lebat meski jumlah anda sedikit dibandingkan dunia disekitar anda.

Even the small number can make a big change when the Holy Spirit works within

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: