Berani Berkorban dalam Menjalani Hidup

< ![endif]-->

KITA hidup di dunia ini penuh dengan tantangan, tetapi banyak orang yang berusaha menghindari tantangan tersebut. Mereka lebih suka hidup dengan cara yang biasa saja dan tidak berani menghadapi tantangan. Akibatnya, mereka mengalami kejenuhan dan mudah putus asa.

Ini ada contoh kisah yang bagus. Seorang bapak sedang menemani istrinya membuat kue di dapur. Istrinya mencampur beberapa bahan pembuat kue. Ia mengocok adonan tersebut dengan penuh kesabaran agar hasilnya memuaskan. Bapak itu melihat istrinya kelelahan dan tangannya pegal-pegal. Namun istri nya terus mengerjakannya tanpa bosan-bosannya. Kemudian ia membakarnya dan hasilnya amat bagus. Kemudian kue tadi disajikan di atas meja. Bentuknya indah dan rasanya nikmat sekali.

Waktu makan kue tadi, bapak itu berpikir bahwa hidup ini juga mengalami proses yang panjang seperti membuat kue tersebut. Dibutuhkan kesabaran, kerja keras dan ketekunan. Hasilnyapun akan sangat memuaskan.

Para sahabatku!

Hidup ini penuh misteri dan kita perlu berkorban untuk menjalaninya. Kita harus mau kerja keras dan penuh kesabaran serta sikap pantang menyerah dalam proses kehidupan ini. Hasilnya adalah kekegembiraan dan suka cita. Hidup ini indah dan amat nikmat dijalani. 

Kisah di atas mau mengatakan bahwa untuk membuat kue dibutuhkan kerja keras dan kesabaran. Bila tidak ada yang mengerjakannya maka bahan pembuat kue akan tetap sebagai bahan. Tepung akan tetap tepung yang ada di bungkusnya. Telur masih berupa telur mentah. Gula tidak akan bersatu dengan kue dan tidak membuatnya manis. Demikian juga dengan hidup ini. Hidup ini akan berarti bila dijalani dengan kesabaran dan ketekunan serta maju terus walaupun mengalami kegagalan. Orang yang hidupnya baik mengalami proses yang panjang. Banyak tantangan yang dihadapinya. Ia harus mau berkorban untuk menghindari godaan dan kenikmatan duniawi. 

Namun apa yang terjadi di dunia sekitar kita? Banyak orang yang tidak mau menjalani proses tersebut. Orang ingin cepat kaya tanpa kerja keras. Ingin bahagia tanpa pengorbanan. Kita tahu bahwa dalam hidup ini tidak ada yang instan. Semua membutuhkan proses. Proses tersebut harus dilalui. Tidak ada yang potong kompas.

Langkah demi langkah harus dialami. Bila orang hanya ingin dengan cepat memperoleh hasilnya justru mengakibatkan kegalauan dalam hidup ini. Ia menjadi bingung dan putus asa. Kita menjalani kehidupan ini harus melalui proses yang benar maka hasilnyapun akan membahagiakan.

Demikian pula dalam hidup beriman terhadap Tuhan. Kita harus menjalaninya tahap demi tahap. Proses tersebut adalah bagian kehidupan itu sendiri. Melalui proses yang panjang dan berliku-liku serta penuh perjuangan maka hidup ini akan memiliki makna yang mendalam.

Tuhan memberkati Anda. (pcp)

Photo credit: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.