Bengkel Tua Milik Biara SVD Kebanggaan Atambua

Para siswa bengkel/ Foto : Pongky Seran

MESKI sudah berusia 51 tahun, Bengkel kayu misi milik biara SVD Nenuk Timor, Nusa Tenggara Timur masih berproduksi dan tetap diminati sebagai salah satu bengkel kebanggaan di Kota Atambua.

Pemilihan bahan yang baik dan hasil yang berkualitas membuat masyarakat tetap berminat untuk membeli produk-produk dari bengkel kayu asuhan Bruder Donatus Tewes,SVD.

Bruder Donatus Thewes SVD / Foto : Pater Konstantinus Talung SVD
Bruder Donatus Thewes SVD / Foto : Pater Konstantinus Talung SVD

Menurut bruder berkebangsaan Jerman ini, sejak awal berdiri, bengkel ini lebih mementingkan mutu daripada jumlah yang dihasilkan setiap tahunnya. Karyawan yang bekerja pun merupakan tenaga-tenaga profesional yang bisa menghasilkan karya-karya siap pakai.

Setiap hari bengkel ini menghasilkan barang siap pakai seperti kusen pintu, daun jendela, daun pintu, kursi, lemari dan lainnya untuk kebutuhan masyarakat Atambua dan sekitarnya. Tidak hanya itu, bengkel ini juga memproduksi mimbar dan cathedra untuk kebutuhan gereja. Pemesan terbanyak datang dari kalangan masyarakat. Lembaga-lembaga sekolah pun menjadi pelanggan tetap bengkel ini meski dalam jumlah yang sedikit.

Saat ini, bengkel tua ini mempekerjakan 69 karyawan, terdiri dari 38 karyawan bengkel kayu, 1 karyawan bengkel sepatu, 3 karyawan bengkel jahit dan 24 karyawan bengkel besi. “Minimnya tenaga kerja menjadi kendala yang sering dihadapi bengkel ini, namun tidak membuat bengkel berhenti berkarya. Terdapat pelatihan bagi karyawan agar lebih terampil,”ujar bruder yang sudah menginjak usia 65 tahun.

Selain karya berbahan dasar kayu, bengkel ini juga menghasilkan produk berbahan besi agar bisa menutup biaya operasional dan upah karyawan per bulan.

Para siswa bengkel Nenuk/ Foto : Pongky Seran
Para siswa bengkel Nenuk/ Foto : Pongky Seran

Menurut penuturan bruder kelahiran 1949 itu, tujuan awal didirikan bengkel ini untuk mendidik para pemuda menjadi calon bruder. Namun, karena kurangnya minat akan pendidikan religius, bangunan ini beralih fungsi menjadi bengkel, yang melatih tenaga-tenaga nonformal menjadi tenaga profesional.

Harapan bruder semoga bengkel ini tetap berproduksi dan tetap memenuhi kebutuhan masyartakat. Agar harapan ini terwujud bengkel ini sedang mempelajari desain-desain terbaru yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.