Bencana Lingkungan dan Kesehatan di Balik Perkebunan Kelapa Sawit (2)

cardiovascular-health

SEKARANG marilah kita bahas apakah dampak kesehatan dari kebiasaan mengonsumsi materi/makanan berbahan minyak kelapa sawit.

Poin ini ternyata tidak kurang mengerikan.
T

ahukah Anda dan teman-teman bahwa penggunaan minyak sawit (palm oil) yang ada dalam bahan-bahan dasar makanan berlemak menjadi penyumbang utama penyakit jantung (cardiovascular) dan pemicu penyakit-penyakit berhubungan dengan kolesterol tinggi?

Risiko kesehatan

  1. Kalau sempat membuka website palmoilaction.org.au, kawan-kawan akan terbuka mata akan bahaya konsumsi minyak sawit. The Australian Government and the Australian National Heart Foundation telah merekomentasikan untuk tidak lagi mengkonsumsi minyak sawit dan bahan-bahan yang terbuat dari minyak sawit, yang menyumbang porsi besar pada terjadinya penyakit jantung (cardiovascular disease) dan meningkatnya kolesterol yang membahayakan kelancaran pembuluh darah, yang selanjutnya berkibat penyakit jantung. Silakan membaca website tentang Say No to Palm Oil, kita akan diceritakan tentang dampak buruk dari penggunaan minyak sawit dan konsumsi makanan berbahan dasar sawit.
  2. Kelapa sawit sendiri bila di makan mentah memang berkhasiat menurunkan tekanan darah (blood pressure) dan risiko arterial thrombosis (pembekuan darah arteri). Tapi, bila itu diproses untuk dijadikan bahan minyak (palm oil) dan diproses untuk disenyawakan dalam bahan-bahan makanan dalam bentuk makanan siap saji, maka minyak sawit berubah fungsi biochemical-nya dengan membawa saturated-fat (sejenis fatty acids — asam lemak) tinggi, yang dalam studi-studi ilmu kedokteran dikatakan membawa toxicity (racun) yang amat mempengaruhi kerja ginjal (kidney) dan paru-paru (lung), yang selanjutnya berakibat pada menurunnya pembuatan kualitas darah merah (hemaglobin), yang menuntun pada tingginya kolesterol dan rentan penyakit jantung cardiovascular.
  3. Manusia berusia muda masih cukup kuat mengkonsumsi saturated fat (atau saturated fatty acids) yang ada dalam minyak sawit dan diproses di makanan-makanan siap saji. Tapi pada usia di atas 40 tahunan, daya tahan tubuh tidak sekuat usia muda. Itu sebabnya para pengguna diet (mereka yang ber-diet atas anjuran dokter) dianjurkan untuk menggunakan saja minyak goreng atau mengkonsumsi makanan dari soybean based oil, olive-based oil, dan vegetable-based oil (canola, dll.). Dokter yang benar-benar paham, akan tahu bahaya tinggi penggunaan minyak sawit dan lebih menganjurkan penggunan minyak soybean dan olive oil yang kadar bahayanya lebih rendah dari minyak sawit. Itu alasan, di rumahku, anakku yang kebetulan mendalami bidang medis tak mengizinkan kami sekeluarga menggunakan minyak sawit karena bahayanya berjangka panjang.

Saran untuk JPIC

Brur Wempi yang baik,

  1. Apakah risiko-risiko kesehatan di atas yang telah menjadi bahan kajian dunia kesehatan dan dunia kedokteran tidak cukup relevan untuk diangkat sebagai bahan advokasi bagi masyarakat akar rumput, yang secara ekonomis tak kuat untuk membeli obat-obatan ketika penyakit sejenis itu menimpa mereka?
  2. Milis kita ini kerap disajikan oleh keprihatinan para imam yang menderita sakit jantung, darah tinggi, kolesterol, diabetik, yang semuanya ada kaitan dengan konsumsi makanan berbahan dasar minyak. Bukankah materi kajian bahaya minyak sawit tidak relevan sebagai bahan peringatan untuk para imam dan kita semua (dalam milis ini) untuk terhindar dari penyakit laknat itu hanya karena ketidaktahuan kita?
  3. Saya berani mengatakan projek kelapa sawit telah menjadi suatu bom waktu mematikan bagi dunia Indonesia dalam hal lingkungan hidup maupun kesehatan manusia sendiri (di samping masalah-masalah lain hak asasi manusia akibat tergusurnya tanah-tanah ulayat).

Selamat berefleksi menjelang peringatan 60 tahun alma mater kita Seminari Pineleng dengan kesadaran bersahabat atas lingkungan dan kesehatan manusia.

Palm oil and human health
Palm oil is used around the world in such foods as margarine, shortening, baked goods, and candies. Biomedical research indicates that palm oil, which is high in saturated fat and low in polyunsaturated fat, promotes heart disease.

Though less harmful than partially hydrogenated vegetable oil, it is far more conducive to heart disease than such heart-protective liquid oils as olive, soy, and canola. The National Heart, Lung, and Blood Institute, World Health Organization, and other health authorities have urged totally reduced consumption of oils like palm oil.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: