Belajar Meningkatkan Kapasitas lewat Ezra

Ayat bacaan: Ezra 7:10
===============
“Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.”

Masih ingatkah anda pada media penyimpan yang disebut dengan floppy disk alias disket? Sekitar 25 tahun yang lalu disket berukuran besar dan tipis berwarna hitam merupakan satu-satunya media penyimpan baik data maupun program agar komputer atau pc bisa difungsikan. Kapasitasnya hanyalah sekian ratus kilobyte saja. Kemudian muncul disket yang berukuran lebih kecil namun mampu menampung hingga 1.4 Mb. Hari ini kita dengan mudah bisa menemukan flashdisk, SD card maupun micro SD dengan ukuran jauh lebih besar hingga mencapai hitungan giga. Bisa dikantongi, tapi ukurannya luar biasa besar. Hard disk pun demikian, sekarang sudah mencapai ukuran terra. Semakin besar kapasitasnya, semakin banyak pula yang bisa kita simpan disana. Jika kita membeli disk berkapasitas besar, rasanya sayang jika hanya diisi sedikit sekali. Semakin banyak yang kita simpan di dalamnya maka disk itu pun akan semakin tinggi nilai kegunaannya bagi kebutuhan kita. Teknologi mengembangkan ukuran kapasitas disk sehingga makin besar dan makin tinggi nilai gunanya.

Saya ingin melanjutkan sedikit lagi mengenai peningkatan kapasitas dalam hubungannya dengan talenta. Jumlah talenta yang diberikan dalam perumpamaan di Matius 25 ayat 14 sampai 30 bukan menunjukkan Tuhan sedang pilih kasih, ada yang diberi sedikit, ada yang banyak, tapi perhatikan bagian kalimat “menurut kesanggupannya”, atau dengan kata lain sesuai kapasitas kita. Artinya, bagaimana mungkin Tuhan mempercayakan talenta besar pada kapasitas kecil? Jika diilustrasikan dengan disket atau disk diatas, bisakah kita mengisi disk tersebut melebihi batas kapasitasnya? Kalau begitu, jika ingin memperoleh kepercayaan lebih, kita harus memiliki kapasitas yang memadai agar mendapat kepercayaan untuk menerima sebuah tanggung jawab dari Tuhan. Bukan hanya kapasitas mengenai kemampuan saja, seperti keahlian, bakat-bakat tertentu, tapi juga kapasitas yang berhubungan dengan karakter kita seperti jujur, sabar, tidak sombong, mampu bekerja sama dan lain-lain. Ada panggilan untuk mengembangkan kapasitas kita lebih lagi, agar Tuhan dapat mempercayakan hal-hal yang lebih besar pula bagi kita.

Hari ini mari kita lihat contoh lain melalui kisah Ezra. Ezra adalah salah satu yang berangkat pulang dari Babel. Ezra bukanlah orang sembarangan melainkan orang terpelajar dan tahu banyak mengenai hukum-hukum Taurat. “Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel.”(Ezra 7:6a).  Tapi lihatlah fakta berikut. Meski Ezra mahir dalam hukum Tuhan, dia ternyata bukan sosok yang cepat berpuas diri. Ia mengerti betul akan pentingnya terus bertumbuh dan meningkatkan kapasitas pengetahuannya. Kita bisa melihat hal tersebut dalam ayat 10 yang bunyinya: “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.” Ayat ini menunjukkan bahwa Ezra terus meningkatkan kapasitasnya, baik dalam hal kemampuan (meneliti Taurat Tuhan) maupun karakter (melakukannya). Ayat 10 ini dimulai dengan kata “Sebab”, menunjukkan sebuah hubungan sebab-akibat. Apa yang ia peroleh dari Tuhan atas sikapnya? Ayat sebelumnya menyebutkan dengan jelas bahwa “tangan murah Allahnya itu melindungi dia.” (ay 9). Kalimat yang sama bisa kita lihat pula dalam ayat 6.

Dari sekilas kisah Ezra ini kita bisa melihat dengan jelas bahwa untuk memperoleh hal-hal yang lebih besar dari Tuhan, kita harus meningkatkan kapasitas kita terlebih dahulu. Jika kita tidak memperhitungkan hal ini, maka kitapun dapat kehilangan banyak kesempatan untuk memperoleh sesuatu yang besar dalam hidup kita.Seorang tokoh sukses dunia pernah berkata: “Are you green and growing or ripe and rotting?” Apa yang ia maksud adalah jika hidup diibaratkan sebagai buah. Apakah kita masih hijau dan terus bertumbuh atau masak dan membusuk? Apa yang ia maksud adalah, selama kita masih hijau itu artinya kita akan terus bertumbuh, namun begitu kita merasa sudah matang/masak, maka kita pun tinggal menunggu waktu untuk membusuk dan tidak lagi berarti. Ini dikatakan oleh seorang tokoh sukses yang ternyata tidak berhenti belajar dan memperbesar kapasitasnya. Sehebat-hebatnya pengetahuan dan/atau kemampuan kita, kita tidak boleh berhenti dalam berproses untuk menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, mari kita sama-sama terus bertumbuh baik dalam kemampuan maupun karakter sesuai firman Tuhan, memperbesar kapasitas kita sehingga kita akan siap ketika Tuhan mempercayakan sesuatu yang besar dalam hidup kita serta mampu melipatgandakannya.

Terus asah dan kembangkan kapasitas supaya siap menerima tanggung jawab yang lebih besar lagi

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.