Belajar Mengendalikan Diri, Hadapi Penolakan Dengan Kasih

Posted on


SAAT emosi terbakar disulut api kebencian, akal sehat hilang, timbullah keinginan untuk menghancurkan orang yang menyebabkannya. Itulah yang dialami Yakobus dan Yohanes tatkala orang Samaria menolak kehadiran guru mereka. Mereka merasa geram dan ingin sekali menghanguskan orang-orang Samaria; namun dengan tegas Yesus menegur sikap mereka.


Misi Yesus datang ke dunia adalah untuk menyelamatkan manusia, bukan untuk membinasakan. Sebagai muridNya, kita harus meneladani sikapNya. Jangan karena dihina dan ditolak, kita merasa harga diri kita jatuh, sehingga tanpa pikir panjang kita melakukan tindakan bodoh yang akan kita sesali di kemudian hari.


Memang tidak dapat dipungkiri bahwa tugas yang kita emban tidaklah mudah. Kita harus selalu bersikap waspada, jangan biarkan iblis menebar dan menanamkan benih-benih kebencian di dalam hati kita.


Untuk itu, marilah memohon rahmatNya agar kita diberi kemampuan untuk mengendalikan diri dan mengedepankan kasih untuk menghapuskan kebencian dan permusuhan. Belajar daripadaNya untuk memberikan pengampunan, dan ulurkan tangan untuk merajut persaudaraan agar tercipta kerukunan dan kedamaian.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.