Belajar Dari Zakheus

ZAKHEUS, seorang pemungut cukai, hidupnya berkecukupan, tapi rakyat sangat tidak menyukainya karena pekerjaannya yang kurang terpuji. Mereka memandang dia sebagai seorang pendosa. Hanya Yesus yang memanggilnya dengan penuh kasih dan memandangnya tanpa sorot mata menghakimi. Ia mengetahui kerinduan Zakheus untuk berjumpa denganNya, sehingga dimintaNya Zakheus untuk turun dari atas pohon dan menjadi tuan rumah bagiNya. Sikap Yesus menyentuh hati Zakheus, membuatnya bertobat dan mengubah haluan hidupnya.

Kita semua adalah manusia berdosa, tidak ada seorang pun yang bebas dari kesalahan. Namun Tuhan sungguh maha pengasih dan maha rahim, dibukaNya pintu pengampunan seluas-luasnya. Bagi siapa saja yang bertobat, akan disambutNya dengan penuh sukacita.

Mari belajar dari Zakheus untuk menanggalkan semua kelemahan-kelemahan kita seperti kesombongan, gengsi, kesibukan, kelekatan terhadap hal duniawi, agar tidak menjadi penghambat bagi kita untuk meraih keselamatan yang ditawarkanNya.

Carilah Yesus dengan penuh kerinduan; datang ke hadapanNya dengan kerendahan hati, akui segala dosa dan kesalahan kita. Bangun kehendak kuat untuk terus memperbaiki diri dan hidup dalam pertobatan.

Undang Dia untuk datang dan tinggal di dalam hati kita, agar cahaya kasihNya senantiasa menerangi seluruh lubuk hati kita yang terdalam; menuntun dan mengarahkan kita untuk melangkah di jalanNya, menuju keselamatan abadi.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.