Belajar dari St. Yohanes Maria Vianney

jean-marie-vianney-a-priests-priest-300x255

YOHANES Maria Vianney tidak tergolong anak cerdas. Kemampuan akademiknya di bawah rata-rata. Ketika di seminari selalu ‘her’ alias ikut ujian ulang. Tetapi perilaku dan kehidupan pribadinya saleh dan sangat menarik di mata para pembina sehingga dia ditahbiskan menjadi imam.

Setelah ditahbiskan Vianney ditugaskan di Ars, paroki terbelakang di wilayah Perancis. Dengan gembira dia menerima tugas perutusan ini karena dia menyadari dan menerima keterbatasan dirinya dan percaya penuh kepada kasih Tuhan. Kehadiran imam saleh ini justru membuat desa Ars terkenal dan menjadi tempat peziarahan yang ramai dikunjungi.
Dari Vianey kita belajar beberapa hal:

Pertama, untuk menjadi imam yang baik dan ‘sukses’ kriteria pertama dan utama bukan pintar atau hebat secara akademik. Kecerdasan penting tapi kesalehan hidup jauh lebih penting dan berharga.

Peran formator di sini menentukan. Sebab formator yang memutuskan kelayakan seorang seminaris untuk ditabiskan.

Maka alat ukur formator mesti tepat dan benar. Yang pertama dinilai kecerdasan akademik atau kematangan emosi dan spiritual? Alat ukur kecerdasan akademik sangat jelas indikatornya. Namun untuk kecerdasan yang lain apa sudah tersedia indikatornya? Tanpa indikator yang tepat dan benar maka penilaian dan keputusan formator bisa berakibat mengorbankan anak didik.

Kedua, mengenal diri membantu kita untuk menerima rencana Tuhan yang dinyatakan melalui orang atau para pemimpin yang menjadi perpanjangan tangan KasihNya. Ketika kita kurang mengenal diri mudah sekali kita mencurigai niat atau rencana baik atasan atau sesama untuk diri kita.

Nah, apakah proses pendidikan kita cukup memberikan ruang bagi proses pengenalan diri peserta didik?

Ketiga, kebodohan atau kekurangan diri tidak harus ditangisi. Kenyataan itu harus diterima dan diakui dengan jujur. Keterbukaan dan sikap rendah hati seperti ini memungkinkan rahmat dan pertolongan Tuhan melalui banyak cara dan banyak tangan bekerja menjadikan hidup kita berarti.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: