Belajar dari Hewan

Ayat bacaan: Ayub 12:7
===================
“Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan.”

Jika anda penggemar film kartun baik yang klasik maupun lewat teknologi 3D, anda tentu sering bertemu dengan tokoh-tokoh yang mengambil sosok hewan. Hewan-hewan ini bicara seperti manusia, berpakaian sama dan bertingkah laku seperti manusia. Ada banyak pula dongeng hewan yang sangat terkenal seperti Kancil yang Mencuri Ketimun misalnya. Film-film dan dongeng yang mengambil sosok hewan sebagai tokoh biasanya mengandung pesan moral. Dengan menggunakan karakter hewan yang lucu, diharapkan bisa lebih mudah dicerna oleh anak-anak. Jika ditujukan untuk orang dewasa, maka karakter hewan biasanya bisa lebih lembut dalam menyampaikan kritik sosial atau pesan moral.

Kalau karakter hewan dipakai dalam film kartun dan dongeng, adakah yang bisa kita pelajari dari hewan-hewan dalam kehidupan nyata? Banyak yang menganggap sepele hewan karena menganggap mereka sebagai mahluk yang tidak mengerti apa-apa. Tapi sesungguhnya itu keliru. Selalu saja ada sesuatu yang bisa dipelajari dari hewan, baik perilaku, cara sosialisasi, sifat maupun kebiasaan-kebiasaannya, yang bisa membawa kebaikan bagi manusia.

Mari kita lihat apa yang tertulis dalam kitab Ayub. Disana dikatakan bahwa Allah ...”memberi kita akal budi melebihi binatang di bumi, dan hikmat melebihi burung di udara” (Ayub 35:11). Itu tentu benar. Tetapi kemudian perhatikanlah beberapa pasal sebelumnya di dalam kitab yang sama. Disana dikatakan: “Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan.” (12:7). Apakah artinya itu bertentangan? Tidak. Apakah dia sinis melihat nasib yang menimpanya? Apakah dengan demikian kita harus berbicara kepada setiap binatang yang kita temui? Bukan juga demikian maksudnya. tentu tidak pula seperti itu. Apa yang diingatkan oleh Ayub adalah sebuah pesan bahwa kita bisa belajar banyak dari perilaku dan kebiasaan hewan-hewan, Benar bahwa kita dianugerahi hikmat yang tidak dimiliki oleh binatang-binatang di muka bumi ini, tetapi ada kalanya kita harus mau belajar dari mereka agar bisa lebih baik.

Apa saja yang bisa kita pelajari dari hewan? Sangat banyak. Bahkan Alkitab banyak mengingatkan kita untuk belajar dari hewan-hewan selain ayat yang tertulis pada kitab Ayub di atas. Kita bisa belajar dari sifat, kebiasaan dan cara hidup semua jenis hewan di dunia dimana beberapa diantaranya tertulis di dalam Alkitab dalam banyak kesempatan. Misalnya, lihatlah etos kerja semut, yang selalu bekerja tanpa henti, mampu mengangkat beban berat yang jauh melebihi berat tubuhnya, juga selalu mampu bekerja sama. Salomo pun menulis: “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.” (Amsal 6:6-8). Lalu, kita bisa belajar dari rajawali yang dikenal sebagai burung yang kuat. Kepak sayapnya begitu kuat untuk menembus angin dan badai hingga bisa melayang-layang di langit tinggi. Alkitab pun berulangkali memakai gambaran rajawali dalam berbagai hal, salah satunya bisa kita lihat pada Keluaran 19:4 atau ayat yang sudah sangat familiar: “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31).

Lalu domba. Domba menggambarkan hewan yang lemah tak berdaya yang selalu butuh gembala agar tidak habis dimangsa hewan-hewan buas. Karakter yang sangat mirip dengan manusia bukan? Maka Yesus pun datang untuk menebus kita, domba-domba yang hilang. (Matius 15:24). Menarik pula jika melihat bagaimana Yesus menggambarkan penghakiman terakhir ketika Dia memisahkan yang selamat dan tidak seperti memisahkan domba dan kambing. (Matius 25:31-46). Karakter singa, kambing, ular, keledai, serigala dan banyak lagi binatang lainnya juga bisa kita jumpai dalam Alkitab. Coba lihat ayat berikut: “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16). Seperti domba diutus ke tengah serigala, kita tidak boleh terus bersikap lemah seperti domba, tetapi dituntut untuk bisa secerdik ular namun setulus merpati. Dalam Wahyu 5:5 Yesus digambarkan bagai Singa Yehuda. Amsal 30:28 mengatakan bahwa meski cicak bisa ditangkap dengan tangan tapi terdapat pula di istana raja. Ini baru sedikit dari sekian banyak ayat yang mengacu kepada pencerahan agar kita mau belajar dari hewan.

Terlepas dari hewan-hewan yang disebutkan dalam Alkitab, dalam kehidupan sehari-hari pun kita bisa belajar mengenai banyak hal dari hewan. Perilaku ikan, burung-burung, dan lainnya, baik dari apa yang kita lihat maupun dari berbagai acara di televisi, buku-buku ilmu pengetahuan yang menggambarkan kehidupan hewan, kita tetap bisa memetik pelajaran disana. Artinya, kita selalu bisa belajar baik lewat karakter, kebiasaan dan cara hidup hewan yang kita lihat sehari-hari, maupun lewat banyak hewan yang disebutkan didalam Alkitab. Tuhan bisa memakai apapun untuk menyatakan kemuliaanNya dan Dia bisa memakai apapun untuk mengajarkan kita untuk lebih baik. Semua yang Dia ciptakan tidak ada yang sifatnya kebetulan dan semua ada dalam rencanaNya untuk mendatangkan kebaikan. Bukankah Tuhan dalam menciptakan binatang-binatang di air, darat dan udara itu berkata “bahwa semuanya itu baik” (Kejadian 1:21)? Bukankah Tuhan sudah mengatakan bahwa kita harus mengelola semua yang Dia ciptakan? Hewan-hewan pun bisa Tuhan pakai untuk tujuan-tujuan pembenahan diri kita. Bukan saja semua yang Dia ciptakan itu baik, tetapi semuanya bisa membawa manfaat dan tujuan yang baik pula agar kita bisa bertumbuh lebih baik lagi dari hari ke hari. Kita memang dijadikan berakal budi melebihi hewan, namun jangan tutup mata untuk belajar dari hewan-hewan ini, karena ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari mereka.

Tidak ada batas dalam belajar, termasuk lewat hewan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.