Bekal dalam Perutusan, Mat 10:7-15

Posted on

mission_6524c

KESAN pertama kalau membaca pesan Yesus kepada para muridNya yang akan mulai perjalanan perutusan itu terasa sangat berat. Masakan akan mengadakan perjalanan jauh tidak boleh membawa bekal apa-apa dan hanya mengharapkan penyelenggaraan ilahi.

Namun pandangan ini kurang tepat atau paling tidak ada salah penafsiran. Justru yang membekali para murid ini Yesus sendiri, namun bentuk nya berbeda, tetapi yang jelas akan melindungi para murid. Pertama para murid diutus untuk membawa damai kepada setiap rumah.

Kalau orang menerima salam damai pasti hatinya terketuk dan pasti akan mempersilakan para murid. Yang kedua Yesus memberi kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Biasanya kalau ada orang mampu menyembuhkan orang sakit pasti akan diterima.

Walaupun para murid tidak menuntut imbalan, tetapi pasti keluarga si sakit akan menerima sebagai saudara. Itulah sebabnya Yesus melarang para murid-Nya untuk membawa bekal, supaya mereka berani yakin bahwa yang ber buat baik tidak akan kekurangan.

Pesan Yesus ini ternyata untuk zaman sekarang menjadi sangat relevan. Yesus menunjukkan prinsip bagi semua orang yang mau menjalani perutusan: membawa damai dan pelayanan.

Kalau prinsip ini dilanggar biasanya karya perutusannya kurang berhasil, karena para utusan lebih mengandalkan bekal yang dibawa serta peralatan kerja yang akan digunakan secara berlebihan daripada mau terlibat dan mau melibatkan diri dengan masyarakat yang dilayani.

Akibatnya , hal ini membikin jarak dengan umat yang mau dilayani. Bahkan utusan-utusan ini dianggap orang-orang yang mampu dan akan membagikan bantuan ekonomi kepada yang didatangi, bukan membawa damai serta pelayanan kemanusiaan. Yang diwartakan bukan kasih Allah.

Dulu yang sangat mengesankan yaitu banyak rama misionaris pergi ke desa-desa dengan memakai sepada onthel dan kadang-kadang terpaksa singgah di rumah penduduk. Justru hal ini yang dikagumi oleh warga masyarakat dan banyak orang mau mengikuti Yesus.

Solidaritas itulah kuncinya: mau manjing ajur-ajer.

Namun karena sekarang ini persoalan di masyarakat menjadi semakin komplek orang menjadi tidak mampu lagi mengetrapkan pesan Yesus dalam melaksanakan perutusan. Lantas sekarang banyak terjadi jor-joran dan saingan dengan kelompok lain yang membawa bekal/perlengkapan karya yang menggunakan fasilitas mewah dan canggih, sehingga kelompok minoritas kalah.

Tetapi hendaklah kita yakin yang merupakan hasil bukan banyaknya orang masuk dalam golongan agama/Gereja tertentu apakah sudah evolusi mental ditengah Umat sudah terjadi, yaitu bahwa orang mau mencari Yesus.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan matius 10:5-15
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.