Bawalah Anak-anak kepada Yesus

Jésus-enfants par Venez a Jesus

Sabtu 16 Agustus 2014, Hari Biasa Pekan XIX
Yehezkiel 18:1-10.13b.30-32; Mzm 51:12-15.18-19; Matius 19:13-15

YESUS  berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 19:14)

“Biar kanak-kanak datang kepada-Ku. Itu sabda Yesus, dia memanggilku. Kini aku datang siap menghadap-Nya. Kini aku datang; Yesus memanggilku.

Biar kanak-kanak datang kepada-Ku. Itu sabda Yesus, Dia memanggilku. Dalam kesukaran susah tak terhibur. PadaNya ‘ku datang; Yesus memanggilku.”

Lagu yang pernah kunyanyikan waktu saya masih kanak-kanak dan ikut Sekolah Minggu bergema saat kubaca dan renungkan Injil hari ini. Yesus membiarkan anak-anak datang kepada-Nya. Tak seorang pun boleh menghalang-halangi langkah mereka untuk menjumpai Yesus.

Sabda itu disampaikan kepada para murid yang menghalang-halangi anak-anak yang mau datang menjumpai Yesus. Entah apa alasan mereka. Mungkin mereka mau membela Yesus yang mau istirahat. Atau, para murid tidak ingin bahwa anak-anak itu mengganggu Yesus.

Anak-anak memang suka brisik, usil, lari ke sana ke mari, dan seterusnya sebagaimana menjadi ciri anak-anak. Namun para murid tampaknya lupa. Beberapa waktu sebelumnya, Yesus mengangkat dan memangku seorang anak kecil untuk “mencelikkan” mata para murid yang bertanya tentang siapakah yang terbesar di dalam Kerajaan Sorga (lihat Matius 18:1-3).

Atau jangan-jangan, gara-gara itu, maka para murid menjadi jengkel. Makanya, beberapa saat sesudah itu, ketika anak-anak berbondong-bondong mau menjumpai Yesus, nah, kesempatan bagi mereka untuk bersikap semena-mena. Maka mereka menghalang-halangi anak-anak yang mau berjumpa Yesus.

Ketika tahu, bahwa para murid menghalang-halangi anak-anak yang mau menjumpai-Nya, maka, Yesus menegur mereka, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku.” Yesus menegaskan kembali sabda yang disampaikan sebelumnya bahwa anak-anak “yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga” (Matius 19:14).

Bagaimana sikap kita terhadap anak-anak sebagai umat Kristiani? Apakah kita berusaha membantu mereka untuk dekat dengan Tuhan? Atau jangan-jangan kita menjadi penghalang mereka untuk dekat dengan Tuhan?

Gereja Katolik memberi ruang dan kesempatan bahkan menjadi suatu kewajiban agar para orangtua Katolik menghantarkan anak-anak mereka sesegera mungkin untuk berjumpa Tuhan dengan membaptiskan mereka segera mungkin setelah kelahirannya.

Menunda membaptiskan bayi, apalagi membiarkannya memilih sendiri setelah dewasa – kalau itu dilakukan oleh orangtua dan keluarga Katolik – maka tindakan itu keliru bahkan salah! Adalah tanggungjawab orangtua untuk membaptiskan bayinya sesuai dengan janji saat menerima Sakramen Perkawinan untuk mendidik anak-anak secara Katolik.

Pendidikan mendasar dan fundamental sejakdp dini adalah dengan cara membaptiskan bayi yang lahir dalam keluarga Katolik.

Dengan membawa anak-anak kepada Yesus, maka Yesus akan “meletakkan tangan-Nya atas mereka” (Matius 19:15). Artinya, Yesus menerima dan memberkati anak-anak. Anak-anak pun menjadi anak-anak yang terberkati.

Saat Yesus menumpangkan tangan dan memberkati anak-anak – melalui Sakramen Baptis saat bayi – maka, daya dan rahmat kekuatan penyembuhan disalurkan-Nya, baik secara fisik maupun psikis, mental maupun spiritual.

Saya selalu bahagia dan bersyukur setiap kali membaptis bayi-bayi merah yang diserahkan kepada Tuhan beberapa saat setelah kelahiran mereka. Saya selalu bahagia dan bersyukur saat melihat mereka dibimbing oleh orangtuanya untuk semakin kenal dan mengimani Yesus dengan diajak ke gereja. Ikut Sekolah Minggu. Mengalami pendampingan iman anak (PIA), lalu dipersiapkan menerima Komuni Pertama. Dengan cara-cara itu, keluarga Katolik membawa anak-anak kepada Yesus dan Yesus memberkati mereka. Yesus menyembuhkan mereka.

Saya kian terharu, bahagia dan bersyukur setiap kali melihat anak-anak dibawa ke kapel Adorasi Ekaristi Abadi untuk berdoa. Itu suatu tindakan yang luar biasa istimewa. Tuhan Yesus pasti langsung menyambut dan menumpangkan tangan-Nya untuk memberkati mereka!

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidak pernah menghalang-halangi anak-anak untuk datang kepada-Mu dan menerima berkat-Mu. Semoga banyak orangtua Katolik tetap dan kian sadar bahwa mereka bertanggungjawab dan wajib membawa anak-anak mereka untuk sesera mungkin membaptiskan anak-anak mereka tanpa menunda-nunda dan cari-cari alasan untuk tidak membawa anak-anak kepada-Mu.

Sembuhkanlah dan hiburlah anak-anak yang sedang sakit, agar mereka tetap selamat, kini dan sepanjang masa. Amin.

Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta

SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman

Kredit foto: Anak-anak datang kepada Yesus (Courtesy of Venez a Jesus)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan singkat natal sekolah minggu Matius 19:14
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: