Batman itu Fantasi, Pahlawan Beneran Justru McQuinn yang Tewas Kena Tembak

BATMAN itu hanyalah sebuah tokoh rekaan. Namun ia secara fantastis berhasil membius jutaan orang hingga rela antri ingin nonton The Dark Knight Rises. Padahal, Batman tak lebih tak kurang hanyalah tokoh imaginative semata hasil kreatifitas imaginative penulis yang hebat.

Batman menjadi melegenda setelah diberi ‘nyawa’ oleh sutradara. Dari situ, Batman bisa  meretas lahir sebagai tokoh pahlawan. Tetapi, domain Batman aslinya tetaplah di halaman-halaman komik dan baru kemudian menjadi lebih hidup ketika diberi nyawa oleh seorang sutradara dan produser film. Namun tetaplan panggung hidup Batman sejatinya ada  di panggung fiktif bernama imaginasi berwujud seluloid alias film.

Pahlawan sungguhan

Padahal, di alam nyata yang ragawi ini, yang berhak menjadi pahlawan sebenarnya adalah Mr. Matthew Robert McQuinn. Ia tersungkur berdarah-darah, setelah dengan gagah berani meloncat menjadikan tubuhnya sebagai tameng hidup bagi Samantha Yowler, pacarnya.

Yang terjadi kemudian  jelas.  McQuinn akhirnya harus merenggang nyawa dan kemudian tewas. Sementara, Samantha berhasil selamat berkat  ‘aksi heroik’ sang pahlawan sangat riil ini: almarhum Matthew Robert McQuinn.

McQuinn –pemuda lajang berumur 27 tahun—ikut menjadi korban tewas dari aksi brutal James Holmes (24) yang bagaikan koboi langsung main tembak memberondong habis kerumunan orang yang tengah antri mau masuk Town Center di Century Aurora, Denver, Colorado.

Hidup McQuinn berakhir berbarengan dengan 11 korban tewas lainnya di ujung pelor maut Holmes.

Tak ayal, Amerika Serikat pun menangis tersedu-sedu menyikapi tragedi berdarah di Colorado ini. Yang terjadi kemudian rencana premiere  Batman: The Dark Knight Rises di Paris dengan serangkaian acara jumpa dengan para aktor-aktris pendukung film ini pun ditunda hingga sampai kapan belum jelas.

Di Century Aurora di Colorado, yang muncul sebagai pahlawan sejati tidak hanya McQuinn. Juga ada Jonathan Blunk, pemuda berumur 26 tahun yang pensiun dini dari dinas militer. Ia tewas; lagi-lagi setelah menjadi tameng hidup bagi Jansen Young, pacarnya.

Kisah tragis para ‘pahlawan’ di ajang pemutaran film ini jelas sangat mengharukan. Apalagi ketika aksi brutal Holmes ini juga makan korban anak-anak. Tak terkecuali Veronica Moser-Sullivan, gadis cilik berumur 6 tahun, yang belum tahu-menahu siapa itu Batman.

Ny. Ashley Moser yang terkena dua tembakan di bagian perut bawah dan leher –meski selamat di meja operasi—sangat terguncang menyaksikan peristiwa dahsyat yang mengguncang jiwanya ini. “Anak saya sangat terguncang,” kata Jean Moser, ibu Ny. Ashley dan nenek Veronica, “Veronica adalah anak yang membawa kegembiraan dimana pun dia hadir. Baru-baru ini dia begitu bangga bahwa dia sudah bisa berenang.”

Sumber dan photo credit: The New York Times

Artikel terkait: Main Berondong Antrian “Batman: The Dark Knight Rises”, 12 Tewas dan 50 Luka

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.