Bartimeus dan Imannya (2)

(bersambung)

Apa yang menyembuhkan Bartimeus? Yesus mengatakan: Imannya. “Imanmu telah menyelamatkan engkau!” Iman Bartimeus adalah sebuah iman yang percaya, penuh pengharapan, yang tidak tergantung pada logika manusia, yang tidak tergantung apa kata orang. Ia tahu imannya tidaklah terletak pada pendapat manusia lainnya tetapi semata-mata merupakan koneksi atau hubungan antara dirinya dan Sang Pencipta. Bartimeus berpegang teguh akan hal itu. Kita tidak tahu sudah berapa lama ia menderita kebutaan dan harus menjadi orang-orang terbuang sebagai pengemis di jalanan. Hanya mengharapkan belas kasihan orang yang lewat dan harus dengan lapang dada menerima ketidak pedulian orang lain. Tapi imannya tetap punya pengharapan. Ketika bertemu Yesus, imannya menggerakkannya untuk percaya bahwa Yesus sanggup menolongnya. Dan ia tidak meminta berlebihan meski Tuhan Yesus tentu sanggup melakukan itu. Ia tahu masalahnya, ia tahu apa yang ia butuhkan dan ia tahu dalam Yesus ada kuasa Allah yang memulihkan. Tidaklah heran jika Yesus berkata bahwaimannya yang besarlah yang kemudian menyelamatkannya. Yesus ada disana, tapi ada berapa orang yang berteriak memanggil Yesus? Yesus masih tetap sama sampai sekarang, tapi ada berapa banyak orang yang mau memanggil dan meletakkan pengharapan sepenuhnya kepadaNya?

Iman sanggup menggerakkan Tuhan untuk turun tangan melakukan hal-hal ajaib dalam hidup kita. Iman, itulah yang kita butuhkan untuk menerima berkat dan mukjizat Tuhan kepada kita. Mudah bagi kita untuk mengatakan bahwa kita punya iman, namun dalam prakteknya seringkali tidak demikian. Besarnya iman akan terlihat lewat reaksi kita dalam menghadapi masalah, sebesar apa kepercayaan dan pengharapan kita kepada Tuhan walaupun pertolongan masih belum kita lihat saat ini. Dan itulah tepatnya yang diingatkan Alkitab mengenai iman. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1).

Iman memegang peranan yang sangat penting akan berhasil tidaknya kita menerima mukjizat Tuhan untuk menjawab permasalahan kita. Meski masalah yang menimpa anda sepertinya tidak lagi punya jalan keluar, tidak lagi ada solusi, seolah sudah membentur tembok, menemui jalan buntu, iman selalu sanggup menggerakkan tangan Tuhan untuk memulihkan kita. Dan Yesus sudah mengatakan sekiranya seukuran biji sesawi saja besar iman kita, maka takkan ada yang mustahil bagi kita. “Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:20).

Bagi teman-teman yang saat ini sedang menghadapi jalan buntu yang terlihat seperti tidak lagi punya solusi, ketika semuanya seolah-olah memusuhi anda, ini saatnya untuk mencontoh keputusan Bartimeus. Ia datang dan berseru-seru kepada Tuhan, dan lihatlah Tuhan merespon seruannya. Hal ini tepat seperti yang dikatakan Daud dalam salah satu Mazmurnya: “Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.” (Mazmur 34:7) dan “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.” (ay 18).

Iman akan membuat kita bisa berseru bukan hanya asal teriak atau menangis tapi dengan sebuah pengharapan penuh yang percaya. Kita selalu bisa bergantung dan berpengharapan kepadaNya dalam kesesakan atau bahkan kebuntuan seperti apapun itu. Kita harus benar-benar paham bagaimana kedahsyatan Tuhan seperti yang tertulis dalam ayat berikut: “Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.” (Mazmur 96:4). Untuk bisa memperoleh kuasa seperti itu dibutuhkan iman.

Ini saatnya kita berhenti memandang masalah dan beralih memandang Tuhan sebagaimana adanya Dia. Kita harus sadar bahwa tidak ada satupun masalah yang lebih besar dibanding kuasaNya. Bartimeus mengalami jamahan Tuhan yang ajaib karena ia memiliki iman yang berbeda dari orang-orang lain. Pola pikirnya mengetahui dengan benar bagaimana pribadi Tuhan yang penuh kasih, dan jika itu berlaku bagi Bartimeus, bagi kita pun sama. Belajar dari Bartimeus, mari kita menyadari bahwa meski di dunia ini kita mungkin sudah dianggap membentur jalan buntu, kita punya Tuhan yang tidak akan terbatas oleh kebuntuan. Berserulah kepada Tuhan dengan iman seperti Bartimeus, Dia akan mendengar dan menjawab.

Ketika dunia berkata tidak ada lagi jalan, Tuhan selalu sanggup buka jalan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.