Banyak Rumah di Surga

Ayat bacaan: Yohanes 14:2
=========================
“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”

banyak rumah di surga

Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Kepadatan penduduk ini bisa kita rasakan dengan mudah lewat kemacetan di jalan raya, yang jelas menunjukkan jumlah ruas jalan yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan termasuk juga pemiliknya. Di sisi lain, semakin sulit pula untuk membangun jalan baru karena tidak banyak lagi area yang tersisa. Membangun jalan layang bisa menjadi alternatif selanjutnya, tapi itupun memerlukan biaya yang tidak sedikit. Jika di jalan raya saja kita sudah merasakan kepadatan ini, di kota-kota besar harga sebidang tanah melonjak dengan sangat cepat. Di daerah pinggiran di kota saya saja harga properti bisa meningkat sekitar 50 juta setiap tahunnya. Ada banyak teman yang kesulitan untuk mencari rumah terutama yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. Kalaupun ada harganya sudah sangat mahal sehingga sulit dijangkau oleh penduduk karena pendapatan dan harga begitu jauh selisihnya. Anda ingin menabung untuk membeli rumah? Begitu uang terkumpul, harganya ternyata sudah meningkat jauh diatas harga sebelumnya. Maka semakin lama semakin sulitlah bagi kita untuk mencari rumah. Seorang teman saya yang hanya bekerja sebagai pegawai biasa bercerita tentang kesulitannya. Tidak lama setelah menikah ia langsung dikaruniai anak, sehingga uangnya tidak pernah bisa terkumpul untuk bisa membeli rumah. Akibatnya ia hanya mengontrak sebuah kamar dan membayar perbulan. Itupun harganya terus naik sehingga ia merasa cemas memikirkan tempat tinggal yang jelas merupakan salah satu kebutuhan primer bagi kita.

Hidup memang tidak mudah. Tapi biar bagaimanapun kita harus ingat bahwa segala kesulitan yang kita alami di dunia ini hanyalah sementara saja. Petrus mengingatkan bahwa di dunia ini kita hanyalah pendatang atau perantau. Dan ia pun mengingatkan apa yang harus kita lakukan sesuai dengan stauts kita sebagai pendatang atau perantau ini. “Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.” (1 Petrus 2:11). Kita harus menjauhkan diri dari keinginan daging, itu kalau kita mau selamat pulang ke tempat dimana kita seharusnya kembali. Dimana kewargaan kita yang sesungguhnya? Bagi orang percaya yang menerima Yesus sebagai juru selamat, kita adalah warga dari Kerajaan Surga, dan itu tertulis dalam Alkitab. “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Filipi 3:20).

Selanjutnya kita bisa mengetahui bahwa di surga tidak ada pembatasan. Bagi setiap kita yang memegang perintah Kristus dan melakukannya, maka mereka akan dikasihi Tuhan dan juga oleh Kristus sendiri. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21). Untuk kita pun dikatakan telah disediakan cukup tempat di surga, dan itu dikatakan oleh Yesus langsung. “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (ay 2-4). Dari kata-kata Yesus ini kita bisa melihat dengan jelas bahwa bahwa di rumah Bapa ada banyak tempat tinggal yang sudah disediakan bagi orang percaya. Sebuah tempat indah dimana tidak lagi ada air mata. Sebuah tempat penuh damai sukacita. Sebuah tempat nyata dimana Yesus kini berada. “Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga” (Ibrani 8:1). Disana Yesus telah menyediakan tempat bagi siapapun yang percaya padaNya, yang memegang teguh dan melakukan semua yang Dia firmankan. Tidak ada kuota maksimum, tidak ada pembatasan jumlah, tidak ada biaya selangit yang terus meningkat. Siapapun diundang untuk masuk ke dalam rumah Bapa. Bahkan Yesus pun terus mengetuk pintu hati manusia untuk diselamatkan, agar manusia pun bisa diselamatkan dan masuk ke dalam tempat yang telah Dia sediakan. Bukankah hal ini sangat indah?

Jika saat ini pergumulan, permasalahan dan kesulitan masih mengelilingi kita, janganlah gelisah. Betapa indahnya ketika Yesus memulai firmanNya tentang Rumah Bapa dengan perkataan: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yohanes 14:1). Di dalam “tempat perantauan” kita ini kita telah dijanjikan penyertaan Tuhan, dan ada tempat sebenarnya bagi kita yang telah disediakan Kristus sendiri. Surga, Rumah Bapa, adalah sebuah tempat yang nyata, bukan halusinasi atau fatamorgana, yang akan menjadi tempat kekal bagi setiap orang percaya yang hidup sungguh-sungguh menjaga kehidupannya sesuai firman Tuhan. Mari kita terus bertekun agar tempat yang Dia sediakan itu juga tersedia bagi kita.

Di Rumah Bapa ada banyak tempat tinggal, itu cukup bagi semua manusia yang bertobat dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: