Balai Mandala Baru untuk Gereja SPM Bunda Kristus Paroki Wedi

Projek pembangunan gedung baru Balai Mandala di Gereja St. Perawan Maria (SPM) Bunda Kristus Paroki Wedi masih terus berlangsung sejak dilakukan peletakan batu pertama tanggal 6 Agustus 2016. (Matheus Andre Priyono)

SEJAK Juli 2016 lalu hingga kini masih terus berderap gerak langkah membangun gedung Balai Mandala yang baru di kompleks maha luas Gereja Santa Maria Bunda (SPM) Bunda Kristus Paroki Wedi. Bangunan lama di belakang pastoran sudah dirobohkan untuk kemudian dibangun gedung baru berlatai dua di lahan yang sama.

Yang dibongkar adalah bangunan Balai Mandala bagian atas. Sementara, bagian bawah tetap dibiarkan berdiri.

Baca juga:  Paroki Wedi, Klaten: Balai Mandala Dirobohkan, Perlu Gedung Pastoral Baru

Kepada Sesawi.Net, Ketua Panitia Pembangunan FX Supriyono dari Wilayah St. Yusup Jagalan menjelaskan, hingga akhir pekan lalu tanggal 27 Agustus 2016 lalu,  jumlah perolehan dana donasi amal untuk keperluan projek pembangunan gedung baru Balai Mandala Paroki Wedi sudah mencapai angka Rp 230 juta.

Projek pembangunan gedung baru  Balai Mandala Paroki Wedi ini diperkirakan akan menelan biaya tak kurang Rp 1.096.832.000,00 (satu milyar Sembilan puluh Sembilan juta tiga ratus ribu rupiah).

Rencana progam pembangunan dan manfaatnya

Berikut ini adalah rencana kerja projek berdasarkan urutan waktu:

13 -20 Juli 2016: Pembongkaran bangunan lawas Balai Mandala dan pembersihan lokasi.21 Juli – 5 Agustus 2016: Penyiapan material dan lokasi.6 Agustus 2016: Peletakan batu pertama.7 Agustus 2016 – selesai: Proses pembangunan berjalan

Pembangunan diharapkan akan bisa selesai dalam kurun waktu tiga bulan sejak peletakan batu pertama.

Gambar ilustratif gedung Balai Mandala Paroki Wedi yang tengah dibangun sekarang ini.Gambar ilustratif gedung baru Balai Mandala di Paroki Wedi yang tengah dibangun sekarang ini. balai mandala paroki wedi 1Banner pengumuman projek pembangunan gedung Balai Mandala yang baru di Paroki Wedi. (Mathias Hariyadi)

Kini, bangunan lawas Balai Mandala bagian atas telah dirobohkan rata dengan tanah dan tinggal bagian bawah yang dikenal dengan Lantai Merah. Memang sengaja ingin dirobohkan, karena faktor usia dan sudah tidak memadai lagi bisa menampung berbagai kegiatan dan pelayanan pastoral Paroki Wedi.

Dalam rangka merayakan HUT ke-60 tahun sebagai paroki mandiri, Paroki Wedi memutuskan merobohkan total seluruh bangunan Balai Mandala bagian atas. Setelah itu, barulah kemudian dibangun yang baru sesuai kebutuhan mendesak saat ini: guna menampung 27 kelompok paguyuban kategorial. Selama ini, kegiatan-kegiatan mereka terpaksa digelar di halaman terbuka di depan di pastoran atau sisi barat samping gereja.

Donasi untuk pembangunan Balai Mandala

Melalui rilis di Sesawi.Net ini, Panitia Projek Pembangunan Balai Mandala Paroki Wedi mengharapkan adanya donasi amal untuk keperluan pembiayaan pembangunan gedung baru Balai Mandala.

Partisipasi aktif para pembaca Sesawi.Net dan terlebih segenap umat katolik dimana pun berada yang aslinya berasal dari Paroki Wedi  bisa menyalurkan donasi amalnya melalui transfer ke dua rekening yang berbeda guna mengakomodasi kemudahan proses donasi.

BCA Norek 0306 566 444n. Andrianus Maradiyo Pr dan Mardinius Jarot Eko Saputro. Andrianus Maradiyo adalah pastor kepala Paroki SPM Bunda Kristus Wedi. Sedangkan, Mardinius Jarot Eko Saputra adalah bendahara Paroki Wedi.Bank Mandiri Norek 138 000 557 5571n. Pengurus Gereja dan Papa Miskin Paroki Wedi Klaten.Subjek berita: Balai Mandala.Notifikasi: kirimkan bukti transfer donasi amal melalui email kepada nara hubung yakni fxsupriyono.wedi@gmail.com, mathias.hariyadi@gmail.comKeterangan: Cantumkan keterangan di notifikasi email tentang apakah nama donatur ingin dipublikasikan atau cukup NN saja.

Berikut ini foto-foto dokumentasi proses pembangunan gedung Balai Mandala yang baru di Paroki Wedi yang dikerjakan oleh fotografer Matheus Andre Priyono dari Wilayah St. Yusup Jagalan, Wedi, Klaten. Foto ini dijepret pada hari Sabtu, tanggal 27 Agustus 2016.

balai mandala ok 3Rangka baja sudah berhasil berdiri di lahan bekas gedung Balai Mandala yang lama. (Matheus Andre Priyono) balai mandala ok 2Balai Mandala bagian bawah yang biasa disebut “Lantai Merah” berdiri sejajar berdampingan dengan calon gedung baru Balai Mandala. (Matheus Andre Priyono) balai mandala ok 1Pengerjaan rangkai baja sebagai tiang utama penyangga calon gedung baru Balai Mandala dikerjakan di depan halaman gereja, samping, dan bagian belakang pastoran. (Matheus Andre Priyono) Balai Mandala Paroki WediLahan dimana bekas bangunan Balai Mandala lama yang di awal Juli sudah dibuat rata dengan tanah untuk kemudian bisa dibangun gedung baru. Di sampingnya bangunan Balai Mandala lama di bagian bawah yang tetap dibiarkan eksis sampai sekarang. (Mathias Hariyadi) avatar Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.