Baju Baru

Ayat bacaan: Kolose 3:8-10
========================
“Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini…karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.”

Saya teringat ketika saya mengalami ospek (dulu disebut plonco) sebagai

seorang mahasiswa baru yang biasanya dimanfaatkan para senior untuk dipermainkan. Masa ospek saya waktu itu berlangsung selama 3 hari, dan sejak di hari pertama saya sudah terkejut sejak awal. Mahasiswa baru laki-laki semua disuruh membuka baju dan kemudian masuk berendam di parit tepat di depan kampus yang begitu kotor. Kami tidak punya pilihan, lalu menceburkan diri ke dalamnya. Dari atas seorang senior mengibas-ngibaskan sapu lidi agar kami kecipratan lumpur kotor dari parit itu. Yang parah, selama 3 hari kami tidak diperbolehkan mandi, dan harus tetap mengenakan baju yang sama hingga ospek selesai. Begitu selesai hari ke 3, saya pun sesegera mungkin mandi berkali-kali, sebersih-bersihnya dan berganti baju. Mengapa saya membukanya dengan pengalaman ospek saya? Karena rasanya, tidak akan ada orang yang mengganti baju tetapi tetap membiarkan dirinya masih kotor berlumur lumpur kotor parit. Lebih tidak mungkin lagi jika orang langsung melapis baju baru di atas baju kotor tanpa membukanya terlebih dahulu. Aplikasinya? Keberadaan kita sebagai manusia baru tidak akan bisa sempurna kita kenakan tanpa terlebih dahulu melepaskan manusia lama kita.

Dengan menerima Kristus kita pun diubahkan menjadi ciptaan baru. Dengan sangat indah firman Tuhan berkata: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Ini sebuah berita besar bagi kita akan keselamatan. Kita yang tadinya berlumur lumpur dosa kini diberikan sebuah kondisi baru yang bersih lewat pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Tapi bisakah kita menghidupi keberadaan kita sebagai ciptaan baru, sebagai manusia baru dengan sempurna jika kita masih enggan melepas sisa-sisa kekotoran manusia lama kita? Bisakah kita memakai baju baru dan berkata bahwa kita bersih apabila kita tidak terlebih dahulu membuka baju kotor kita dan mandi terlebih dahulu?

Paulus menggarisbawahi pentingnya melepaskan semua kelakuan atau kebiasaan buruk yang mungkin pernah kita lakukan sebelum bertobat. “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).” (Kolose 3:5-6). Dulu mungkin kita menuruti berbagai keinginan daging seperti itu, bahkan mungkin juga kita sempat dikuasai oleh semua itu. Namun sekarang hendaknya kita membuang semuanya itu secara tuntas. “Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.” (ay 8-10). Jangan biarkan diri masih kotor ketika mengenakan “baju bersih”, dan jangan kenakan lagi “baju kotor” jika kita sudah memakai yang bersih. Karena biar bagaimanapun kita tidak akan pernah bisa benar-benar bersih apabila kekotoran masih ada tersimpan dalam diri kita. Yang lama harus kita tanggalkan lebih dahulu agar kita bisa mengenakan yang baru.

Keberadaan kita sebagai manusia baru memungkinkan kita untuk berbuah secara rohani. Kita diubahkan untuk menjadi anak-anak Tuhan, menjadi “orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihiNya”, dan di dalam bentuk manusia baru itu seharusnya terdapat hal-hal seperti “belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (ay 12), penuh pengampunan (ay 13), dan di atas semuanya itu mengenakan “kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (ay 14), serta dipenuhi damai sejahtera Kristus. (ay 15) Inilah yang seharusnya terdapat di dalam manusia baru yang telah diubahkan dan bukan sebaliknya, seperti kesombongan, kikir, sulit memaafkan, dendam, dan sejenisnya. Lewat Kristus sesungguhnya apa yang ditawarkan Tuhan itu begitu baik. Kita dianugerahkan kesempatan untuk menjadi lahir kembali menjadi manusia yang baru, tetapi kita harus terlebih dahulu membuang segala lumpur dosa lama yang mengotori kita. Setelah mengenakannya pun kita hendaknya jangan kembali mengotori dengan berbagai kebiasaan jelek atau hal-hal buruk yang dahulu kerap kita lakukan. Dari rangkaian hal-hal yang ada di dalam manusia baru di atas (ay 12-15), adakah yang masih tidak bertumbuh dalam diri anda? Jika ada, periksalah kembali, siapa tahu masih ada lumpur kotor yang tertinggal dalam diri anda atau masih sulit dan enggan untuk anda lepaskan.

Sebelum mengenakan hidup baru, buanglah terlebih dahulu hidup yang lama yang masih mengotori diri kita

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: