“Bahagia Menjadi Milik Allah”: Renungan, Selasa 18 Mei 2021


Hari biasa Pekan VII Paskah (P)


Kis. 20:17-27; Mzm. 68:10-11, 20-21; Yoh. 17:1-11a.


Ketika kita membaca dan merenungkan bacaan hari ini terlebih khusus bacaan Injil, ada tiga hal yang perlu kita renungkan lebih dalam. Pertama, kebangkitan Yesus merupakan inti iman kita sebagai orang Kristen yang percaya kepada-Nya. Kebangkitan Yesus yang kita rayakan ini mau menunjukkan kalau Dia yang adalah Putra Tunggal Bapa, telah dipermuliakan sebagai tanda bahwa segala sesuatu yang diwartakan Yesus kepada kita, akan menghantar kita kepada pengenalan akan Bapa-Nya yang penuh kasih dan memperoleh keselamatan. Karena “Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan dan meluputkan kita dari maut”. Demikianlah kata pemazmur. Dengan demikian, keselamatan itu akan menyatukan kita serta membuat kita hidup sempurna bersama Bapa.


Kedua, panggilan sebagai orang-orang Kristen merupakan suatu anugerah khusus yang diberikan Bapa dalam diri Yesus kepada kita. Anugerah itu yang menjadikan kita sebagai milik kepunyaan  Bapa yang berhak mendapatkan  warisan surgawi yang dijanjikan Allah.  Hal ini terlukis dalam doa Yesus di mana Ia mengatakan, “Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan Milik-Mu adalah Milik-Ku”.


Ketiga, sebagai milik kepunyaan Bapa dan Yesus Putra-Nya, hendaklah kita hidup sebagai milik kepunyaan Yesus yakni dengan melaksanakan kehendak Bapa-Nya sebagai mana yang diwartakan Yesus yakni hidup untuk saling mengasihi dan terus menjaga persatuan sebagai anak-anak Allah.


Saudara-saudariku yang terkasih. Saat ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kalau kita ini benar-benar milik kepunyaan Allah Bapa. Kita memang masih diperhadapkan dengan masa-masa sulit yakni masa pandemi yang tak kunjung berakhir.  Namun sebagai orang-orang yang percaya kita yakin bahwa Tuhan selalu melindungi dan menyertai kita serta Ia pasti menunjukkan kuasa-Nya.  Sebagai orang yang dipanggil dan dipilih menjadi keluarga Allah melalui rahmat pembaptisan, tunjukkanlah bahwa kita ini benar-benar layak disebut sebagai milik kepunyaan Allah Bapa. Dan untuk menunjukkan itu, marilah kita tetap mematuhi prokes yakni 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan) serta sebagai orang Kristen, kita juga perlu melaksanakan 3M yakni mengasihi, memberi dan mendoakan. Dengan begitu kita berpartisipasi dalam karya penyelamatan melalui hidup kita dan sesama kita.


(Fr. Efrianus Kaka Embu)


“Dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku” (Yoh. 17:10).


Marilah berdoa:


Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas anugerah-Mu. Tolonglah kami, agar mampu melewati masa sulit ini dengan terus melaksanakan kehendak-Mu. Amin


Baca Renungan Pagi dari sumbernya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.