Bacaan dan Renungan Senin 20 September 2021|Pekan Biasa XXV

Barangsiapa termasuk umat Allah,hendaklah ia pulang ke Yerusalem dan mendirikan rumah Allah.

Pada tahun pertama pemerintahan Koresh, raja negeri Persia,Tuhan menggerakkan hati Koresh,untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia. Maka di seluruh kerajaan diumumkan secara lisan maupun tulisan demikian,”Beginilah perintah Koresh, raja Persia:’Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem,yang terletak di Yehuda. Barangsiapa di antara kalian yang termasuk umat Allah,Semoga Allah menyertai dia! Hendaklah ia berangkat pulang ke Yerusalem yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah Tuhan. Allah Israel,yakni Allah yang diam di Yerusalem. Dan setiap orang yang masih hidup,di mana pun ia berada sebagai pendatang,harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem’.”

Maka berkemas-kemaslah kepala-kepala keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin,serta imam dan orang-orang Lewi,pendek kata setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah Allah yang ada di Yerusalem.Dan semua orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan perak dan emas, harta benda dan ternak,dan dengan pemberian yang indah-indah,selain segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela.



Ref:Sungguh agung karya Tuhan bagi kita.

Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion,kita seperti orang-orang yang bermimpi.
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria,dan lidah kita dengan sorak-sorai.Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa,”Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita,maka kita bersukacita.Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata,akan menuai dengan bersorak-sorai.Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih,pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,dan memuji Bapamu yang di surga.



Pelita ditempatkan di atas kaki dian,supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur;tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian,supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan,dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.


Karena itu perhatikanlah cara kalian mendengar.Karena barangsiapa sudah punya akan diberi,tetapi barangsiapa tidak punya,apa pun yang dianggap ada padanya akan diambil.”

Setiap orang Kristen yang menyambut dengan kesungguhan hati, menaati, dan memberlakukan kebenaran firman Tuhan dalam hidupnya menunjukkan dua hal. Pertama, orang tersebut telah mengalami pembaharuan total dari Tuhan Yesus. Kedua, kebenaran yang telah tertanam dalam dirinya akan berakar, bertumbuh dan menghasilkan buah. Konsekuensi orang Kristen yang telah mengalami kedua hal ini ialah buah kebenaran karena perubahan hidupnya secara total itu pula ia juga dapat mempengaruhi kehidupan orang lain.

Untuk menjelaskan ini, Yesus mengibaratkan buah kebenaran itu dengan pelita yang menyala. Mengapa pelita? Sesuai sifat dan fungsinya, maka cahaya dari pelita yang menyala itu akan menerangi lingkungan tempatnya berada. Artinya, cahaya itu tidak hanya telah mengubah gelap menjadi terang, yang tak nampak menjadi nampak, tetapi juga menelanjangi keburukan setiap orang yang hidup dalam kegelapan. Inilah keadaan yang harus dinyatakan dan diubahkan. Dan ini pulalah tugas orang Kristen di mana pun ia berada. Lingkungan masyarakat, saudara dan teman harus merasakan pengaruh yang mengubahkan dan mendatangkan kebaikan.

Tidak semua orang Kristen yang tingkah dan gaya hidupnya memancarkan terang di lingkungan tempatnya berada. Bahkan banyak orang Kristen yang sudah mendengar kebenaran firman Tuhan, tetapi tidak mau melakukannya, seperti saudara-saudara Yesus. Mereka beranggapan bahwa pengajaran-pengajaran Yesus itu bukan untuk mereka tetapi untuk umat. Anggapan ini didasarkan pada kedekatan hubungan dengan Yesus. Tetapi Yesus sendiri mengecam anggapan itu, sebab menurut Dia hanya orang-orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan dalam hidup yang menjadi saudara-saudara-Nya. banyak Kristen merasa telah mengenal Yesus Kristus hanya dengan mengaku dan mendengarkan firman Tuhan. Akan tetapi percaya itu tidak direalisasikan dalam hidup dan dirasakan oleh orang lain secara nyata, akan menjadi sia-sia.



Renungkan: Bila Kristen hanya mendengar firman tetapi tidak melakukan ia akan cenderung menutupi dan mungkin menyangkali imannya, saat berada di tengah-tengah mereka yang tidak seiman. Sebenarnya sikap demikian tidak mungkin terjadi bila orang Kristen memiliki keyakinan iman yang hidup.


DOA: Tuhan Yesus, terangilah dunia ini, terangilah Gereja-Mu, terangilah pikiran dan hati kami. Usirlah kegelapan dosa dan pimpinlah kami kepada Bapa surgawi. Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah terang dunia! Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.


Luk 8:16-18 Pelita ditempatkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.