Bacaan dan Renungan Senin 18 Maret 2019 – Pekan Prapaskah II

“Kami telah berbuat dosa dan salah.”

9:4b “Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! 9:5 Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, 9:6 dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. 9:7 Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau. 9:8 Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. 9:9 Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, 9:10 dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

Ref. Tuhan tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita.

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.Demi kemuliaan-Mu, tolonglah kami, ya Tuhan penyelamat! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami, oleh karena nama-Mu!Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh.Maka kami, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian bagi-Mu turun temurun.

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Ayat. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

“Ampunilah, dan kamu akan diampuni.”

6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” 6:37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

“Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya” (Dan 9:8-10).

Setelah mempelajari kitab nabi Yeremia, Daniel menyadari mengenai alasan mengapa Allah membuang umat-Nya ke Babel. Kesadaran ini memukul perasaannya. Lalu dengan segala kerendahan hati, Daniel berdoa memohon pengampunan Allah terhadap dosa umat-Nya. Ia bertindak sebagai juru syafaat yang memohonkan pengampunan bukan bagi dirinya sendiri, tetapi bagi para raja Israel, para pemimpinnya, para nenek moyangnya, dan segenap umat Israel. Doa permohonan ini adalah respons Daniel terhadap firman yang dibacanya.

Permohonan kepada Allah. Setelah membaca firman Allah, Daniel langsung menanggapinya dengan menaikkan syafaat bagi bangsanya. Daniel memperlihatkan kepada kita sikap peka akan kebutuhan pengampunan saudara sebangsanya dan akan kehendak Allah. Kebesaran jiwa diperlukan untuk memohon kepada Allah agar memenuhi janji yang pernah diberikan kepada Yeremia, yaitu janji pemulihan Yerusalem.

Doa atau keluh kesah ini kiranya juga baik menjadi doa dan keluh kesah kita, mengingat dan memperhatikan bahwa kita semua telah dan sering berbuat dosa, tidak setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Marilah menyadari kelemahan, dosa dan berbagai pelanggaran yang telah kita lakukan serta kemudian dengan rendah hati mohon kasih pengampunan Tuhan. Mungkin baik pada masa Prapaskah atau Tobat ini kita kenangkan dan ingat siapa-siapa saja yang telah kita sakiti atau lukai, dan kemudian dengan rendah hati mohon kasih pengampunan dari orang yang bersangkutan; sekiranya tidak mungkin langsung mohon pengampunan pada orang yang bersangkutan, baiklah kita mohon kasih pengampunan Tuhan melalui pengakuan dosa pribadi di hadapan imam.

Serentak saat kita menyadari dan mengakui dosa dan pelanggaran kita, saat itu juga hendaknya segera memperbaharui diri atau bertobat, antara lain ketika ada orang yang menyakiti atau melukai kita dalam bentuk apapun hendaknya diampuni dan dikasihi. Hidup saling mengasihi dan mengampuni itulah panggilan dan tugas kita sebagai orang beriman, khususnya yang beriman kepada Yesus Kristus. Mariilah kita hayati juga bagian dari doa Bapa Kami, doa harian, yang sering kita doakan “Ampunilah kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami”. Kasih pengampunan merupakan dasar dan sumber hidup damai sejahtera sejati, kiranya kita semua mendambakan hidup damai sejahtera sejati, maka marilah saling mengasihi dan mengampuni dimanapun dan kapanpun.

Bila firman Tuhan berbicara bahwa kita harus berdoa untuk sesama, bangsa, negara, dan lain lain., maka kita pun perlu berdoa seperti yang Daniel lakukan.

Dengan disebut-sebutnya Bait Allah yang dinajiskan musuh dan Yerusalem dijadikan timbunan puing (ayat 1), latarbelakang mazmur ini adalah masa-masa sulit saat Israel diserbu, dikalahkan dan dibuang ke Babel. Perbuatan keji itu ditambah pembunuhan tanpa menguburkan mayat umat Tuhan (ayat 3) dimaksudkan untuk menista Nama Tuhan. Di balik penderitaan berat itu, pemazmur melihat tangan Tuhan yang sedang menghukum umat-Nya sendiri. Murka Allahlah yang sebenarnya sedang berkobar-kobar melawan umat-Nya.

Pertobatan dan pengampunan. Apabila kita sungguh bagian keluarga Allah, Ia pasti akan menghajar kita atas kesalahan dan dosa kita (Ibr 12:7-11). Ia berbuat demikian karena benci dosa tetapi cinta umat-Nya. Hukuman-Nya bukan bertujuan untuk membinasakan tetapi menghajar agar kita sadar dan bertobat. Itu sebabnya tak perlu kita ragu berseru kepada-Nya, memohon ampun, meminta agar Ia memulihkan kita kembali. Sebaliknya bila kita tidak bertobat dan tidak memohon pemulihan-Nya, kita menyatakan diri sebagai orang tidak beriman.

Renungkan: Penderitaan adalah sakit dalam waktu singkat namun sukacita dalam waktu panjang.

Doa: Kami memuji kasih-Mu yang kekal. Baharuilah hati kami tiap hari, agar berjalan dalam terang kesucian-Mu, dalam Yesus.

Murah hati berarti hatinya dijual murah kepada siapapun yang berminat meminta atau membelinya alias memberi perhatian kepada siapapun tanpa pandang bulu. Kita semua telah menerima kemurahan hati alias diperhatikan terus menerus oleh Tuhan melalui mereka yang telah berbuat baik kepada kita, yang mengasihi kita, seperti orangtua, kakak-adik, guru/pendidik, sahahat an seterusnya, sehingga diri kita masing-masing dalam keadaan seperti sekarang ini.

Maka marilah kita tanggapi sabda atau perintah Yesus: “Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati”. Saling bermurah hati alias memperhatikan ini hendaknya pertama-tama dan terutama dihayati di dalam keluarga, di antara semua anggota keluarga. Apa yang diterima dan dialami di dalam dan melalui keluarga akan menjadi kekuatan dan modal yang handal untuk terus dikembangkan dan diperdalam di dalam kehidupan bersama yang lebih luas, seperti di dalam tempat kerja/ tugas atau di masyarakat. Ingatlah dan hayatilah bahwa ‘hati’ diberikan kepada orang lain alias memberi perhatian, hati kita tidak akan berkurang melainkan justru semakin bertambah, yaitu kita juga semakin diperhatikan oleh lebih banyak orang daripada kita tidak memperhatikan orang lain. Semakin kita memperhatikan orang lain, kita sendiri juga semakin diperhatikan orang lain. Baiklah motto “menjadi manusia dengan atau untuk sesama” kita hayati dan sebarluaskan bersama-sama, sehingga kita semua tumbuh berkembang dalam hal keutamaan sosial atau solidaritas maupun keberpihakan pada yang miskin dan berkekurangan.

DOA: Ya Allah, aku sungguh rindu untuk menyatu dengan diri-Mu secara lebih mendalam lagi. Tolonglah aku agar cepat mengakui dosa-dosaku dan menanganinya dengan cepat pula, sehingga dengan demikian aku dapat melanjutkan hidupku dalam kebebasan penuh sukacita sebagai anak-anak yang Kaukasihi. Amin. (Lucas Margono)

Lukas 6:36-38 “Ampunilah, dan kamu akan diampuni.”

Lukas 6:36-38

“Ampunilah, dan kamu akan diampuni.”

” data-image-title=”18 Maret 2019″ data-image-meta='{“aperture”:”0″,”credit”:”User”,”camera”:””,”caption”:””,”created_timestamp”:”1552219492″,”copyright”:””,”focal_length”:”0″,”iso”:”0″,”shutter_speed”:”0″,”title”:””,”orientation”:”0″}’ data-comments-opened=”1″ data-orig-size=”564,592″ data-orig-file=”F:\99. ABS\ABS Lite\data\24 Hours\Carekaindo\18-maret-2019.jpg” data-permalink=”https://carekaindo.wordpress.com/2019/03/17/bacaan-dan-renungan-senin-18-maret-2019pekan-prapaskah-ii/18-maret-2019/” data-attachment-id=”9632″ sizes=”(max-width: 564px) 100vw, 564px” srcset=”https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/03/18-maret-2019.jpg 564w, https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/03/18-maret-2019.jpg?w=143 143w, https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/03/18-maret-2019.jpg?w=286 286w”>

Bapa, ampunilah aku karena kerapkali tidak mampu menjadikan kasih-Mu sebagai alas hidupku. Bantulah aku agar mampu menjadi pribadi yang berbelas kasih dan senantiasa dapat menghargai sesama. Amin.

Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.