Bacaan dan Renungan Senin 15 Maret 2021 Pekan Prapaskah IV

Tidak akan terdengar lagi bunyi tangisan dan bunyi erang.

Beginilah firman Allah, “Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru! Hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan. Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorai, dan penduduknya penuh kegirangan. Aku akan bersorak-sorai karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan, dan bunyi erang pun tidak.

Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk. Sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga.


Ref: Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas.

Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan menjelang pagi terdengar sorak-sorai.Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku! Tuhan, jadilah penolongku! Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari. Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian Allah akan menyertai kamu.


Lihat anakmu hidup.

Sekali peristiwa Yesus berangkat dari Samaria dan pergi ke Galilea. Sebab Ia sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. Setelah Yesus tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan Yesus di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.

Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, yang anaknya sedang sakit. Ketika pegawai itu mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya, lalu meminta supaya Yesus datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.

Maka kata Yesus kepadanya, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” Pegawai istana itu berkata kepada-Nya, “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.” Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka, “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.” Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya, “Anakmu hidup.” Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

Seluruh ciptaan telah berdosa (Kej. 3), maka pembaharuan yang akan terjadi meliputi seluruh ciptaan, baik manusia maupun alam semesta. Ciri-ciri Yerusalem baru adalah: (1) sukacita, kegirangan dan kesukaan, dan tidak ada kebusukan; (2) kemakmuran, hasil buminya akan sangat tinggi karena manusia menikmati hasil pekerjaannya (ay. 21-24; bdk. Kej. 3:17: “dengan susah payah engkau akan mencari rezekimu”); (3) Damai sejahtera dalam diri dan dalam hubungan antar manusia. Persekutuan umat terwujud sempurna karena hak perseorangan dan penghayatan persekutuan tidak bertentangan, melainkan bertumbuh terpadu dan harmonis. Komunikasi spontan dan penuh terjadi antara Allah dan manusia.

 Pemulihan yang besar dan dahsyat. Langit dan bumi baru merupakan janji pemulihan dan pembaruan yang besar dan dahsyat. Kepastiannya dijamin oleh Sang Pencipta yang Maha Besar dan Agung, melalui karya Yesus Kristus. Kini, kita sedang menantikan penggenapan sempurna. Sebelum masa itu tiba, nantikanlah langit dan bumi baru itu dengan penghayatan iman, pengharapan, dan kesetiaan penuh kepada Allah.


Isilah hari-hari penantian penggenapan dalam hidup kita dengan semangat dan gairah menatap ke depan yang penuh pengharapan dan cita-cita.

Sambutan orang-orang Samaria terhadap Yesus (Yoh. 4:1-42) begitu baik. Mereka percaya pada Yesus meski tak ada satu mukjizat pun yang Dia lakukan. Berbeda dengan orang-orang di Yerusalem dan Galilea. Mereka tertarik mengikuti Yesus karena mukjizat yang Dia lakukan (ayat 45). Sambutan salah mereka kelak akan bermuara pada penolakan terhadap Yesus, yang datang dengan misi utama menggenapi rencana penyelamatan Allah, bukan berbuat mukjizat. Namun mengapa Yesus tetap menuju Galilea, meski Ia tahu bahwa Ia akan tidak diterima?

Peristiwa anak pegawai istana ini menunjuk pada transisi yang benar. Semula pegawai istana mencari Yesus karena butuh mukjizat. Ia tipikal semua orang Galilea yaitu percaya kalau ada tanda. Namun oleh anugerah Allah melalui teguran Yesus, orang itu akhirnya percaya karena perkataan Yesus (ayat 50). Inilah iman sejati yaitu iman yang berdasarkan firman dan menyambut Yesus, dengan atau tanpa mukjizat.

Yesus menyuruh dia pulang karena anaknya hidup. Lalu dengan iman pada perkataan Yesus ia kembali ke rumah (ayat 50). Benar saja, ketika di dalam perjalanan ia diberi tahu bahwa anaknya hidup (ayat 51). Pegawai istana menyaksikan mukjizat (ayat 52) dan ia percaya. Iman pegawai istana ini dikaitkan dengan perkataan Yesus, bukan dengan mukjizat (ayat 50, 53). Perkataan yang berkuasa itulah yang membuat ia dan seluruh keluarganya menjadi percaya (ayat 53).

Yohanes secara selektif mencatat mukjizat yang Yesus lakukan. Mukjizat pertama adalah air menjadi anggur di pesta nikah di Kana. Penyembuhan ini adalah tanda kedua. Kedua tanda itu memperjelas fakta bahwa Yesus adalah pembaru hidup (ayat 4:14). Mukjizat Yesus dalam catatan Yohanes bukan sekadar keajaiban, tetapi petunjuk yang mengarahkan orang untuk percaya pada Yesus, Sang pemberi hidup.

Janganlah kebutuhan akan pertolongan dan mukjizat bagi kebutuhan sementara kita membuat fokus dan motif iman kita bergeser, tidak lagi pada yang kekal dan pada Yesus!

DOA: Bapa surgawi, Engkau menyediakan segalanya bagiku dan juga pelindungku yang sejati. Engkau menyerahkan Putera-Mu terkasih bagi diriku sehingga semua janji-Mu akan menjadi suatu realitas dalam kehidupanku. Aku mengasihi-Mu, ya Allahku, dan aku mempercayakan hidupku kepada-Mu. Amin.


Yoh 4:43-54
Lihat anakmu hidup

Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.