Bacaan dan Renungan Senin, 15 April 2019 – Pekan Suci

“Ia tidak berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan.”


42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. 42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. 42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. 42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. 42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: 42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, 42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.



Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.


(atau) Tuhan adalah terang dan keselamatanku.

Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?Ketika penjahat-penjahat menyerang untuk memangsa aku, maka lawan dan musuh itu sendirilah yang tergelincir dan jatuh.Sekali pun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku; sekali pun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Salam, ya Raja kami. Hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.



“Biarkanlah Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.”


12:1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 12:2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 12:5” Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 12:7 Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. 12:8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” 12:9 Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. 12:10 Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, 12:11 sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.


Tuhan bernubuat melalui Nabi Yesaya: “Lihat, itu hambaKu yang Kupegang, orang pilihanKu yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh RohKu ke atasnya supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya atau memperdengarkan suaranya di jalan.” (Yes 42:1-2).


Kata-kata ini menunjukkan kemiripan dengan apa yang dikatakan sendiri oleh Bapa di surga sebagai sebuah kesaksian: “Inilah Anak yang Kukasihi kepadaNya Aku berkenan” Tuhan juga tidak menghancurkan mereka yang kecil, lemah dan cacat. Mereka ini adalah sahabat Tuhan. Mereka ini seperti “Buluh yang patah terkulai yang tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya”.(Yes 42: 3-4).


Hamba Tuhan juga dipanggil untuk tugas penyelamatan, menjadi terang bagi bangsa-bangsa, menyembuhkan mereka yang  buta, membebaskan para tawanan serta mengeluarkan mereka yang duduk dalam kegelapan. Tugas mulia Hamba Tuhan yang menderita ini disempurnakan oleh Yesus. Tugas kenabian yang Dia lakukan dihiasi dengan penderitaanNya. Dalam Injil, Ia sendiri mengatakan tentang hari penguburan dan kemuliaanNya.


PerkataanNya ini diperkuat oleh rencana pembunuhan terhadap diriNya yang dilakukan oleh para imam kepala karena Ia membangkitkan Lazarus dan banyak orang menjadi percaya kepadaNya.


“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.” (Yes 42:6-7), demikian firman Allah kepada Yesaya, kepada kita semua umat beriman.


Kita semua dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya penyelamatan, antara lain ‘untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dst..”. Mungkin yang buta atau terhukum secara phisik tidak ada atau hanya sedikit, namun yang secara  spiritual atau rohani cukup banyak. Maka marilah kita perhatikan mereka yang buta dan terhukum secara spiritual, antara lain mereka yang bersikap mental materialistis, tentu saja dari diri kita sendiri diharapkan tidak bersikap mental materialistis. Kita hayati tiga keutamaan utama yaitu: iman, harapan dan cintakasih, dan yang terbesar adalah cintakasih. Wujud keutamaan cintakasih antara lain ‘sabar, murah hati, tidak pemarah, siap sedia mengharapkan, menanggung dan mengerjakan segala sesuatu” (lihat 1Kor 13:4-7). Murah hati itulah yang mungkin kita hayati dan sebarluaskan. Murah hati secara harafiah berarti hatinya dijual murah alias memberi perhatian kepada siapapun tanpa pandang bulu, dan tentu saja lebih-lebih mereka yang buta dan terhukum secara spiritual. Hendaknya tidak takut dan gentar dalam menyelamatkan mereka, karena tangan Tuhan senantiasa memegang tangan kita alias Tuhan senantiasa menyertai kita. Bersama dan bersatu dengan Tuhan kita akan mampu mengasihi siapapun tanpa pandang bulu.


Ketakutan yang dirasakan oleh manusia bersumber dari rasa ketidakmampuan dan ketidakberdayaannya untuk mengatasi suatu konflik atau krisis yang terjadi dalam hidupnya.Ketika menghadapi tantangan dan serangan yang begitu hebat dari musuh-musuhnya (2-3), Daud tidak hancur, tidak gentar, dan tidak meragukan Allah sedikit pun. Ia pasti mempunyai kunci hidup tegar dan kokoh menghadapi krisis, yang sangat diperlukan oleh orang Kristen di Indonesia supaya orang Kristen dapat melewati setiap badai yang saat ini melanda negara kita dengan tetap teguh berpegang pada kebenaran iman kristen. Apa saja kunci itu?


Daud tidak membiarkan pikiran dan hatinya dikuasai oleh krisis yang dihadapi sehingga hanya terpaku kepada krisis saja. Sebaliknya ia tetap memfokuskan pikirannya kepada kebesaran dan siapakah Allah bagi dirinya (1). Orang Kristen yang terpaku kepada permasalahan hidupnya cenderung membesar-besarkan masalah itu. Jika ia terfokus kepada Allah maka masalah apa pun akan terlihat kecil sehingga ia tidak akan gentar. Namun yang harus diingat adalah apa yang dilakukan Daud bukanlah seperti yang diajarkan oleh kekuatan berpikir positif dari gerakan zaman baru. Ketika Daud berhasil menghadapi dan mengatasi krisis yang terjadi, hal itu dikarenakan Allah secara pribadi yang bertindak (6). Tindakan Allah ini bukan didorong karena kekuatan pikiran Daud namun karena hubungan pribadi yang indah antara Daud dan Allah (4). Orang yang mempunyai hubungan yang indah dengan Allah adalah orang yang tinggal di Rumah Allah (5). Akankah Allah diam saja ketika tamunya diganggu kenyamanan dan keamanannya? Kedekatan Daud dengan Allah tidak dicapai melalui aktivitas agama maupun aktivitas rohani yang bernuansa magis. Kedekatan itu dibina melalui kehidupan doa yang sehat dimana ketergantungannya kepada Allah sangat diutamakan (7- 12).



Renungkan: Pikiran yang terfokus kepada Allah dan membina hubungan yang dekat dengan-Nya melalui doa, membuat Daud optimis menjalani kehidupannya walaupun situasi dan kondisi tidak mendukung (13-14). Ketakutan apa yang membayangi hidup Anda saat ini? Masa depan? Karier? Usaha? Kondisi politik, sosial, dan ekonomi yang tidak stabil? Lakukan 2 hal seperti yang dilakukan oleh Daud!


Pada masa itu tidak semua orang dapat menggunakan minyak wangi apalagi membelinya. Selain mahal, biasanya minyak itu hanya digunakan untuk mengurapi kepala raja. Namun Maria menggunakannya untuk membasuh kaki Yesus. Perbuatan Maria ini tentunya menimbulkan pertanyaan banyak orang yang hadir saat itu, terutama Yudas Iskariot. Yudas lebih mempertimbangkan keuntungan yang akan didapat bila minyak narwastu itu dijual demi kepentingan orang miskin. Murnikah keinginan Yudas? Sayang sekali, sebab motivasinya hanyalah untuk menumpuk keuntungan. Pelayanan Yudas lebih tertuju kepada kepentingan diri sendiri.


Pelayanan yang tertuju kepada Tuhan. Maria memahami bahwa perbuatannya ini pasti mengundang pertentangan. Namun tujuannya hanya satu yaitu melayani Yesus. Maria tidak mempedulikan reaksi negatif Yudas terhadap perbuatannya, dia tetap melayani Yesus. Maria dan Yudas sama-sama melayani Tuhan. Pelayanan yang satu tertuju kepada Tuhan, yang satu tertuju kepada dirinya sendiri. Bagaimana dengan pelayanan kita?


Doa: Murnikanlah pelayanan kami Tuhan, agar tertuju hanya untuk kemuliaan-Mu. Tuhan Yesus, aku tahu bahwa walaupun sekiranya aku merupakan satu-satunya orang yang membutuhkan penyelamatan dari-Mu, Engkau akan tetap datang dan mati untuk diriku. Tolonglah aku untuk menanggapi kasih-setiaMu dengan memuji-muji Engkau dan melayani Engkau dengan segenap hatiku. Tuhan, aku sungguh mengasihi Engkau! Terpujilah nama-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin. (Lucas Margono)


15. Tuhan, berikan aku kebijaksanaan-Mu agar aku mau menderita jika hal itu diperlukan untuk hal yang lebih besar bagi diriku,keluarga, komunitas, dan masyarakat di sekitarku. Amin.



Tuhan, berikan aku kebijaksanaan-Mu agar aku mau menderita jika hal itu diperlukan untuk hal yang lebih besar bagi diriku,keluarga, komunitas, dan masyarakat di sekitarku. Amin.


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan yang tepat untuk pekan suci dan paskah
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: