Bacaan dan Renungan Senin 12 April 2021 Paskah II

“Ketika para rasul berdoa, mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”

4:23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. 4:24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 4:25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 4:26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. 4:27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, 4:28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. 4:29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. 4:30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” 4:31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.


Mazmur 2:1-3.4-7a.7b-9
Ref. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Mu, ya Tuhan

Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari kita!”Dia, yang bersemayam di surga, tertawa; Tuhan memperolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya, Ia mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!”Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan: Ia berkata kepadaku, “Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Kol 3:1)
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.


Bacaan  Injil : Yohanes 3:1-8 


“Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

3:1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” 3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” 3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Doa seperti apa yang harus dipanjatkan umat Tuhan saat menghadapi tantangan iman? Doa untuk peperangan rohani. Menurut Paulus, doa adalah salah satu dari senjata rohani untuk melawan musuh-musuh Allah (Ef 6:10-18).

Apa yang dilakukan jemaat mula-mula merupakan tanggung jawab mereka terhadap pelayanan berita Injil. Mereka merespons apa yang baru saja dialami Petrus dan Yohanes dengan berdoa. Doa mereka bukan sekadar berdoa bersama-sama dengan kumpulan orang banyak atau dengan suara nyaring. Doa mereka menekankan kesatuan hati dan kebulatan tekad. Kata “berseru bersama” ini digunakan juga dalam Kis 1:14; 2:46; dan Rm 15:6 untuk menunjuk pada kesehatian orang percaya. Penekanan pada kata berseru bersama-sama di ayat ini menunjukkan sikap serius menyatukan hati, memberi dorongan dan dukungan bagi para rasul dalam menghadapi para musuh.

Isi doa mereka menunjukkan kesadaran bahwa yang sedang Petrus dan Yohanes hadapi bukan perlawanan terhadap pribadi, tetapi terhadap jemaat Tuhan dan Tuhan sendiri. Mereka mulai dengan pengakuan bahwa Tuhanlah pencipta alam semesta dan segala isinya (ayat 24). Mereka sadar bahwa ada oknum di dunia ini yang bermufakat melawan Allah. Mazmur 2 yang ditujukan kepada musuh-musuh Israel, diaplikasikan kepada para pemimpin agama dan pemimpin politik saat itu yang telah memusuhi dan membunuh Yesus (ayat 27). Karena itu doa mereka dilanjutkan dengan permohonan agar kuasa Tuhan melindungi mereka bahkan memberikan keberanian untuk terus memberi kesaksian tentang Kristus, bahkan dengan demonstrasi kedaulatan-Nya (ayat 29-30).

Masihkah doa kita hanya berisi permohonan berkat dan kelimpahan? Mulailah berdoa untuk peperangan rohani yang sedang dihadapi gereja Tuhan. Dunia yang dibelenggu dosa dan roh-roh jahat yang merajalela menjadi musuh yang harus diperangi. Pada saat yang sama, manusianya adalah ladang menguning yang harus dituai!

Ingat penggalan lagu ini “Tuhan di pihak kita, siapakah lawan kita? Tidak ada!” Lagu sekolah minggu ini menggambarkan keyakinan iman anak-anak Tuhan bahwa sebagai milik Tuhan hidup kita dijamin oleh Dia.

Pemazmur merasakan keyakinan yang sama saat menyaksikan penahbisan raja Israel yang baru. Israel adalah negara kecil dan muda. Ia hadir di tengah-tengah banyak bangsa yang relatif lebih besar dan yang tak sedikit bersikap bermusuhan dan hendak menjajahnya. Bagi pemazmur, sikap bangsa-bangsa musuh yang hendak menjegal raja Israel sama saja dengan memusuhi TUHAN (Yahweh). Sungguh nekat! Siapa yang dapat bertahan melawan Sang Pemilik Israel, yang telah meneguhkan takhta Israel pada pundak Daud dan keturunannya? Hanya raja urapan Tuhanlah yang mewarisi ujung bumi (ayat 8). Oleh karena itu, pemazmur mengimbau bangsa-bangsa untuk menerima pengajaran, takluk kepada Tuhan dan menyembah Dia, Allah yang sejati (ayat 10-11). Jangan sampai murka Tuhan menerpa dan kehancuran menimpa (ayat 12).

Umat Kristen masa kini pun dapat bersorak dan beribadah dengan sukacita tanpa perlu merasa khawatir karena Tuhan Yesuslah yang telah menggenapi penyebutan istimewa Sang Raja sebagai Anak Allah dan Mesias (Kis 4:25-26). Bapa menundukkan seisi dunia di bawah kaki Mesias. Semua bangsa dan setiap manusia yang tidak mau bertobat akan mendapatkan balasannya. Begitu pula pihak-pihak yang merongrong umat-Nya. Sekali kelak mereka akan dihancurkan dan musnah tak berbekas.

Di tahun ini realitas hidup umat Tuhan tidak semakin ringan. Justru tantangan semakin kuat untuk menolak ketuhanan Yesus dan kesaksian Kristen terhadap Dia. Namun Dia yang sudah melalui penderitaan dahsyat kini memerintah sebagai Tuhan dan Raja. Kita bukan hanya bisa bertahan bahkan mampu menyuarakan kebenaran tentang Kristus ini kepada semua orang. Dengan nada kemenangan!

Siapakah Nikodemus? Ia seorang Farisi, suatu kelompok keagamaan Yahudi yang terkenal karena ketaatan mereka menjalankan hukum Taurat. Ia juga pemimpin agama Yahudi. Dengan demikian pengetahuan dan kesalehan Nikodemus tidak perlu diragukan.

Nikodemus datang kepada Yesus karena tertarik pada Yesus dan menghormati Dia (ayat 2). Yesus berkata Nikodemus perlu dilahirkan kembali agar mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (ayat 3, 7). Ini menarik karena Yesus menjelaskan hal itu kepada Nikodemus yang memiliki latar belakang agama Yahudi yang demikian kental. Yesus kemudian menjelaskan bahwa orang baru dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah kalau dilahirkan dari air dan Roh (ayat 5). Hal ini merujuk kepada Yeh 36:25-27. Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa air adalah tanda pentahiran, sedangkan Roh diberikan untuk memberikan pembaharuan. Ini menegaskan bahwa dosa telah membuat semua orang tidak layak masuk ke dalam kemuliaan Tuhan, kecuali bila dibaharui Roh.

Jawaban-jawaban Nikodemus menunjukkan bahwa ia tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakan oleh Yesus, walaupun ia adalah ahli Kitab Suci (ayat 4, 9-10). Ternyata orang dengan pengetahuan agama dan kesalehan yang kuat seperti Nikodemus belum tentu mengerti dan mengalami kelahiran baru. Padahal orang harus dilahirkan kembali agar menikmati dan mengalami kehidupan yang bersifat surgawi (ayat 8, 12). Bagaimana orang dapat dilahirkan kembali? Yoh 1:12-13 menjelaskan bahwa orang yang menerima Yesus dan percaya dalam nama-Nya akan menjadi anak-anak Allah. Jika kita percaya akan Yesus maka kita akan dilahirkan kembali dan karena itu akan menerima hidup kekal.

Kebingungan Nikodemus kiranya membuat kita bercermin, berapa lama kita telah menjadi Kristen? Apakah kita telah mengalami pembaharuan rohani melalui kelahiran kembali? Bila belum, undanglah Yesus masuk ke dalam hidup Anda. Bila sudah, bagikan hal ini kepada orang lain.

Renungkan,  Nikodemus, seorang Farisi datang kepada Yesus dan berbicara dengan-Nya. Ia terbuka untuk berdialog dengan Yesus. Ia mengakui Yesus sebagai seorang Guru yang diutus oleh Allah. Manusia baru hanya bisa dilahirkan kembali dari air dan Roh.

DOA: Tuhan Yesus, bukalah telingaku agar dapat mendengar suara-Mu. Tolonglah aku agar dapat mendengar suara-Mu lewat pembacaan Kitab Suci, dalam Misa Kudus, dan selagi aku menjalani hidupku sehari-hari di tengah dunia ini. Aku sungguh ingin mengetahui kehendak-Mu dalam setiap situasi yang kuhadapi. Terima kasih, ya Tuhan Yesus. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.



Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.