Kebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia.Roh Tuhan memenuhi seluruh dunia.

Kasihilah kebenaran, hai para penguasa dunia.Hendaklah pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas,dan carilah Dia dengan tulus hati.Ia membiarkan diri-Nya ditemukan oleh orang yang tidak mencobai-Nya.Ia menampakkan diri kepada semua yang tidak menaruh syak wasangka terhadap-Nya. Pikiran bengkang-bengkung menjauhkan dari Allah, dan oran bodoh yang menguji kekuasaan-Nya pasti dienyahkan.Sebab kebijaksanaan tidak masuk ke dalam hati keruh,dan tidak pula tinggal dalam tubuh yang dikuasai dosa. Roh pendidik yang suci menghindarkan tipu daya,dan pikiran pandir dijauhinya.

Sebab kebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia,tetapi si penghojat tidak dibiarkannya terluput dari hukuman karena ucapan bibirnya.Memang Allah menyaksikan hati sanubarinya,benar-benar mengawasi isi hatinya dan mendengarkan ucapan lidahnya.Sebab roh Tuhan memenuhi seluruh ,dan Dia yang merangkum segala-galanya tahu apa saja yang disuarakan.

Ref:Tuntunlah aku di jalan yang kekal, ya Tuhan.

Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri,Engkau mengerti pikiranku dari jauh.Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring,segala jalanku Kaumaklumi.Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan.Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku,dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu,terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu,ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana;jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati,Engkau pun ada di situ.Jika aku terbang dengan sayap fajar,dan membuat kediaman di ujung laut,di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku,dan tangan kanan-Mu memegang aku.

Hendaklah di dunia ini kalian bersinar seperti bintang-bintang sambil berpegang pada firman kehidupan.

Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kembali kepadamu dan berkata, ‘Aku menyesal’, engkau harus mengampuni dia.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,”Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan! Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya.Lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya,lalu ia dilemparkan ke dalam laut,daripada ia menyesatkan salah seorang yang lemah ini.Jagalah dirimu!Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia.Dan jika ia menyesal, ampunilah dia.Bahkan jika ia berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata, ‘Aku menyesal,’engkau harus mengampuni dia.”

Lalu para rasul berkata kepada Tuhan,”Tambahkanlah iman kami!”Tetapi Tuhan menjawab,”Jika kalian memiliki iman sebesar biji sesawi,kalian dapat berkata kepada pohon ara ini,’Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut,’maka pohon itu akan menurut perintahmu.”

Beberapa nasihat dalam perikop ini saling berkaitan satu sama lain karena merupakan aspek-aspek dari karakter murid. Setiap aspek hanya mungkin dikembangkan bila aspek lain diikutsertakan dan juga ikut dikembangkan. Orang yang mengabaikan salah satu aspek, atau hanya menekankan aspek tertentu saja tidak mungkin menjadi murid yang berkenan kepada Tuhan.

Aspek pertama yang dibahas adalah menegor dan mengampuni dosa (ayat 3-4). Orang Kristen yang tidak menegor ada dalam bahaya membiarkan penyesatan terjadi atau bahkan turut serta dalam penyesatan (ayat 1-2). Orang yang bersalah sering tidak menyadari kesalahannya sehingga perlu kehadiran orang lain untuk menegornya. Orang Kristen yang tidak menegor berarti bersikap tidak peduli terhadap keselamatan orang lain. Sebaliknya menegor dosa harus diimbangi pula dengan mengampuni dosa. Orang yang bertobat atas kesalahannya harus diberi kesempatan untuk memperbarui dirinya.

Aspek kedua adalah mengenai iman (ayat 5-6). Bagi para murid, menjadi Kristen yang peka terhadap dosa dan siap memberi pengampunan membutuhkan iman yang besar. Namun, Yesus mengajar bahwa yang penting bukan besar-kecilnya iman melainkan bagaimana iman itu dikerjakan. Maka rintangan sebesar apapun akan teratasi. Kerjakanlah penegoran atas dosa, dan pengampunan sebagaimana Allah sudah mengampunimu. Itulah buah imanmu.

Aspek ketiga adalah mengenai ketaatan sebagai hamba (ayat 7-10). Murid yang beriman mendapatkan kekuatannya justru dari ketaatannya sebagai hamba. Sumber kekuatan untuk menegor dan mengampuni dosa adalah ketaatan sepenuhnya kepada Allah. Jadi semua aspek kemuridan ini berkait satu sama lainnya.

Renungkan: Iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata akan menghasilkan karakter Kristen yang menjadi berkat bagi sesama.

DOA: Tuhan Yesus Kristus, Engkau adalah Hikmat Bapa surgawi. Karena kasih, Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkan dan membebas-merdekakan kami. Oleh Roh Kudus-Mu, bentuklah hati kami agar dapat menjadi bijaksana seperti hati-Mu sendiri dan yang memusatkan perhatian pada kesederhanaan hidup. Amin. (Lucas Margono)

“Jika kalian memiliki iman sebesar biji sesawi, kalian dapat berkata kepada pohon ara ini, ‘Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut,’ maka pohon itu akan menurut perintahmu

Bacaan dan renungan ini diambil dari Carekaindo

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.