Bacaan dan Renungan Senin 11 Januari 2021 Pekan Biasa I

Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.

Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah telah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat, sebagaimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata,
“Anak-Ku Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan.” ataupun: “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku.” Lagi pula, ketika mengantar pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”


Ref: Hendaklah semua malaikat sujud menyembah Allah.

Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Segala dewata sujud menyembah Allah.Sebab, ya Tuhan, Engkaulah Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.


Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon.
Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.” Mereka segera meninggalkan jalanya, dan mengikuti Yesus.

Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.

Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes adalah murid -murid pertama yang dipanggil Yesus. Keempat orang itu dipanggil saat mereka sedang bekerja. Mereka berlelah dan bekerja untuk menghidupi keluarganya. Pekerjaan yang mereka geluti adalah nelayan. Tetapi ada apa dengan Yesus sehingga tiba-tiba saja Ia datang menghampiri dan tanpa basa basi memanggil mereka?

Sebenarnya panggilan Yesus bukanlah tiba-tiba. Ada tiga hal menarik ditemukan di sana. Yesus sementara berjalan, melihat dan kemudian memanggil. Jadi sesungguhnya panggilan Yesus kepada murid-murid-Nya sudah melalui beberapa proses atau tahapan. Ingat, selama 30 tahun sebelum tampil di depan publik, Yesus telah berjalan ke mana- mana. Ia sudah melihat dan mengamati dari dekat masyarakat sebangsa-Nya dan kini tibalah saat bagi-Nya untuk menentukan pilihan.

Tapi hal lain yang menarik pula adalah Yesus memanggil mereka dengan menggunakan kata-kata yang sederhana dan membumi, bahasa yang sesuai dengan identitas para nelayan. Yesus menggunakan kata-kata yang sederhana dan membumi, bahasa yang sesuai dengan identitas para nelayan. Yesus menggunakan istilah ‘penjala ikan menjadi penjala manusia’.’Ikutlah Aku, kamu akan Kujadikan penjala manusia’. Yesus membuat para murid yang dipanggil-Nya mengerti dengan sangat gampang bahwa tugas baru mereka tidak lagi berurusan dengan ikan tetapi manusia. Hidup mereka menjadi jala. Jala yang akan menangkap orang untuk keselamatan.

Kita semua adalah orang yang dipanggil Tuhan. Tuhan telah berjalan bersama dengan kita. Ia melihat dari dekat siapa kita dan hidup kita. Ia mengenal kita. Bahkan Ia memanggil kita dengan nama kita masing-masing. Yesus sangat menghargai potensi yang kita miliki. Ia mau memakai kita sebagai perpanjangan tangan-Nya. Latarbelakang dan profesi kita menjadi jalan bagi pelayanan. Marilah menjadi orang-orang yang memiliki orientasi keselamatan.

Renungan diambil dari : Percikan Hati Vol 19 No.5 Januari 2021



Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.