Bacaan dan Renungan Selasa 25 Mei 2021 Pekan Biasa VIII

Memenuhi hukum Tuhan itu sama dengan mempersembahkan banyak kurban, dan memperhatikan segala perintah Tuhan itu sama dengan mempersembahkan kurban keselamatan. Membalas kebaikan hati orang sama dengan mempersembahkan kurban sajian, dan memberikan derma sama dengan menyampaikan kurban syukur. Yang direlai oleh Tuhan ialah menjauhi kejahatan, dan menolak kelaliman itu sama dengan kurban penghapus dosa.

Jangan tampil di hadirat Tuhan dengan tangan kosong, sebab semuanya wajib menuruti perintah Tuhan. Persembahan orang jujur melemaki mezbah, dan harumnya sampai ke hadapan Yang Mahatinggi. Tuhan berkenan akan kurban orang yang jujur, dan takkan melupakannya. Muliakanlah Tuhan dengan kemurahan, dan buah bungaran di tanganmu janganlah kausedikitkan. Bawalah pemberianmu dengan muka riang, dan dengan suka hati sertakanlah bagian sepersepuluh menjadi barang kudus. Berikanlah kepada Yang Mahatinggi sesuai dengan apa yang diberikan-Nya kepadamu: itupun harus dengan murah hati dan seturut penghasilanmu. Sebab Tuhan pasti membalas, dan akan membalas engkau tujuh kali lipat.

Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab Ia tidak akan terima! Jangan menaruh harapan pada kurban kelaliman. Sebab Tuhan adalah hakim yang tidak memihak.

Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Daku, perjanjian yang dikukuhkan dengan kurban sembelihan!” Maka langit memberitakan keadilan-Nya: Allah sendirilah Hakim!Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman! Dengarkanlah, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku!Persembahkanlah syukur sebagai kurban kepada Allah, dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah!Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau.” Maka Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

“Berikanlah kepada Yang Mahatinggi perpadanan dengan apa yang Ia berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu” (Sir. 35:9). Sering kali karena kesibukan melayani dan membantu di dalam hidup menggereja, kita lupa akan tanggung jawab kita sebagai bagian dari keluarga atau bahkan sebagai kepala keluarga. Tuhan senang dengan pengurbanan kita, pemberian diri kita, tetapi bukan berarti kita melupakan tanggung jawab utama kita sebagai orang yang dipanggil untuk membangun keluarga Kristiani.

Totalitas di dalam menjalani apa yang kita imani berarti kita berani bersikap adil. Tuhan hadir melalui hidup menggereja dan juga keluarga kita. Keluarga itu sendiri adalah gereja kecil. Kita diajak untuk menghidupi kasih dalam keluarga. Kita diajak untuk belajar berkurban dengan tulus. Apa yang disampaikan Yesus dalam Injil Markus mau mengingatkan kita bahwa hendaknya tantangan, kesulitan, dan cobaan di dalam pelayanan mempererat hubungan keluarga dan hidup menggereja kita. Beranikah kita memberi diri secara total dalam hidup untuk keluarga  dan Gereja kita?


Ya Bapa, kuatkanlah hati kami agar berani menjadi saksi-Mu dengan tulus hati tanpa melupakan tanggung jawab utama kami sebagai seorang pribadi. Amin.


Sumber Renungan: Ziarah Batin 2021



Baca sumber renungan harian Katolik disini

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.