Bacaan dan Renungan Selasa 16 Februari 2021 Pekan Biasa VI

Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi

Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi semakin besar, dan kecenderungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Bersabdalah Tuhan, “Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan, dan binatang-binatang melata maupun burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan.

Maka bersabdalah Tuhan kepada Nuh, “Masuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betina. tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; Juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpeliharalah hidup keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.


Ref: Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.

Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.Allah yang mulia mengguntur, di dalam bait-Nya setiap orang berseru, “Hormat!” Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

Jika seorang mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.


Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes

Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya, “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain, “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.”

Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat? Dan Kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka, “Dua belas bakul.” “Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu,berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul.”Lalu kata Yesus kepada mereka, “Masihkah kalian belum mengerti?”

Perbuatan, tindakan, dan pikiran dosa sekali dilakukan akan berkembang terus. Benih dosa akan berkembang, jika tanah atau lingkungan untuk itu subur. Dosa kemudian menjadi sebuah kebiasaan, sebuah habitus kehidupan, dan tidak dianggap dosa lagi. Itulah yang terjadi pada zaman Nuh seperti dikisahkan dalam Kitab Kejadian dalam bacaan pertama pada hari ini. Melihat kecenderungan hati manusia yang tidak bisa lagi melihat kebaikan, Allah menurunkan air bah selama empat puluh hari. Semua manusia dan kehidupan mati, kecuali Nuh dan orang-orangnya, dan semua hewan dan tumbuhan yang diselamatkan dalam bahteranya. Allah membersihkan untuk menumbuhkan tunas kehidupan yang baru. Nuh adalah sisa kecil yang setia dan jujur.

Salah satu hal yang menyebabkan kejahatan adalah nafsu kuasa dalam bidang apa saja. Kuasa dan kekuasaan sejatinya adalah sebuah otoritas yang melayani demi kebaikan bersama. Namun, ketika menyimpang, maka dia akan menjadi malapetaka. Karena itu, Yesus mewanti-wanti para murid-Nya untuk berjaga-jaga, waspada selalu. “berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes” (Mrk. 8:15). Orang Farisi dan Herodes adalah simbol kekuasaan agama dan politik. Ragi adalah ajaran, ideologi, sistem, dan struktur yang mereka gunakan untuk menjalankan kekuasaannya sesuai dengan kepentingannya. Farisi terkenal dengan kemunafikannya, Herodes terkenal dengan kelicikan dan kebengisannya. Hati-hatilah terhadap pengaruh roh seperti itu.

Ya Tuhan, bebaskanlah kami karena dari kecenderungan dosa. Ajarlah kami untuk menyadari pengaruh dan benih dosa yang ada dalam pikiran, perasaan, keinginan, tindakan, dan perbuatan kami secara pribadi maupun secara bersama dalam masyarakat. Semoga kami menjadi ragi yang baik bagi semua orang. Amin.


Renungan diambil dari Ziarah Batin 2021



Mrk 8:14-21
Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes


Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.