Bacaan dan Renungan Selasa 12 Januari 2020 Pekan Biasa I

Yesus disempurnakan dengan penderitaan.

Saudara-saudara, dunia yang akan datang, yang sedang kita bicarakan, ditaklukkan oleh Allah bukan kepada malaikat-malaikat. Sebab ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam Kitab suci, “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Atau apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun untuk waktu yang singkat Engkau telah membuatnya hampir setara dengan Allah, dan memahkotai dia dengan kemuliaan dan semarak; segala-galanya telah Kautundukan di bawah kaki-Nya.” Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada Yesus, tidak ada suatu pun yang dikecualikannya, artinya yang tidak ditaklukkan kepada Yesus. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya. Yang kita lihat ialah bahwa untuk waktu yang singkat Yesus telah direndahkan sedikit di bawah malaikat-malaikat, tetapi oleh derita kematian-Nya Ia telah dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Dan berkat kasih karunia Allah Yesus mengalami maut bagi semua orang. Memang Allah menjadikan segala sesuatu bagi diri-Nya dan mengantar banyak orang kepada kemuliaan. Maka sudah sepatutnya Ia pun menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. Sebab Dia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan semua berasal dari Yang Satu. Itulah sebabnya Yesus tidak malu menyebut mereka saudara, ketika Ia berkata, “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji Engkau di tengah-tengah umat.”


Ref: Engkau membuat Anak-Mu berkuasa atas segala buatan tangan-Mu.

Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi! Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.Domba, sapi dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.

Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagaimana sebenarnya, sebagai sabda Allah.


Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa.

Pada suatu malam Sabat Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di kota Kapernaum dan mengajar di sana. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: yakni Yang Kudus dari Allah.”

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya,”Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa.
Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya.”Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.

Sejak semula, setan tidak pernah berhenti mengganggu manusia. Selalu ada saja trik yang digunakan untuk menghancurkan kehidupan manusia. Persatuan antara Tuhan dan manusia merupakan hal yang paling tidak disukai setan. Oleh karena itu setan selalu berupaya untuk membuat manusia menjauhi bahkan melawan Tuhan. Maka satu kata saja untuk setan, yakni ‘lawan’.

Saat Yesus, sedang mengajar di rumah ibadat, tiba-tiba ada seorang yang kerasukan roh jahat dan meneriaki Yesus. Ia menantang kuasa Yesus. “Diam, keluarlah dari padanya.” Yesus langsung memerintahkan setan untuk keluar dari tubuh orang itu. Itu adalah perintah yang singkat tetapi mengandung kekuatan besar dan langsung mengalahkan kuasa setan. Banyak orang yang menyaksikan hal itu menjadi heran. Yesus yang dikenal sebagai seorang guru ternyata memiliki kuasa mengusir setan.

Para sahabat, hidup kita memang tidak pernah sepi dari gangguan kuasa kegelapan. Kuasa setan selalu menarik kita untuk menjauh dari Tuhan. Kesombongan dan keegoisan ialah contoh konkrit dari bagaimana kuasa ini menarik kita untuk menjauhi Tuhan. Maka kita diminta untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan. Tuhan Yesus adalah sumber kebijaksanaan hidup dan juga sumber kekuatan maha dahsyat, yang sangat ditakuti oleh kuasa kegelapan. Sabda-Nya penuh daya yang membuat kita semakin hidup benar dan selalu berada dalam perlindungan-Nya. Kita mohon kekuatan dari pada-Nya agar hari demi hari kita semakin setia kepada-Nya dan bertekun dalam melaksanakan firman-Nya. Inilah cara hidup kita menjadi pribadi yang tulus dan rendah hati (BT)


Renungan Diambil dari: Percikan Hati Vol 19 No.5 Januari 2021


Mrk 1:21b-28
Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa.

Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.