Bacaan dan Renungan Selasa 04 Agustus 2020, Pekan Biasa XVIII, PW S. Yohanes Maria Vianney, Imam

Karena kesalahan dan dosamu sangat banyak, maka Aku telah memukul engkau. Tetapi Aku akan memulihkan kemah Yakub.

Tuhan bersabda kepada Yeremia demikian, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Tulislah segala perkataan yang telah Kusabdakan kepadamu dalam sebuah kitab’.”Beginilah sabda Tuhan tentang Israel, “Penyakitmu sangat payah, lukamu tak tersembuhkan! Tiada orang yang membela hakmu, tiada obat untuk bisulmu, tiada kesembuhan lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dan dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak dan besarlah jumlah dosamu!
Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu? Mengapa engkau mengaduh karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dan dosamu besar jumlahnya, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu. Dan beginilah sabda Tuhan selanjutnya, “Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya. Kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan purinya akan berdiri di tempatnya yang asli. Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka berlipat-ganda, dan mereka tidak akan berkurang lagi. Aku akan membuat mereka dipermuliakan, dan mereka tidak akan dihina lagi. Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku. Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri. Dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka. Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku?

Tuhan bersabda kepada Musa, “Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan, hari-hari pertemuan kudus yang harus kalian maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap. Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja,
adalah Paskah bagi Tuhan.Dan pada hari yang kelima belas bulan itu adalah hari raya Roti Tidak Beragi.

Tujuh hari lamanya kalian harus makan roti yang tidak beragi. Pada hari yang pertama kalian harus mengadakan pertemuan kudus. Janganlah kalian melakukan sesuatu pekerjaan berat. Kalian harus mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan tujuh hari lamanya. Pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, Janganlah kalian melakukan sesuatu pekerjaan berat.”

Tuhan bersabda pula kepada Musa, “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, ‘Apabila kalian sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepada kalian, dan kalian menuai hasilnya, maka kalian harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam. Dan imam itu harus mengunjukkan berkas itu di hadapan Tuhan, supaya Tuhan berkenan akan kalian. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat.

Kemudian kalian harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kalian membawa berkas persembahan unjukan, haruslah genap tujuh minggu. Sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh harus kalian hitung lima puluh hari. Lalu kalian harus mempersembahkan kurban sajian yang baru kepada Tuhan.

Akan tetapi tanggal sepuluh bulan ketujuh adalah Hari Pendamaian. Kalian harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan. Hari yang kelima belas bulan ketujuh itu adalah hari raya Pondok Daun bagi Tuhan, tujuh hari lamanya. Pada hari yang pertama harus ada pertemuan kudus. Janganlah kalian melakukan sesuatu pekerjaan berat. Tujuh hari lamanya kalian harus mempersembahkan kurban api-apian
dan pada hari yang kedelapan kalian harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan. Itulah hari raya Perkumpulan. Janganlah kalian melakukan sesuatu pekerjaan berat.

Itulah hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan, yang harus kalian maklumkan sebagai hari pertemuan kudus untuk mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan, yaitu kurban bakaran dan kurban sajian, kurban sembelihan dan kurban-kurban curahan, setiap hari, sebanyak yang ditetapkan untuk hari itu.”

Ref:Tuhan akan membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan.

Maka Bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan,dan semua raja bumi akan menyegani kemuliaan-Mu,bila Engkau sudah membangun Sion,dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu;bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa,dan tidak memandang hina doa mereka.Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian,dan bangsa yang akan diciptakan nanti memuji-muji Tuhan,sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus,Tuhan memandang dari sorga ke bumi,untuk mendengarkan keluhan orang tahanan,untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram,dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu.supaya nama Tuhan diceritakan di Sion,dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana,petiklah kecapi yang merdu, diiringi gambus.Tiuplah sangkakala pada bulan baru,pada bulan purnama, pada hari raya kita.Sebab begitulah ditetapkan bagi Israel,suatu hukum dari Allah Yaku;hal itu ditetapkan-Nya sebagai peringatan bagi Yusuf,waktu Ia maju melawan tanah Mesir.Janganlah ada di antaramu allah lain,dan janganlah engkau menyembah allah asing. Akulah Tuhan, Allahmu,yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.

Rabi, Engkau Anak Allah, Engkaulah raja Israel.

“Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yagn di surga akan dicabut sampai akar- akarnya.”

Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yagn di surga akan dicabut sampai akar- akarnya

Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yagn di surga akan dicabut sampai akar- akarnya

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem. Mereka berkata, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat-istiadat nenek moyang? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Yesus lalu memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkan dan camkanlah, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” Maka datanglah para murid dan bertanya kepada Yesus, “Tahukah Engkau bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang Farisi?”Tetapi Yesus menjawab, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di Surga, akan dicabut sampai akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka itu orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang.”

Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya. Di sana Ia mengajar orang di rumah ibadat mereka. Orang-orang takjub dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu?
Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Simon dan Yudas? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.”Karea ketidak-percayaan mereka itu, maka Yesus tidak mengerjakan banyak mukjizat di situ.

Hanya orang yang pernah mengalami anugerah bisa mengucap syukur dengan tulus dan sepenuh hati. Orang baru bisa menyadari anugerah kalau kepadanya disingkapkan keberdosaannya. Pasal 30-33 adalah pasal-pasal sentral dalam kitab Yeremia karena di tengah-tengah situasi yang suram karena murka Allah sedang dicurahkan dengan luar biasanya atas Yehuda, kasih dan kesetiaan Allah dikumandangkan. Seperti pelangi yang muncul seusai hujan deras membasahi bumi, demikian anugerah Allah terlihat cemerlang setelah penghukuman keras-Nya.

Hukuman dahsyat yang dialami Yehuda berupa pembuangan ke Babel adalah pantas, sesuai dengan dosa-dosa mereka. Seandainya pun mereka tidak lagi dipulihkan, itu masih di dalam keadilan Allah. Betapa tidak, ibarat penyakit, boroknya sudah membusuk (12-13), tidak ada obat yang bisa menyembuhkan, kecuali dikerat. Namun, kalau seluruh tubuh terbungkus borok membusuk, apa lagi yang bisa dikerat tanpa kehilangan nyawa?

Memang, sekarang hanya Tuhan saja yang satu-satunya dapat diandalkan. Hanya Dia saja yang dapat menyembuhkan (17). Ternyata, Tuhan tidak melupakan ikatan perjanjian-Nya dengan mereka. Perjanjian Sinai, yang walaupun secara sepihak dilanggar oleh Yehuda, tetap Allah menghargainya. Bahkan Dia tetap setia memenuhinya. Maka setelah penghukuman ada pengampunan dan pemulihan (18) Yehuda akan kembali diakui Allah sebagai umat-Nya, dan Yehuda akan menyeru Tuhan sebagai Allah mereka (22).

Kita bagaikan Yehuda yang pantas binasa karena dosa-dosa kita. Namun, Kristus adalah Tabib ajaib. Darah-Nya membasuh membersihkan bahkan menyembuhkan semua pengaruh dosa yang dahsyat merusak kehidupan. Dialah yang diutus Allah untuk melepaskan kita dari belenggu dan hukuman dosa.

Marilah kita menatap Dia yang pernah tergantung di salib untuk mendapatkan belas kasih pengampunan-Nya.

Apakah tidak mencuci tangan sebelum makan merupakan tindakan yang melanggar Hukum Taurat? Ada dua pandangan mengenai hal tersebut. Bagi orang Farisi dan ahli Taurat perbuatan itu sudah melanggar Hukum Taurat (ayat 2), tetapi Tuhan Yesus mengatakan, “Tidak.”

Ada dua alasan mengapa Tuhan Yesus menyatakan demikian. Pertama, Yesus menegur kemunafikan mereka karena menggantikan Hukum Taurat dengan ajaran tradisi mereka (ayat 3, 6). Mungkin pada mulanya tradisi-tradisi seperti itu dimaksudkan untuk mendorong dan memastikan orang Israel taat sepenuhnya terhadap Hukum Taurat. Misalnya tradisi menjanjikan persembahan uang atau harta yang diberikan ke Bait Allah, mungkin dimaksudkan supaya umat setia beribadah kepada Allah. Praktiknya tradisi ini bahkan mengizinkan seseorang untuk mengabaikan perintah Tuhan yang lebih prinsip yaitu menghormati orang tua. Kedua, sebenarnya makan dengan tangan yang belum dicuci tidak melanggar Hukum Taurat. Inti Hukum Taurat bukan terletak pada peraturan-peraturan jasmani melainkan terletak di hati. Hati yang kudus akan menghasilkan perbuatan kudus, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, Yesus mengecam tradisi yang hanya mementingkan tindakan lahiriah, tetapi mengabaikan yang Tuhan inginkan.

Betapa mudahnya seseorang jatuh ke dalam dosa kemunafikan. Sepertinya ia saleh dan setia kepada Tuhan dengan menjalankan tata peraturan agamawi, tetapi telah melanggar perintah Tuhan lainnya yang lebih penting untuk dilakukan. Bisa jadi, kita dapat bahkan sering melakukan hal yang serupa ini yaitu memutarbalikkan kebenaran firman Tuhan untuk kepentingan diri sendiri. Kita juga berperilaku seolah-olah saleh padahal hanya ingin dipuja-puji orang lain. Mungkin orang lain bisa terkecoh oleh sikap itu. Akan tetapi, Tuhan tidak dapat dikelabui sebab Ia melihat hati setiap orang.

Camkan: Menumbuhkan firman-Nya dalam hati adalah kunci untuk mencegah dosa kemunafikan.

Baca artikel dari sumbernya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.