Bacaan dan Renungan Sabtu,08 Juni 2019 – Paskah VII

“Paulus tinggal di Roma memberitakan Kerajaan Allah.”

28:16 Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya. 28:17 Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata: “Saudara-saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. 28:18 Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahanpun padaku yang setimpal dengan hukuman mati. 28:19 Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. 28:20 Itulah sebabnya aku meminta, supaya aku melihat kamu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini.” 28:30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 28:31Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Ref. Orang yang tulus akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan

Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan, takhta-Nya di surga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Sebab Tuhan adalah adil, dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Aku akan mengutus Roh Kebenaran kepadamu, sabda Tuhan. Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

“Dialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini, dan kesaksiannya itu benar.”

21:20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” 21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” 21:22 Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” 21:23 Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” 21:24 Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. 21:25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Tibalah sudah Paulus di Roma! Dengan penyertaan Allah, Paulus akhirnya sampai di tempat tujuannya, walau harus melewati perjalanan panjang yang berbahaya. Meski demikian ia tidak bisa langsung bertemu dengan Kaisar, mungkin karena masalah birokrasi atau peraturan lainnya. Paulus sendiri dikenakan tahanan rumah. Artinya, ia tidak boleh bepergian, tetapi diizinkan untuk menerima tamu.

Awalnya Paulus berusaha menjalin relasi dengan komunitas Yahudi di Roma (17). Dalam pertemuan dengan mereka, Paulus menjelaskan penyebab kedatangannya ke Roma, yakni karena tuduhan orang Yahudi di Yerusalem (17-20). Pembicaraan ini membuka kesempatan bagi Paulus untuk menjelaskan pesan Injil (21-23). Injil benar-benar diwartakan di Roma! Namun ternyata, tidak semua orang Yahudi yang mendengar Paulus mau menerima Injil (24, 29). Ini membuat Paulus mengecam mereka karena telah buta dan bersikap keras kepala hingga menolak Injil (25-28). Mungkin itulah perkataan Paulus yang terakhir kepada orang Yahudi yang enggan untuk memercayai Kristus. Namun bagi orang Yahudi yang mau percaya, ucapan Paulus itu hanyalah permulaan. Karena selama dua tahun berikutnya Paulus melanjutkan pelayanannya, memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus kepada mereka yang datang kepadanya. Baik Yahudi maupun nonYahudi (30-31).

Tidak seperti dongeng anak-anak yang selalu dikunci dengan akhir yang bahagia, Kisah Para Rasul tidak memiliki akhir. Mengapa? Karena kisah Injil Yesus Kristus berlanjut terus melalui sejarah gereja. Injil terus berkembang dan diberitakan ke seluruh penjuru dunia seperti yang Yesus katakan (Mat 18:18-20, Kis 1:8,). Kisah ini masih terus kita lanjutkan kini sampai saat Kristus datang kembali kelak. Percayai Kristus, bergantung pada kuasa Roh Kudus dan pimpinan Bapa, maka firman Tuhan akan tersebar dan mengubah hidup orang bagi kemuliaan Allah. Kisah Para Rasul memang merupakan kisah pengabaran Injil. Tanpa akhir!

Bila kita baca sepintas mazmur ini, kita akan mendapatkan kesan bahwa pemazmur sangat sombong dan tidak mau menghargai nasihat orang lain yang memperhatikan dirinya. Namun bila kita merenungkan dengan seksama, pemazmur bukanlah sombong ataupun meremehkan nasihat orang lain, tetapi pemazmur dapat melihat motivasi dan prinsip yang tersembunyi di balik nasihat yang ia terima.

Ketika ia berlindung pada Tuhan, ia dinasihatkan untuk terbang ke gunung seperti burung. Artinya Tuhan digantikan dengan gunung sedangkan kemampuan Tuhan untuk melindungi digantikan dengan kemampuan pemazmur untuk terbang. Arti lebih jauh lagi adalah jangan bersandar kepada Tuhan namun bersandarlah kepada kemampuan diri sendiri dan kekuatan-kekuatan lain yang nampak seperti kekayaan yang kita miliki. Keraguan kepada Tuhan lebih ditiupkan lewat pemaparan betapa dahsyat dan dekatnya bahaya yang akan menyerang pemazmur (ayat 2).

Pemazmur dengan tegas menolak nasihat yang berlandaskan prinsip-prinsip yang salah. Ia berlindung kepada Tuhan sebab di sanalah dasar- dasar kehidupan orang percaya. Apa saja dasar- dasar kehidupan itu? Allah ada dan bukan sekadar ada, tetapi Ia berkuasa (ayat 4a). Ia mengamati dan menguji apa yang dilakukan setiap manusia (ayat 4b-5). Ia bukan Allah yang tidak memperdulikan kehidupan manusia, karena Ia adalah Allah yang kudus maka Ia membenci orang-orang yang berdosa (ayat 5b), menghukum mereka, dan menghancurkan apa pun yang dimiliki (ayat 6). Orang benar akan memandang wajah-Nya dan mendapatkan kasih Allah (ayat 7). Dasar-dasar inilah yang memampukan orang benar untuk tetap bertahan walau serangan begitu dahsyat. Dasar- dasar ini sangat kokoh sedangkan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki manusia sangat labil. Dasar- dasar ini juga meyakinkan pemazmur bahwa kesulitan dan penderitaan bukanlah akhir dari segala- galanya, sebab akhir dari segala-galanya adalah ketika ia dapat memandang wajah-Nya dan penghakiman orang fasik dijatuhkan.

Renungkan: Karena itu ketika kita sedang menghadapi masalah dan penderitaan, waspadalah ketika ada orang yang memberikan nasihat, sebab iblis mungkin dapat menggunakan orang itu untuk menggoyahkan kepercayaan kita.

Kalau sebelumnya Tuhan menubuatkan penyangkalan dan pemulihan Petrus (ayat 13:37-38), kini Tuhan menubuatkan bahwa Petrus akan menggenapi ucapan untuk sedia mati bagi Tuhan, tetapi dalam rencana dan anugerah Allah. Kini saatnya Petrus belajar taat dan mengasihi Tuhan secara penuh bahkan dengan risiko mati sekali pun. Tak seorang pun manusia mudah menerima kematian begitu saja. Petrus pun perlu anugerah dan waktu untuk dapat menerima hal tersebut. Gembalanya yang baik telah digiring ke pembantaian untuknya. Petrus pun mendapat kehormatan untuk mati karena Tuhannya. Dalam tradisi Gereja, dituturkan bahwa Petrus mati disalibkan dalam posisi terbalik, kepala di bawah kaki di atas karena merasa tidak layak disalib dalam posisi sama seperti Tuhannya.

Murid yang dikasihi Yesus tidak lain adalah Yohanes sendiri. Bila ditilik dari sejarah, maka Yohanes telah mencapai usia lanjut pada waktu itu dan mati lama kemudian sesudah uzur. Agaknya Petrus ingin tahu apa yang akan dialami oleh Yohanes di masa yang akan datang (ayat 21). Tetapi, jawaban untuk Petrus jelas, “tetapi engkau ikutlah Aku” (ayat 22). Yesus ingin mengingatkan Petrus sesudah ia dipulihkan, bahwa untuk mengikut Yesus orang tak boleh terpengaruh kondisi atau keadaan orang lain. Mungkin ada yang mengalami kehidupan mudah, sementara yang lain harus menderita. Mengikut Yesus haruslah dengan sebulat hati, apa pun risikonya. Orang juga harus setia pada tugas apa pun yang Tuhan percayakan. Petrus dipercaya sebagai ‘gembala domba’ sementara Yohanes menjadi saksi akan karya Yesus.

Kita dipanggil untuk mengikuti Yesus dan hidup taat serta melaksanakan perintah-Nya. Taat kepada-Nya adalah satu hal penting, karena hidup dan mati kita ada dalam penyelenggaraan Tuhan.

Renungkan: Kemuliaan kita bukan terletak pada kemudahan dalam ukuran manusia. Entah menderita sampai mati atau hidup sambil ambil bagian dalam derita, kita dipanggil untuk menjalaninya dengan suka dan setia.

DOA: Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, karena rencana-rencana-Mu yang indah bagi diriku. Aku lemah dan tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Engkau. Penuhilah hatiku dengan kasih bagi-Mu, dan akupun merasa yakin bahwa selebihnya akan menyusul – seperti halnya yang terjadi dalam kehidupan Petrus. Amin. (Lucas Margono)

Yoh 21:20-25 Dialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini, dan kesaksiannya itu benar.
Yoh 21:20-25
Dialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini,
dan kesaksiannya itu benar.

” data-image-title=”08 Juni 2019″ data-image-meta='{“aperture”:”0″,”credit”:”User”,”camera”:””,”caption”:””,”created_timestamp”:”1559592123″,”copyright”:””,”focal_length”:”0″,”iso”:”0″,”shutter_speed”:”0″,”title”:””,”orientation”:”0″}’ data-comments-opened=”1″ data-orig-size=”492,465″ data-orig-file=”https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/06/08-juni-2019.jpg” data-permalink=”https://carekaindo.wordpress.com/2019/06/07/bacaan-dan-renungan-sabtu08-juni-2019-paskah-vii/08-juni-2019/” data-attachment-id=”9911″ sizes=”(max-width: 492px) 100vw, 492px” srcset=”https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/06/08-juni-2019.jpg 492w, https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/06/08-juni-2019.jpg?w=150 150w, https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/06/08-juni-2019.jpg?w=300 300w”>Yoh 21:20-25 Dialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini, dan kesaksiannya itu benar.

Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: