Bacaan dan Renungan Sabtu 27 April 2019|Sabtu dalam Oktaf Paskah

“Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.”


4:13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. 4:14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. 4:15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, 4:16 dan berkata: “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. 4:17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu.” 4:18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. 4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” 4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.



Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik. Kekal abadi kasih setia-Nya. Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku; ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan terdengar di kemah orang-orang benar.Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan, tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan. Tuhan telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan daku kepada maut.Bukakan aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Bait Pengantar Injil, do = d, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)



Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.



“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”


16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. 16:10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. 16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. 16:12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. 16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. 16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.


Bagaimana kesaksian Kristen bekerja menyatakan kuasa Allah? Melalui kesaksian faktual, keberanian menyatakan kesaksian itu, dan kuasa Roh Kudus yang menyertai.


Meski berhadapan dengan para pemuka agama, Petrus dan Yohanes tidak merasa takut menyatakan kebenaran yang mereka imani. Dengan yakin Petrus memberikan argumentasi tentang kuasa Yesus yang telah memampukan mereka menyembuhkan orang lumpuh (Kis 4:8-12). Begitu lancar Petrus mengemukakan pokok-pokok imannya, sehingga Mahkamah Agama tampaknya semula menganggap Petrus dan Yohanes adalah orang-orang yang terdidik secara khusus dalam pengetahuan agama. Maka ketika mengetahui bahwa Petrus dan Yohanes adalah orang biasa yang tidak terpelajar, Mahkamah Agama merasa heran dengan kemampuan Petrus menjabarkan semua itu (ayat 13). Namun saksi hidup, yaitu orang lumpuh yang telah disembuhkan dan berdiri di dekat kedua rasul itu, membuat mereka tidak dapat memberikan sanggahan (band. Luk 2:15). Yang mereka bisa lakukan hanyalah mengancam Petrus dan Yohanes untuk tidak mengkhotbahkan Yesus sebagai sumber mukjizat kesembuhan tersebut. Terhadap ancaman para pemimpin agama Yahudi, sikap Petrus dan Yohanes jelas dan tegas. Mereka menolak tunduk di bawah ancaman karena mereka telah berkomitmen untuk setia mutlak kepada Allah (ayat 19). “Ia begitu takut kepada Allah, sehingga ia tidak pernah merasa takut kepada manusia siapapun juga”.


Keberanian berdiri tegak memberi kesaksian tentang Tuhan Yesus dengan risiko apapun adalah buah dari kuasa Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Justru semakin kuat tekanan kepada iman Kristen, kesaksian iman pun semakin tampak dan berdampak dahsyat. Sebab itu jangan pernah takut kalau Anda harus memberi pertanggungjawaban iman kepada siapapun. Nyatakan iman Anda dengan berani dan lihat bagaimana Roh Kudus berkarya melalui kesaksian itu.


Ada dua pertanyaan penting harus kita temukan jawabannya supaya kita dapat menarik pelajaran dari mazmur ini. Siapakah tokoh yang meneriakkan undangan bermazmur ini? Dalam situasi bagaimana dan kesempatan apa, mazmur ini dikumandangkan?


Pemazmur mengajak Israel (2), pemimpin rohani (3), semua umat yang takut akan Tuhan (4) untuk memuji Tuhan. Dari kesaksian yang dipakainya dan undangan yang ia berikan, tampak bahwa ia pernah mengalami kesulitan besar (5-9). Istilah-istilah yang pemazmur gunakan adalah istilah militer (10-12). Pertolongan dari Tuhan yang pemazmur paparkan adalah sebagai bagian dari situasi peperangan, yang pada akhirnya Tuhan meluputkannya.


Keluputan yang pemazmur terima dari Tuhan juga merupakan kemenangan orang percaya (13-18). Dari sini dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa pemazmur sebagai orang yang berpengaruh luas sehingga dapat menggerakkan seluruh umat dan para pemimpin rohani untuk menyembah Allah adalah seorang raja. Ia pernah terlibat dalam peperang-an dahsyat dan mengalami kemenangan dalam kekuatan Tuhan (14-15).


Sari kebenaran teologis yang dialami oleh orang percaya terdapat dalam ay. 22-23. Kuat kuasa Allah memakai hal-hal yang disepelekan dan dipandang rendah oleh manusia. Allah telah mempecundangi kuasa-kuasa dahsyat dunia ini. Melalui cara ini, keselamatan digenapi (24-25). Tidak heran mazmur ini kemudian diartikan oleh Kristus sebagai nas yang berbicara tentang diri-Nya dan karya penyelamatan-Nya (Mat. 21:42). Melalui hal-hal yang orang anggap kalah dan hina (salib), Kristus telah menjadi pemenang atas maut dan menjadikan kita pemenang- pemenang di dalam Dia. Kristus, Sang Pahlawan itu, kini memimpin banyak orang menjadi umat kepujian bagi Allah.


Apa yang mengubah hati para murid dari ketakutan dan tidak memercayai berita kebangkitan Yesus yang disampaikan para wanita (ayat 1, 9) menjadi berani bahkan berkobar-kobar memberitakannya ke seluruh penjuru dunia?


Para murid sangat lamban untuk percaya. Dari bacaan hari ini kita melihat bagaimana mereka sulit menerima kesaksian dari orang-orang yang sudah melihat Yesus yang bangkit. Mereka tidak menerima pemberitaan Maria Magdalena (ayat 10-11) dan dua murid dalam perjalanan ke Emaus (ayat 12-13, lih. Luk 24:13-35), sehingga Yesus sendiri harus menampakkan diri dan menegur kedegilan hati mereka (ayat 14). Meski demikian, Yesus terus mendorong mereka dengan otoritas-Nya untuk menjalankan misi mereka memberitakan Injil ke seluruh dunia. Yesus menjanjikan penyertaan-Nya. Itulah yang menjadi kekuatan yang mengubah hidup para murid.


Seperti apakah penyertaan Yesus kepada para murid (ayat 20)? Pertama, Yesus turut bekerja di dalam dan melalui para murid sehingga berita Injil dapat disebarkan sehingga banyak orang yang bertobat. Kelak penyertaan ini secara faktual dinyatakan melalui kehadiran Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Kedua, firman yang Yesus ajarkan kepada mereka menjadi dasar yang teguh bagi pemberitaan Injil. Kebenaran Kristus dan kesaksian kebangkitan Kristus merupakan isi pemberitaan para murid yang jelas dan tak dapat dibantah. Ketiga, tanda-tanda yang menyatakan otoritas Kristus memperteguh para murid bahwa mereka memberitakan Injil bukan dengan kekuatan sendiri melainkan dengan kuat kuasa Allah yang dicurahkan bagi mereka.


Kuasa yang sama, yang menyertai para murid generasi pertama, juga menyertai setiap generasi Kristen sepanjang zaman. Situasi medan perang dalam perjuangan menyebarkan berita Injil hingga ke ujung bumi berubah bahkan cenderung makin sulit, tetapi kuasa Tuhan tidak berubah. Maka setiap anak Tuhan yang setia memberitakan Injil dapat bahkan harus mengandalkan penyertaan-Nya secara penuh.


DOA: Tuhan Yesus, selama masa Paskah yang indah ini, bukalah mata kami lebih lebar lagi agar dapat melihat kemuliaan kebangkitan-Mu. Kami ingin menyerahkan hidup kami secara lebih penuh lagi kepada-Mu sehingga dengan demikian kehendak-Mu terjadi di atas bumi seperti di dalam surga. Amin. (Lucas Margono)


 

Markus 16:9-15 “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Tuhan, bantulah aku untuk menggunakan peluang apapun dalam hidup, dalam suka dan duka, untung dan malang, untuk selalu menjadi saksi-Mu yang mewartakan nama dan karya-Mu. Amin.


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.