Bacaan dan Renungan Sabtu 26 Desember 2020 Masa Natal

Sekali peristiwa, Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. — Anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. –Mereka tampil bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara.

Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.  Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”


Ref: Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan nyawaku.

Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; Sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku.Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku! Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.


Bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu.

Pada waktu mengutus murid-murid-Nya, Yesus berkata, “Waspadalah terhadap semua orang! Sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama; dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka
dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berbicara dalam dirimu.

Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian juga seorang ayah akan menyerahkan anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orangtuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

Sesungguhnya Natal membawa suasana penuh sukacita. Pertanyaan kecil: Apakah dengan Natal semua masalah tidak ada lagi? Tentu tidak demikian. Namun, Natal membuat kita hidup dalam kepastian dan tidak perlu takut karena Allah berkenan datang dan tinggal bersama kita. Keyakinan inilah yang membuat St. Stefanus mampu menyatakan kuasa Allah melalui kesaksian hidupnya. Ia berbicara dengan hikmat sehingga membuat banyak pendengarnya menjadi pengikut Yesus. Namun demikian, ada pihak yang merasa terganggu sehingga mereka bersekongkol untuk melawan dia. Mereka tidak dapat membantah perkataannya, sehingga memerintahkan beberapa orang bersaksi dusta terhadapnya. St. Stefanus menghadapinya tanpa rasa takut sampai akhirnya dia mati karena dilempari batu. Dalam doanya ia memohon kepada Tuhan supaya tidak menghukum orang yang membunuhnya. Ia adalah pengikut pertama Yesus Kristus yang menerima mahkota kemartiran.

Kisah kemartiran St. Stefanus ini menginspirasi kita supaya selalu bertekun dalam iman, sebagaimana disampaikan Injil hari ini. “Waspadalah terhadap semua orang. sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya…, Janganlah kamu khawatir akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga…” (Mat. 10:17-19). Perkataan Yesus ini sungguh mengajarkan sikap penyerahan diri secara total kepada Tuhan dan berusaha hidup dalam terang Roh Kudus seperti St. Stefanus. Roh Allah selalu hadir dan berkarya dalam diri kita kalau kita sungguh-sungguh percaya.


Ya Allah, tolonglah saudara dan saudari kami yang mengalami penganiayaan. Semoga mereka tetap setia dalam iman akan Engkau. Amin.


Renungan Diambil dari Ziarah Batin 2020


Bacaan dan Renungan Kamis 26 Desember 2019| Masa Natal – CAREKA (Bacaan Renungan Katolik)


Mat 10:17-22
Bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu.


Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.