Bacaan dan Renungan Sabtu 23 Januari 2021 Pekan Biasa II

Kristus masuk ke dalam tempat kudus dengan membawa darah-Nya sendiri.

Saudara-saudara, dalam kemah suci, yaitu bagian yang paling depan, terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus. Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang mahakudus. Kristus telah datang sebagai Imam Agung demi kesejahteraan masa yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan buatan tangan manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat pelunasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan lembu jantan dan percikan abu lembu muda mampu menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang atas dorongan Roh Abadi telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak tercacad; betapa darah ini akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup!

Ref: Allah telah naik diiringi sorak-sorai,Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangsakala.

Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, Di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.

Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Anak-Mu.

Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu,
mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, “Ia tidak waras lagi.”

Demikianlah Injil Tuhan

Pernahkah kita rajin beribadah tetapi selalu merasa kering? Kita mengikuti rutinitas dalam hidup harian dan merasa hampa? Itulah saat-saat desolasi di mana kita mengalami seolah-olah Allah jauh dari kenyataan hidup Kita. Hidup Kita terpuruk sampai ke tingkat terendah. Kita memperbanyak aktivitas hidup doa kita tetapi nampaknya sia-sia. Sampai pada titik ini, pertanyaan yang perlu diajukan untuk diri kita sendiri adalah: Apakah kita menyadari pentingnya peranan Roh Kudus dalam hidup kita?

Ibadah tanpa Roh Kudus adalah ibadah yang kosong. Persembahan diri tanpa Roh Kudus adalah persembahan berhala. Bacaan pertama hari ini menegaskan kepada kita tentang peranan Roh Kudus dalam persembahan diri Kristus. Kristus sebagai Imam Besar telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke tempat yang mahakudus dengan membawa darah-Nya sendiri. Kristus telah naik ke surga, ke hadirat Allah, tempat yang Mahakudus, setelah mengurbankan diri-Nya sampai wafat di salib, tetapi kemudian dibangkitkan Bapa pada hari yang ketiga. Persembahan diri Kristus dengan darah-Nya ini membawa kelepasan yang kekal oleh karena Roh Kudus. Inilah ibadah yang tidak bercacat kepada Allah yang hidup, yang menyucikan nurani, membersihkan jiwa.

Roh Kudus telah memberi daya hidup kepada setiap ibadah. Roh Kudus telah mengubah setiap perbuatan manusiawi menjadi persembahan ilahi kepada Allah. Kita dapat memohon karunia Roh Kudus ini untuk memberi daya tumbuh dalam peziarahan rohani dan persembahan diri kita. Kita dapat berdoa: “Datanglah, ya Roh Kudus, penuhi aku. Datanglah, ya Roh Kudus, perbaharui aku. Semoga ibadah kita dipenuhi sukacita Roh Kudus bagai persembahan tak bercacat kepada Allah yang hidup. (AA)

Sumber Renungan: Percikan Hati Januari 2021

Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Anak-Mu.

Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Anak-Mu.

Baca sumber renungan harian Katolik disini

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.