Bacaan dan Renungan Sabtu 20 Februari 2021

Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap.

Inilah firman Allah, “Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu. Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “Yang memperbaiki tembok yang tembus” “Yang membetulkan jalan” supaya tempat itu dapat dihuni. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “Hari Kenikmatan”, dan hari kudus Tuhan “Hari Yang Mulia;” apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu sendiri, atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang, karena Tuhan. Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.


Ref: Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu.

Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.Sebab, ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.

Aku tidak berkenan akan kematian orang fasik, melainkan akan pertobatannya supaya ia hidup.


Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.

Sekali peristiwa Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”


Nabi Yesaya, dalam bacaan pertama pada hari ini, melanjutkan tema tentang puasa yang baik dan benar. Hakikat puasa berarti menjalani kehidupan secara vertikal dan horizontal secara baik.


(1) Baik secara horizontal berarti tidak membebani atau menindas orang lain, tidak menunjuk dan memfitnah sesama, apa yang kita inginkan kita beri kepada orang lapar, dan memuaskan hati kaum tertindas. Dengan itu kita akan menjadi terang dalam kegelapan:dalam kekeringan kita dipuaskan Tuhan, kita akan menjadi seperti taman yang subur, kita menjadi pembangun peradaban yang baik.


(2) Baik secara vertikal berarti menjaga hukum Taurat, menghormati hari Sabat, jujur, dan tidak hanya memperhatikan diri sendiri. Dengan itu kita akan memperoleh kebahagian dan selalu menang dalam perkara apa pun di dunia ini.

Berpuasa juga berarti bertobat dari kesalahan, dan mengikuti Tuhan. Itulah yang kita lihat dalam diri Lewi pemungut cukai dalam Injil pada hari ini. Ia meninggalkan segala sesuatu yang dimilikinya dan mengikuti Yesus. Lebih Dari itu, dia melakukan semuanya dengan bebas dan menjadi bahagia dengan jalan hidupnya itu. Karena itu, ia menjamu Tuhan Yesus, tetapi ada saja yang iri hati dan protes. Kepada orang-orang yang iri hati itu, Yesus berkata bahwa orang sakit, orang berdosa membutuhkan tabib dan dokter, tetapi orang sehat atau yang merasa dirinya suci tidak membutuhkannya. Mengangkat harkat dan martabat orang berdosa adalah inti karya Yesus, dan itu juga yang menjadi inti puasa, doa dan sedekah.


Ya Tuhan, bantulah kami untuk membina sikap baik secara horizontal dan vertikal kepada sesama dan kepada Engkau sendiri. Kiranya, kami selalu bertobat ketika jatuh dalam dosa. Amin.



Renungan diambil dari Ziarah Batin 2021


Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.