Bacaan dan Renungan Sabtu 13 April 2019 – Pekan Prapaskah V

“Aku akan menjadikan mereka satu bangsa.”


37:21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. 37:22   Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. 37:23 Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. 37:24 Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. 37:25 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 37:26 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 37:27  Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 37:28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.”



Ref. Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.


Ayat. (Yeremia 31:10.11-1abc.13)

Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya.Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.



Ayat. Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.



“Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.”


11:45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. 11:46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. 11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. 11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” 11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, 11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” 11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, 11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. 11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. 11:54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. 11:55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. 11:56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”


Bacaan I hari ini Nabi Yehezkiel menyatakan bahwa Tuhan menghendaki adanya persekutuan di antara umat kesayanganNya. Nubuatnya dalam bacaan liturgi hari ini mencakup berbagai dimensi kehidupan umat kesayangan Tuhan. Dimensi geografis: “Sungguh, Aku akan menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, kemana pun mereka pergi. Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka.“Dimensi sosiologis: “Aku akan menjadikan mereka satu bangsa yang dipimpin oleh seorang raja dan tidak akan menjadi dua bangsa dan tidak terbagi lagi menjadi dua kerajaan”. Dimensi teologis: “Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala atau dewa-dewi mereka yang menjijikan. Aku akan melepaskan mereka dari dosa sehingga mereka menjadi umatKu dan Aku menjadi Allah mereka”.Dimensi etis: Dalam upaya pertobatan kepada Allah sangat tergantung pada perjanjian damai yang kekal antara mereka dan Allah. Dimensi Misionaris: Bait Allah di Yerusalem merupakan tanda kehadiranNya di tengah umatNya.


Nubuat Yehezkiel ini mencakup semua aspek kehidupan manusia. Semuanya ini adalah kehendak Tuhan bagi Israel sebagai umat kesayanganNya. Tuhan maharahim. Ia tetap menerima Israel apa adanya. Ia memberikan tempat untuk didiami, menjadikan mereka satu bangsa, menjadikan diriNya sebagai Allah bagi mereka, memberikan mereka anugerah pertobatan dan tetap tinggal bersama mereka. Segala sesuatu yang dimulai oleh Tuhan akan digenapi oleh Tuhan sendiri. Tuhan sungguh menghendaki umatNya menjadi satu bangsa atau satu keluarga. Tentu saja ini hal yang sulit dijangkau. Untuk itu sangatlah diperlukan iman dan kepercayaan kepadaNya. Tuhanlah yang mempersatukan dan Dia juga yang membentuk jalinan persaudaraan dan kekuatan untuk mengasihi.


Allah senantiasa memelihara Israel dalam kesatuan dan kedamaian. Allah ingin agar Israel menjadi bangsa yang kuat bersama Raja Daud yang taat kepada-Nya. Allah ingin selalu hadir di tengah-tengah Israel dan memberkati mereka.


Di dunia ini tidak ada yang dapat menandingi kualitas kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Demikian pula tidak ada yang dapat menandingi duka seorang ibu yang kehilangan anak-anaknya. Namun dalam nas mazmur tanggapan hari ini Yeremia menyatakan, para ibu bangsa Yehuda diperintahkan oleh Allah supaya berhenti menangis karena kehilangan anak-anak mereka. Mengapa? Sebab masih ada harapan bagi masa depan mereka. Anak-anak mereka akan kembali. Penderitaan yang mereka alami bukanlah babak akhir bagi mereka, karena kebahagiaan dan kedamaian akan segera menggantikannya.


Firman kepada para ibu Yehuda merupakan bagian dari janji pengharapan yang diberikan kepada bangsa Yehuda. Semua janji Allah itu menyatakan bahwa masa depan mereka sangat cerah. Allah tidak hanya akan mempersatukan mereka kembali namun Allah sendiri yang akan memelihara dan menjaga keamanan mereka setelah dipersatukan, sehingga tidak akan ada lagi musuh yang dapat menghancurkanya (10). Jika Allah adalah gembalanya, apa yang harus ditakutkan oleh domba-domba-Nya. Mereka telah dilepaskan dari penguasa kuat yang menindas dan mengeksploitasinya (11). Kemerdekaan sebuah bangsa merupakan pintu gerbang menuju kebahagiaan di masa depan bagi sebuah bangsa. Apa yang akan terjadi pada taman yang diairi dengan baik? Itulah yang akan terjadi pada Yehuda sebab bukit Sion sudah dipulihkan. Ke sanalah Yehuda akan beribadah. Ke sanalah Yehuda akan menemukan sumber air kehidupan. Karena kebajikan Allah hidup mereka semuanya terjamin baik anak-anak, anak muda, hingga orang tua, baik yang dilayani maupun yang melayani.


Janji Allah ini pasti sebab Allah sendiri yang menjanjikan. Bahkan jika Allah tidak mau atau tidak dapat menepati janji-Nya, maka Nama Allah akan dipertaruhkan, sebab bukankah Ia sendiri sudah menyatakan semuanya bukan saja kepada bangsa Yehuda tapi juga kepada bangsa- bangsa lain di seluruh pelosok dunia (10)? Dialah Allah pengharapan yang pasti bagi masa depan yang lebih baik.



Renungkan: Jika Yehuda yang telah memberontak kepada Allah dijanjikan masa depan yang penuh harapan, lebih-lebih lagi umat Kristen yang sudah dibebaskan dari perbudakan dosa tidakkah hari depan kita juga penuh harapan?


Banyak orang percaya kepada Yesus karena Dia melakukan banyak mukjizat. Lebih lagi ketika Lazarus dibangkitkan dari kematian setelah empat hari dikubur. Namun, di antara orang yang percaya, masih ada orang yang tidak percaya. Tidak hanya sampai pada tidak percaya saja, melainkan juga menghasut orang lain untuk tidak ikut-ikutan percaya. Ironisnya, tindakan ini justru dilakukan oleh orang-orang yang menyebut dirinya para imam dan orang Farisi. Sebagai pemimpin rohani umat, seharusnya mereka mengajak pengikutnya untuk memahami fakta kebenaran yang nampak dengan kasat mata, bukan sebaliknya menghasut untuk tidak percaya.


Sikap tidak percaya akan karya Allah bagi bangsa-Nya ini mengakibatkan para imam tiba pada kesepakatan untuk membunuh-Nya. Karena saat-Nya belum tiba, Ia menyingkir dari tempat-tempat umum dan tinggal bersama murid-murid-Nya. Suatu kebenaran tidak secara otomatis dapat diterima baik oleh semua pihak. Segala sesuatu terletak pada tujuan kebenaran itu sendiri. Hanya mereka yang dicelikkan matanya sajalah yang sanggup menerima kebenaran dengan sukacita dan mau hidup menurut kebenaran itu.


Isi dari Injil hari ini berkaitan dengan bacaan I yaitu pesatuan Israel. Upaya mempersatukan umat kesayanganNya menjadi satu persekutuan yang sempurna hanya melalui kematian Yesus Kristus. Untuk menjelaskan rencana Bapa maka Yesus menggunakan Lazarus sebagai tanda. Lazarus telah wafat dan dibangkitkan oleh Yesus. Mujizat besar ini mengundang kontroversi di kalangan para pemimpin Yahudi. Pokok kontroversinya adalah pada ketakutan mereka akan banyaknya orang Yahudi yang menjadi percaya kepadaNya dan akan orang Romawi yang bisa saja datang dan merampas tempat suci mereka di Yerusalem. Tampilnya Kayafas membuka wawasan banyak orang akan kematian Yesus: “Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa binasa”. Kata-kata Kayfas ini membuat mereka terinspirasi dan mematangkan rencana untuk membunuh Yesus. Penginjil Yohanes yakin bahwa ini juga menjadi kesempatan untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai.


Tuhan mempersatukan anak-anakNya dalam diri Yesus Kristus PuteraNya. Semua orang yang dipercayakan Bapa kepada Yesus menjadi miliki bersama yakni milik Yesus (Sabda) dan Bapa karena Anak dan Bapa hanya satu. Dengan demikian Tuhan senantiasa mendampingi umat kesayanganNya dan mengharapkan agar semuanya menjadi satu. Ini juga yang menjadi Doa imamat Yesus dimana Dia dan Bapa adalah satu dan menghendaki agar semua yang menerima Yesus dan memperoleh pengajaranNya juga menjadi satu (Yoh 17:21).


Sabda Tuhan pada hari ini mau meneguhkan kita untuk membangun persekutuan. Di dalam Gereja memang terdapat persekutuan pribadi-pribadi berdasarkan kategori-kategori tertentu. Misalnya ada persekutuan doa. Persekutuan doa merupakan kumpulan pribadi-pribadi yang memiliki kesadaran bersama untuk saling membantu dalam doa dan bertumbuh dalam satu iman. Kategorinya adalah berdoa bersama. Maka persekutuan doa dapat menjadi sarana untuk saling mempersatukan sebagai sesama dan saling mempersatukan dengan Tuhan sendiri.


Dunia ini menjadi indah ketika semua orang merasa sebagai saudara. Sama seperti nyanyian Daud ini: “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun”. (Mzm 133:1). Tuhan menghendaki persekutuan bukan perpecahan. Kita semua tahu bahwa akibat dosa maka manusia telah terpisah satu sama lain dan terpisah dengan Tuhan. Namun Yesus telah mempersatukan kita semua dengan kematianNya. Mari kita bersatu sebagai saudara dalam Kristus. Kita berjalan bersama menuju kepadaNya.


Allah menjanjikan karya keselamatan bagi dunia yang dikuasai dosa. Allah merealisasikan janji keselamatan ini melalui pribadi Yesus, Putera-Nya. Hidup dan karya Yesus menyentak kenyamanan banyak orang. Yesus menyadarkan mereka untuk segera membarui hidupnya. Pembaruan Yesus ini melalui sengsara dan wafat-Nya.


DOA: Tuhan Yesus, berikanlah kepadaku sukacita dan ketetapan hati selagi aku berupaya untuk mengikuti-Mu sebagai seorang murid yang setia. Terima kasih, ya Tuhan. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin. (Lucas Margono)


13.	Ya Tuhan, tanamkanlah sikap setia, rendah hati, rela berkorban, dan memaafkan dalam diriku agar aku menjadi duta yang menumbuhkan persatuan, kesatuan, dan kedamaian dalam keluarga, komunitas, masyarakat, dan bangsaku. Amin.


Ya Tuhan, tanamkanlah sikap setia, rendah hati, rela berkorban, dan memaafkan dalam diriku agar aku menjadi duta yang menumbuhkan persatuan, kesatuan, dan kedamaian dalam keluarga, komunitas, masyarakat, dan bangsaku. Amin.


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.