Bacaan dan Renungan Sabtu 08 Agustus 2020, Pekan Biasa XVIII

Orang benar akan hidup berkat imannya.

Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala?Bukankah Engkau Yang Mahakudus, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik?

Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasihan?

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku, dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku.

Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.

Ref: Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan.

Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidaklah Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.Bermazmurlah bagi Tuhan, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, sebab Dialah yang membalas penumpahan darah, karena ingat kepada orang yang tertindas, teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.

Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu.

Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita.Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”

Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia dari padanya, dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.

Kemudian ketika mereka sendirian,para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah dari sini ke sana,’maka gunung ini akan pindah,dan tiada yang mustahil bagimu.”

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem. Mereka berkata, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat-istiadat nenek moyang? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”Yesus lalu memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkan dan camkanlah, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”

Maka datanglah para murid dan bertanya kepada Yesus, “Tahukah Engkau bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang Farisi?” Tetapi Yesus menjawab, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga, akan dicabut sampai akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka itu orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang.”

Di mana keadilan Allah? Mengapa orang berdosa tidak dihukum? Pertanyaan itu menghantui Habakuk karena ia melihat penduduk Yehuda melakukan kejahatan rohani dan sosial, namun Allah tidak menghukum mereka.

Jawaban Allah mencengangkan Habakuk. Allah akan menghukum Yehuda melalui orang-orang Kasdim. Dengan keperkasaan dan ketangkasan yang tiada banding, bangsa Kasdim dengan sombong akan melibas semua musuh mereka, termasuk bangsa Yehuda. Ini bukan jawaban yang diharapkan Habakuk. Sulit bagi Habakuk untuk melihat Allah memakai bangsa kafir yang jahat untuk menegakkan keadilan di tengah-tengah umat-Nya sendiri (ayat 13). Yehuda memang berdosa dan lalim, tetapi menurut Habakuk, orang Kasdim jauh lebih jahat dari Yehuda. Bukankah mereka bangsa yang tidak mengenal Allah. Di manakah keadilan Allah? Di tengah kebingungan itu, Habakuk yang masih percaya akan keadilan Allah menantikan jawaban Tuhan (ayat 2:1). Jawaban Tuhan harus dinantikan dengan iman karena keadilan Allah akan ditegakkan pada waktunya (ayat 2-3). Orang yang percaya tidak akan goyah imannya dan menanti dengan taat sampai diselamatkan (ayat 4b). Sebaliknya, orang yang sombong dan tidak bertobat dari dosa-dosa serta menyia-nyiakan waktu yang diberikan untuk terus berbuat dosa pasti akan dihukum (ayat 5).

Suatu saat hukuman akan datang bagi mereka yang tidak bertobat. Masa sekarang, sebelum kedatangan Kristus kedua kali adalah masa anugerah untuk bertobat (ayat 2Ptr. 3:9). Masa itu akan segera berakhir. Orang yang memanfaatkan waktu singkat ini untuk bertobat dan berpaling dari kejahatannya akan menerima keadilan Allah yang menyelamatkan. Namun, bagi mereka yang mengeraskan hati, saat Dia datang kembali akan menjadi saat yang sangat mengerikan.

Kasih Allah dinyatakan pada masa sekarang. Bila kita menyia-nyiakan masa sekarang, betapa mengerikannya keadilan Allah yang kita terima kelak.

Pernah mengalami pengalaman yang memalukan? Seseorang datang minta didoakan Anda karena Anda orang Kristen. Namun, ternyata doa Anda tidak menghasilkan kesembuhan untuk menolong dia. Wah, apakah doa orang Kristen tidak ampuh lagi?

Kondisi seperti itu yang dihadapi para murid yang ditinggal Yesus naik ke bukit. Mereka tidak mampu menyembuhkan seorang anak yang menderita penyakit ayan (ayat 15-16). Yesus menegur mereka dengan keras. Teguran Yesus ini menunjukkan bahwa Yesus kecewa terhadap mereka. Kekecewaan-Nya ini disebabkan Yesus telah memperlengkapi mereka dengan kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit, tetapi mereka tidak menggunakannya. Selain itu, bukankah Yesus sudah mengutus mereka untuk memberitakan kabar baik?

Mengapa mereka gagal dalam hal doa?
Masalahnya terletak pada iman para murid yang terbatas pada kehadiran Yesus saja (ayat 17). Meski mereka sudah lama mengikut Yesus, mereka belum memiliki iman yang bersandar kepada Allah sepenuhnya. Iman ini digambarkan sebesar biji sesawi yang dapat memerintahkan gunung untuk berpindah (ayat 20). Namun, bukan masalah besar kecilnya ukuran iman, tetapi kepada siapa iman itu didasarkan!

Zaman ini banyak orang Kristen yang memiliki berbagai rupa doktrin cara penyembuhan. Umumnya menekankan kesembuhan secara spektakuler, ilahi dan mukjizat. Hal ini mulai menggeser iman yang seharusnya ditujukan kepada Allah menjadi kepada teknik-teknik penyembuhan. Orang mengkultuskan pribadi pelayan Tuhan yang telah menyembuhkan, tetapi melupakan Tuhan, Sang Penyembuh sejati. Yang diperlukan adalah iman yang benar dari kita kepada Allah. Doa, puasa, karunia, manusia, dan lain-lain adalah sarana iman yang dianugerahkan Allah bagi umat-Nya.

Siapakah sumber kesembuhan yang Anda harapkan dan imani? Tuhan ataukah manusia yang ia pakai menjadi alat-Nya?

DOA: Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk memusatkan pandangan mataku pada Engkau saja, bukan pada diriku sendiri. Berikanlah kepadaku suatu pemahaman yang segar perihal cintakasih-Mu bagiku. Penuhilah diriku dengan Roh-Mu agar dengan demikian akupun akan mampu berjalan dalam iman dan menjadi saksi-Mu kepada masyarakat di sekelilingku dan dunia yang sungguh membutuhkan Engkau dan penyelamatan dari-Mu. Amin.

Mat 17:14-20
Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu

Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu

Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu

Baca artikel dari sumbernya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.