Bacaan dan Renungan Sabtu 07 November 2020 Pekan Biasa XXXI

Kalender Liturgi 07 Nov 2020, Sabtu Pekan Biasa XXXI


Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Saudara-saudara, aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya kalian semakin menaruh perhatian lagi kepadaku. Memang perhatianmu selalu ada, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. Hal ini kukatakan, bukan karena aku kekurangan. Sebab aku telah belajar mencukupi diriku dalam segala keadaan.

Aku tahu apa itu kekurangan, dan aku pun tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tiada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun baik juga perbuatanmu, yaitu bahwa kalian telah mengambil bagian dalam kesusahanku.

Kalian sendiri pun tahu, hai orang Filipi. Waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan utang-piutang dengan daku selain kalian. Di Tesalonika aku telah satu dua kali menerima kiriman bantuan dari kalian. Yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya yang makin menambah keuntunganmu. Kini aku telah menerima daripadamu semua yang perlu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.


Ref:Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.

Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya. Hatinya teguh, ia tidak takut. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Yesus Kristus telah menjadi miskin, meskipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.


Jika kalian tidak setia mengurus mamon yang durhaka, siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu?

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kalian diterima di dalam kemah abadi.”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi jika kalian tidak setia mengurus mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? Seorang hamba tidak mungkin mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Yesus. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Kalian membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”

Dalam hidup dan pekerjaan memberitakan Injil, Paulus tidak bergantung kepada siapa pun. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pekerjaannya, ia tidak membebani siapa pun, sekalipun ia berhak untuk menerimanya (ayat 15; bdk. 1Kor. 9:17-18). Ia belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan, tahu apa itu kekurangan, apa itu kelimpahan, dan dapat menanggung segala perkara (ayat 11-13). Dengan rendah hati ia mengatakan bahwa semua itu dapat dilakukan karena Tuhan yang memberi kekuatan kepadanya (ayat 13). Paulus mendemonstrasikan bahwa sikap hidup tangguh rohani atau tangguh dalam Tuhan adalah awal dari kemungkinan untuk tangguh dalam segala perkara.

Ucapan terima kasih dan doa. Paulus memuji dan berterima kasih atas perbuatan jemaat di Filipi yang peduli, peka, dan rela memberi. Suatu sikap yang tidak mudah dilakukan di zaman ini. Hal yang perlu digarisbawahi dan diterapkan dalam hidup kekristenan sekarang ini adalah meneladani sikap jemaat Filipi, rela memberi dengan rasa syukur dan yakin penuh pada pemeliharaan Tuhan. Ini membuktikan bahwa di dalam jemaat itu tumbuh subur kasih dan persekutuan. Doa Paulus, “kiranya Tuhan memenuhi segala keperluan jemaat Filipi agar Ia selalu dimuliakan” (ayat 19).

Memiliki harta berarti memiliki sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab atas penggunaan harta dapat menjadi sebuah ujian terhadap karakter dan integritas kita. Dan itu dapat dimulai dari hal kecil.

Bila seseorang mampu mengelola dengan benar harta yang dipercayakan dalam jumlah kecil, bukan tidak mungkin ia akan dipercaya juga untuk mengelola harta dalam jumlah besar (10). Begitupun sebaliknya. Bila kita tidak jujur dalam hal-hal kecil, bagaimana mungkin kita bisa dipercaya dalam perkara besar? Selain itu, kesetiaan kita pada harta duniawi dapat menjadi indikasi kesetiaan kita pada harta surgawi yang jauh lebih bernilai. Jika kita sukar dipercaya dalam menangani harta dunia yang bisa menjadi sumber keangkaraan, bagaimana mungkin kita dipercaya untuk harta surgawi?

Oleh sebab itu kita perlu memelihara integritas kita, bukan hanya untuk perkara besar tetapi juga untuk masalah kecil. Maka Yesus memperingatkan murid-murid-Nya, untuk tidak memiliki dua tuan, yaitu Allah dan Mamon (13). Murid Yesus harus memilih salah satu. Dan itu bisa terlihat dari cara kita menggunakan uang. Jika Yesus tidak menjadi Tuan kita dalam penggunaan uang, maka itu berarti membiarkan uang mengambil tempat Allah dalam hidup kita. Bila itu yang terjadi, itu berarti kita telah melakukan hal yang dibenci Allah. Jangan sampai kita seperti orang Farisi yang menjadi hamba uang dan menganggap bahwa kekayaan merupakan tanda perkenan Allah.

Tunduk di bawah otoritas Allah juga harus ditampakkan dalam nilai moral yang berlaku dalam hidup kita, juga dalam kehidupan pernikahan (18). Menjadi murid Kristus berarti belajar dari nilai-nilai yang diajarkan Guru. Menjadikan Kristus sebagai Tuhan berarti tunduk di bawah otoritas-Nya dan melepaskan diri dari kuasa segala sesuatu yang bukan Tuhan, termasuk uang.


Renungkan: Sudahkah kita tunduk di bawah otoritas-Nya dalam segala aspek hidup kita?

DOA: Tuhan Yesus, aku memberikan kepada-Mu hidupku sendiri. Buatlah hidupku sebagai persembahan kurban yang harum mewangi bagi Allah. Tolonglah aku agar senantiasa waspada mengamati kesempatan untuk menjadi Kristus bagi orang-orang lain, agar dengan demikian setiap orang dapat mengenal dan mengalami kasih-Mu. Amin.



Luk 16:9-15
Jika kalian tidak setia mengurus mamon yang durhaka,
siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu?


Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.