Bacaan dan Renungan Sabtu 04 Juli 2020, Pekan Biasa XIII, PF S. Elisabet dari Portugal

Aku akan memulihkan kembali umat-Ku, dan Aku akan menanam mereka di tanah mereka.

Tuhan bersabda,”Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh. Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya. Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,”demikianlah sabda Tuhan yang melakukan hal ini.

“Sungguh, waktunya akan datang,”demikianlah sabda Tuhan, “bahwa pembajak dan penuai akan susul-menyusul, demikian juga pengirik buah anggur dan penabur benih. Gunung-gunung akan mengalirkan anggur baru, dan segala bukit akan kebanjiran. Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel; mereka akan membangun kota-kota yang lengang dan mendiaminya. Mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya.Mereka akan membuat kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka,dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,”sabda Tuhan, Allahmu.

Ref:Tuhan berbicara tentang damai kepada umat-Nya.

Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah!Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya mereka jangan kembali kepada kebodohan?Kasih dan kesetiaan akan bertemu,keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,dan keadilan akan menjenguk dari langit.Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan,dan negeri kita akan memberi hasilnya.Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,dan damai akan menyusul di belakangnya.

Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.

Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laku-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata, “Kami dan orang Farisi berpuasa,tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?”Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua,karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur.Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru,dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.”

Pada malam hari orang menyalakan lampu atau lilin supaya tidak kegelapan. Bila matahari sudah terbit semua alat penerang itu tidak lagi diperlukan. Demikian juga dengan semua upacara agama yang biasa dipraktikkan orang-orang Farisi, para ahli Taurat, termasuk murid-murid Yohanes pembaptis. Pada dasarnya peraturan-peraturan itu, misalnya berpuasa (ayat 14), dibuat untuk menolong orang mengharapkan kedatangan Mesias. Akan tetapi, Yesus Sang Mesias sudah hadir di tengah-tengah mereka. Mereka seharusnya berhenti menanti, dan mulai menikmati sukacita kehadiran-Nya (ayat 15).

Tuhan Yesus ingin menyatakan bahwa Ia datang bukan untuk sekadar menambalkan atau menambahkan sesuatu yang baru kepada ajaran agama yang lama. Kata “lama” (Yun.: palaios) berarti aus atau usang karena pemakaian. Ajaran Yahudi telah menjadi begitu tidak fleksibel karena akumulasi dari tradisi-tradisi nonalkitabiah selama berabad-abad. Ajaran Yahudi tersebut sudah berubah menjadi upacara semata-mata yang malah menjauhkan mereka dari Allah. Tuhan Yesus bukan sedang menambahkan ajaran baru ke dalam wadah yang lama itu. Ia sedang menyatakan bahwa masa yang baru (neos) dan kerajaan yang baru (kainos) sudah tiba dengan kehadiran-Nya. Dengan demikian, mereka yang ingin berbagian dalam kerajaan yang baru itu harus meninggalkan semua pemahaman agama dan sikap hidup yang lama lalu menerima Kristus dan hidup dalam kebenaran-Nya.

Apakah pesan Yesus ini dapat diartikan sebagai menolak tradisi rohani orang Kristen masa kini? Ya dan tidak. Kita tetap perlu bergereja, berdoa, membaca Firman, dsb. Namun, semua kebiasaan rohani tersebut menjadi sia-sia kalau kita tidak intim dengan Tuhan Yesus.

Renungkan: Jika Tuhan Yesus hadir dalam hidup dan ibadah kita, pasti suasananya adalah kesukaan dan bukan kedukaan.

Ya Tuhan, semoga Roh Kristus Yesus senantiasa menaungi kami agar kami setia dan taat pada-Mu. Amin

Mat 9:14-17 Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laku-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?

Renungan Iman Katholik: St. Elisabet dari Portugal: Cermin ...

Baca artikel dari sumbernya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.