Bacaan dan Renungan Sabtu 02 Januari 2021 Hari kesembilan dalam oktaf Natal

Anak-anakku terkasih, barangsiapa menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, dia itu seorang pendusta! Dan barangsiapa menyangkal baik Bapa maupun Anak, dia itu adalah antikristus. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari semula, itu harus tetap tinggal di dalam dirimu. Jika apa yang telah kamu dengar dari semula itu tetap tinggal di dalam dirimu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.

Semua ini kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam dirimu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Yesus. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan Yesus mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaranNya itu benar, tidak dusta dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.


Ref: Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.

Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, “Siapakah engkau?” Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”

Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, “Mengapa engkau membaptis jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal ini terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.

Megalomania adalah istilah dalam psikologi yang dipakai untuk menyebut orang yang cenderung memusatkan perhatian pada diri sendiri atau suka membanggakan diri sendiri. Istilah lain dari megalomania adalah narsisistik. Semua manusia punya kecenderungan untuk memuji diri sendiri atau egosentris. Pada sebagian manusia kecenderungan ini muncul secara berlebihan sehingga dikategorikan sebagai orang yang memiliki gangguan kepribadian narsisistik atau megalomania. Mereka membutuhkan pengakuan dari orang lain.

Injil menyajikan seorang bernama Yohanes Pembaptis yang jauh dari kecenderungan mementingkan diri sendiri. Ketika orang mulai mengenal dan menyukai Yohanes karena ajaran-ajaran dan gaya hidupnya, dia tidak membiarkan diri jatuh dalam pemujaan diri. Dia tidak memakai kesempatan untuk mengatakan bahwa dia adalah Mesias yang dinanti-nantikan. Sebaliknya Yohanes menunjuk pada Yesus, sebagai Mesias, yang jauh lebih besar darinya. Yohanes  mengajak orang untuk mengenal dan mengakui Yesus, bukan memuja diri Yohanes sendiri. Yohanes tidak menyesatkan mereka yang bertanya kepadanya. Pengakuan akan Yesus adalah tujuan pewartaan Yohanes. Pengakuan akan Yesus itu membawa keselamatan seperti yang disebutkan dalam bacaan pertama (1 Yoh. 2:25, 28). Orang-orang antikristus tidak mengakui Anak (Yesus) maupun Bapa, dengan kata lain mereka kehilangan hidup atau keselamatan. Tinggal di dalam Kristus membawa kebahagiaan.

Godaan pemujaan diri selalu ada dalam hidup manusia. Pencarian pengakuan diri membuat kita sulit menemukan dan mengakui kehadiran Tuhan dalam hidup. Mari belajar dari Yohanes untuk tidak mudah jatuh dalam kecenderungan megalomania, berpusat pada diri sendiri. Jadilah “Yesusmania”, pemuja dan pecinta Yesus. Kebahagiaan pemujaan diri itu sementara saja, sisanya adalah kecemasan. Keselamatan adalah  milik orang yang melepaskan diri dari egoisme dan membuka diri pada Tuhan dan sesama (JCS).


Renungan diambil dari: Percikan Hati Vol 19 No.5 Januari 2021



Yoh 1:19-28
Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.


Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.