Bacaan dan Renungan Rabu 29 Juli 2020, Pekan Biasa XVII, PW Sta. Marta

Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita.


Anak-anakku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu:
Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.


Anak-anakku kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita pun saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yakni bahwa Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.



Mengapa penderitaanku tidak berkesudahan? Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan dikau menjadi pelayan di hadapan-Ku.


Pada waktu itu Yeremia mengeluh, “Celaka aku, ya ibuku, bahwa engkau telah melahirkan daku. Sebab aku seorang yang menjadi buah perbantahan dan buah percederaan bagi seluruh negeri. Padahal aku tidak menghutangkan dan tidak pula berhutang kepada siapa pun. Namun mereka semua mengutuki aku.


Apabila aku menemukan sabda-Mu, maka aku menikmatinya. Sabda-Mu itu menjadi kegirangan bagiku dan menjadi kesukaan hatiku. Sabda nama-Mu telah diserukan atasku, ya Tuhan, Allah semesta alam. Tidak pernah aku duduk bersenang-senang dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau. Karena tekanan tangan-Mu aku duduk seorang diri, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram. Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercaya.”


Maka Tuhan menjawab, “Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku. Dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka. Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari perunggu. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan dikau. Sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan dikau,” demikianlah sabda Tuhan. “Aku akan melepaskan dikau dari tangan orang-orang jahat, dan membebaskan dikau dari genggaman orang-orang lalim.”



Ref:Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu.

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merasa kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak akan kekurangan suatu pun.

Refren: Tuhanlah tempat pengungsianku pada waktu kesesakan.

Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan daku. Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang melakukan kejahatan, dan selamatkanlah aku dari pada penumpah darah.Sebab sesungguhnya, mereka menghadang nyawaku; orang-orang perkasa menyerbu aku, padahal aku tidak melakukan pelanggaran, aku tidak berdosa, ya Tuhan, aku tidak bersalah, merekalah yang bergegas dan bersiap-siap.Ya Kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allahlah kota bentengku. Allahku, dengan kasih setia-Nya Ia akan menyongsong aku, Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarian pada waktu kesesakanku.Ya Kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allahlah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.

Akulah terang dunia.Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, dan ia akan mempunyai terang hidup.



Kalian Kusebut sahabat-Ku,sebab kepada kalian Kusampaikan apa saja yang Kudengar dari Bapa.



Aku percaya bahwa Engkaulah Messias, Anak Allah


Menjelang Hari Raya Paskah, banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.


Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup! Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”



“Marta, Marta,engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara”


Sekali peristiwa dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, tibalah Yesus di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, tetapi Marta sibuk sekali melayani. Marta mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku!” Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu:Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”


Dalam prolog Injil Yohanes kita melihat bagaimana Yesus Kristus, sang Terang, datang ke dalam dunia. Namun dunia tidak mengenal Dia dan tidak percaya kepada Dia (Yoh. 1:9-11). Walaupun begitu Tuhan Yesus memberikan kuasa kepada orang-orang yang menerima dan percaya kepada Dia untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12). Topik itu kemudian mewujud dalam interaksi Tuhan Yesus dengan Marta di dalam bacaan ini.


Kata-kata respons Marta di dalam ayat 22 masih mencerminkan jawaban standar yang belum dilengkapi dengan terang pemahaman yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Apa yang mendasari sikap Marta memang benar dan baik, juga tidak sesat. Namun sikapnya itu sendiri belum lengkap. Allah punya kehendak khusus bagi situasi ini, yaitu bahwa Lazarus akan dibangkitkan demi kemuliaan Tuhan Yesus, Anak Allah (lih. ayat 4). Ini belum disadari Marta. Barulah pada respons kedua Marta mengungkapkan kepercayaannya, yakni dalam kalimat yang mirip sekali dengan Yoh. 1:9. Kini Marta bukan sekadar percaya kepada mukjizat Yesus (yang memang belum terjadi), tetapi kepada firman Yesus bahwa Ia adalah “kebangkitan dan hidup”. Kematian dan kebangkitan manusia tidak bisa dilepaskan dari sikap percaya kepada Yesus. Respons inilah yang hendak diusung Injil Yohanes dalam bacaan ini, respons yang seharusnya muncul juga dalam diri kita, respons kepada Sang Anak Allah yang telah datang ke dunia ini.


Sebagai orang Kristen, pernyataan dan pengakuan yang benar, baik, dan tidak sesat sewajarnya kerap keluar dari mulut kita. Namun bukan itu yang paling penting. Bacaan Alkitab hari ini menunjukkan pentingnya memberi respons yang benar, bukan sekadar menyatakan wawasan ortodoks tentang jati diri Yesus melainkan juga kesadaran dan penerimaan akan kehendak-Nya bagi situasi dan waktu kita saat ini. Tuhan Yesus menghendaki kita jadi pemberita keberadaan diri-Nya yang adalah Sang Kebangkitan dan Hidup.


29 Juli 2020

Yoh 11:19-27 Aku percaya bahwa Engkaulah Messias, Anak Allah

Baca artikel dari sumbernya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.