Bacaan dan Renungan Rabu 27 Februari 2019 – Pekan Biasa VII

Warna Liturgi: Hijau



Orang yang mencintai kebijaksanaan, dicintai oleh Tuhan.


Kebijaksanaan menjunjung tinggi para anaknya,dan menaruh perhatian pada orang yang mencarinya.Barangsiapa mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan,dan barangsiapa pagi-pagi menghadapinya akan penuh sukacita.


Barangsiapa berpaut pada kebijaksanaan mewarisi kemuliaan,dan ia diberkati Tuhan setiap langkahnya.Barangsiapa melayani kebijaksanaan, berbakti kepada Yang Kudus,
dan barangsiapa mencintai kebijaksanaan dicintai oleh Tuhan.Barangsiapa mendengarkan kebijaksanaan akan memutuskan yang adil,dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya.


Jika orang percaya pada kebijaksanaan niscaya ia mewarisinya,dan keturunannya akan tetap memilikinya.Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan lewat jalan yang berbelok-belok dahulu,sehingga ia takut dan gemetar;boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia sebagai siasat sampai dapat percaya padanya,dan mengujinya dengan segala aturannya.


Tetapi kemudian kebijaksanaan kembali kepadanya dengan kebaikan yang menggembirakan,dan menyingkapkan kepadanya pelbagai rahasia. Tetapi jika orang sampai menyimpang,maka ia akan dibuang oleh kebijaksanaan dan diserahkan kepada kebinasaan.


Demikianlah sabda Tuhan.



Ref:Besarlah ketenteraman orang yang mencintai hukum-Mu, ya Tuhan.

Besarlah ketenteraman orang-orang yang mencintai hukum-Mu,tidak ada batu sandungan bagi mereka.Aku berpegang pada titah dan peringatan-peringatan-Mu,sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.Biarlah bibirku mengucapkan puji-pujian,sebab Engkau mengajarkan ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu,sebab benarlah segala perintah-Mu.Aku rindu akan keselamatan yagn datang daripada-Mu, ya Tuhan,dan hukum-Mu menjadi kesukaanku.Biarlah jiwaku hidup supaya memuji-muji Engkau,dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

Bait Pengantar Injil
Yoh 14:6



Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku.



Barangsiapa tidak menentang kalian, memihak kalian.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Yohanes berkata kepada Yesus,”Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita,mengusir setan demi nama-Mu.Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”Tetapi Yesus berkata, “Jangan kalian cegah dia!Sebab tak seorang pun
yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku,dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita.”


Demikianlah Injil Tuhan.


Persaingan memang menjadi warna dalam dunia bisnis. Namun apakah dunia pelayanan juga mengenal persaingan? Lalu bagaimana perasaan Anda atas keberhasilan pelayanan gereja atau kelompok lain? Iri? Atau ada perasaan tersaingi?


Murid-murid yang diwakili oleh Yohanes menyatakan keheranan karena ada orang, di luar kedua belas murid, yang berhasil mengusir setan dengan memakai nama Yesus. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Bukankah para murid memiliki hak monopoli dalam hubungan mereka dengan Sang Guru? Bukankah Yesus tidak menyuruh orang itu melakukannya sebagaimana Ia telah menyuruh kedua belas murid-Nya (Mrk. 3:14-15)? Atau mungkin keberhasilan orang itu dan kegagalan kesembilan murid yang lain yang justru mengganggu perasaan murid-murid Yesus (Mrk. 9:18)?


Meski demikian Yesus tidak ikut gusar. Yesus tidak keberatan bila orang itu memakai nama-Nya untuk mengusir setan. Dapat dipastikan bahwa orang tersebut adalah orang yang percaya pada Yesus walau ia tidak termasuk murid. Artinya orang itu bukan musuh Yesus. Yesus tidak mau para murid melihat pengusiran setan sebagai tindakan yang salah hanya karena orang itu tidak termasuk kedua belas murid. Karena dengan menolong orang lain, sesungguhnya orang itu telah melakukan perintah Allah. Malah ia akan menerima upah karena kebaikan yang telah dilakukan (ayat 41).


Kita pun hendaknya jangan pernah berpikir bahwa hanya kita saja yang dapat melakukan yang baik. Atau kita berpikir bahwa lebih baik bila orang lain bergabung dengan kita karena akan lebih banyak yang bisa dilakukan. Ini adalah pikiran yang sempit. Sebaiknya kita bersyukur atas pelayanan dan pekerjaan baik yang dilakukan orang lain. Hati-hatilah terhadap kecenderungan mencela pelayanan orang lain hanya karena mereka tidak termasuk aliran gereja kita. Mungkin saja mereka melakukan kesalahan dalam beberapa hal. Namun ingatlah bahwa lebih baik jika suatu pelayanan dilakukan oleh orang lain daripada tidak sama sekali.


DOA: Yesus Kristus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat kami. Jauhkanlah kami dari sikap intoleransi dan angkuh terhadap pihak mana pun yang tidak seiman dengan kami. Amin. (Lucas Margono)


Mrk 9:38-40 Barangsiapa tidak menentang kalian, memihak kalian.

Mrk 9:38-40 Barangsiapa tidak menentang kalian, memihak kalian.

Tuhan jauhkanlah aku dari kesombongan pribadi maupun kelompok. Semoga aku selalu terbuka untuk bekerjasama dengan siapa pun untuk membangun kedamaian dan kesejahteraan bersama. Amin


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: