Bacaan dan Renungan Rabu 26 Agustus 2020

Barang siapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Saudara-saudara, demi nama Tuhan Yesus Kristus kami berpesan,agar kalian menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kalian terima dari kami.

Sebab kalian sendiri tahu,bagaimana kalian harus mengikuti teladan kami,
karena kami tidak lalai bekerja di antara kalian.Kami tidak makan rejeki orang dengan cuma-cuma,tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam,supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kalian. Bukan karena kami tidak berhak menerima rejeki dari kalian, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kalian, supaya kalian ikuti. Ketika berada di tengah-tengahmu, kami telah memperingatkan, “Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”

Semoga Tuhan damai sejahtera, mengaruniakan damai sejahtera kepadamu,terus-menerus, dalam segala hal. Tuhan menyertai kalian semua.Salam dari padaku, Paulus.Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat, beginilah tulisanku. Semoga kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita,menyertai kalian semua!


Ref:Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.

Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.


Kalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi.

Pada waktu itu Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian itu seperti kuburan yang dilabur putih. Sebelah luarnya memang tampak bersih,tetapi sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.Demikian pula kalian,dari sebelah luar nampaknya benar,tetapi sebelah dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,hai kalian orang-orang munafik, kalian membangun makam bagi nabi-nabi dan memperindah tugu peringatan bagi orang-orang saleh, dan sementara itu kalian berkata, ‘Seandainya kami hidup pada zaman nenek moyang kita,tentulah kami tidak ikut membunuh para nabi.’ Tetapi dengan demikian kalian bersaksi melawan dirimu sendiri,bahwa kalian keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah takaran para leluhurmu!”

Ada tarian atau drama yang para pelakonnya mengenakan topeng. Dalam drama yang para pelakonnya tidak menggunakan topeng pun, mereka tidak menjadi diri sesungguhnya dari tokoh yang mereka perankan. Mereka sekadar menghayati dan menampilkannya dalam lakon. Tuhan menolak agama yang seperti drama yang di dalamnya kita hanya berlakon. Agama topeng adalah agama palsu. Di dalamnya tidak terdapat penghayatan agama yang sejati. Orang yang terus menerus bertopeng terhadap Allah dan sesamanya tidak akan memiliki kedamaian dan keyakinan yang menafasi hubungan agama yang sejati.

Kubur yang dicat putih. Penampilan seringkali menyesatkan. Yang indah, kadang tidak lebih dari sekadar kemasan teliti atas hal-hal yang rusak dan busuk di dalamnya. Bila kehidupan iman hanya menonjolkan hal-hal lahiriah, sementara kondisi hati ditelantarkan, kita seperti kubur yang berkapur indah di luar, tetapi tulang belulang belaka di dalamnya. Di dalam kasih dan kekudusan-Nya, Tuhan menegur kepalsuan tersebut. Mereka adalah kubur berisi bangkai; ular beludak berbisa. Mereka dan kita pun, harus disadarkan dan bertobat.


Renungkan: Salib Yesus membongkar dan meruntuhkan kepalsuan untuk menumbuhkan kerohanian iman sejati.


DOA: Tuhan Yesus, aku mohon kepada-Mu agar dianugerahi sukacita dan keberanian untuk berbagi sabda-Mu dengan orang-orang lain. Amin


Mat 23:27-32
Kalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi

 


Baca artikel dari sumbernya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.