Bacaan dan Renungan Rabu 19 Agustus 2020, Pekan Biasa XX

Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka,sehingga seterusnya tidak lagi menjadi mangsanya.

Tuhan bersabda kepadaku,”Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel,bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka,’Beginilah sabda Tuhan Allah: Celakalah gembala-gembala Israel,yang menggembalakan dirinya sendiri!Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh para gembala? Kalian menikmati susunya, kalian memakai bulunya untuk membuat pakaian, kalian menyembelih yang gemuk-gemuk, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kalian gembalakan. Yang lemah tidak kalian kuatkan, yang sakit tidak kalian obati,yang luka tidak kalian balut, yang tersesat tidak kalian bawa pulang, yang hilang tidak kalian cari, melainkan mereka kalian injak-injak dengan kekerasan dan kekejaman. Dengan demikian mereka tercerai-berai karena gembalanya tidak ada, dan mereka menjadi makanan segala binatang di hutan. Domba-domba-Ku tercerai-berai dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi; ya di seluruh negeri domba-domba-Ku tercerai-berai, tanpa ada seorang pun yang memperhatikan atau yang mencarinya’.”

Oleh sebab itu, hai gembala-gembala, dengarlah sabda Tuhan,”Demi Aku yang hidup,” demikianlah sabda Tuhan Allah,”domba-domba-Ku menjadi mangsa dan makanan segala binatang di hutan,karena tidak ada yang menggembalakannya,sebab gembala-gembala-Ku tidak memperhatikan domba-domba-Ku,melainkan menggembalakan dirinya sendiri,tetapi domba-domba-Ku tidak digembalakannya.”Oleh sebab itu, hai gembala-gembala, dengarlah sabda Tuhan,”Aku sendiri akan melawan para gembala, dan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku. Gembala-gembala itu tidak akan terus menggembalakan dirinya sendiri. Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga seterusnya tidak lagi menjadi makanannya.”Sebab beginilah sabda Tuhan Allah, “Sungguh, Aku sendirilah yang akan memperhatikan domba-domba-Ku dan mencari mereka.”

Ref:Tuhan adalah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

Tuhan adalah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan aku di padang rumput yang hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang, dan menyegarkan jiwaku.Ia menuntun aku di jalan yang lurus,demi ama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku.Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,pialaku penuh berlimpah,Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku,seumur hidupku.Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Sabda Allah hidup dan penuh daya,menguji pikiran dan segala maksud hati.

Iri hatikah engkau karena aku murah hati?

Sekali peristiwa Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya,
“Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah sepakat dengan para pekerja mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula,dan dilihatnya ada orang-orang lain menganggur di pasar.Katanya kepada mereka, “Pergi jugalah kalian ke kebun anggurku, dan aku akan memberimu apa yang pantas.” Dan mereka pun pergi.Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga sore ia keluar pula,dan berbuat seperti tadi.Kira-kira pukul lima sore ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula; lalu katanya kepada mereka, ‘Mengapa kalian menganggur saja di sini sepanjang hari?’Jawab mereka, “Tidak ada orang yang mengupah kami.’Kata orang itu, ‘Pergilah kalian juga ke kebun anggurku.’

Ketika hari sudah malam berkatalah tuan itu kepada mandornya,’Panggillah sekalian pekerja dan bayarlah upahnya,mulai dari yang masuk terakhir sampai kepada yang masuk terdahulu.Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima sore,dan mereka masing-masing menerima satu dinar.Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu.Mereka mengira akan mendapat lebih besar.Tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.Ketika menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya,’Mereka yang masuk paling akhir ini hanya bekerja satu jam,dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.Tetapi tuan itu menjawab salah seorang dari mereka,’Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadapmu.Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah. Aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?’Demikianlah yang terakhir menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu menjadi yang terakhir.”

Seperti halnya para pendengar ajaran Yesus, kita bisa berpikir bahwa mengikut Yesus sekian lama membuat kita layak beroleh upah. Upah itu adalah hak masuk sorga dan karunia kemuliaan sorgawi lainnya. Perumpamaan ini kembali menegaskan bahwa hak masuk sorga itu adalah karunia Allah; bukan upah dari Allah atas usaha moral atau agama yang kita lakukan. Panggilan Injil Kristus yang mencari, menemukan dan merubah kita. Orang bisa beriman, bertobat, berubah sifat, semata karena karunia Allah. Karena itu alasan untuk kita taat dan melayani Tuhan hanya satu: bersyukur dan mengasihi Tuhan yang telah lebih dulu mengasihi.

Sama di hadapan karunia Allah. Bagian firman ini menolak anggapan bahwa karunia Allah membuat orang ayal-ayalan. Sebaliknya karunia Allah mengharuskan orang menjalani hidup sebagai murid Yesus yang tulus dan tekun dalam kebaikan serta pelayanan. Namun seluruh kebaikan dan pelayanan itu adalah hasil menerima dan mensyukuri karunia Allah. Di hadapan Allah, baik Kristen asal Yahudi (lebih dulu mengenal Yesus) maupun Kristen asal kafir (kemudian mengenal Yesus), sama tidak dapat membanggakan apa pun dari dirinya.

Renungkan: Allah bukanlah manusia yang tawar menawar dan timbal balik. Allah selalu berprakarsa dan menyelesaikan rencana-Nya

DOA: Tuhan Yesus, nyalakanlah dalam hatiku api cintakasih-Mu yang mendorong Engkau memikul salib sampai ke bukit Golgota dan wafat di atas kayu salib di tempat itu. Bakarlah hatiku dengan hasrat guna melayani di kebun anggur-Mu untuk waktu yang lama dan dengan penuh pengabdian. Bebaskan diriku dari kesalahan membanding-bandingkan pelayananku dengan orang-orang lain yang Engkau telah panggil juga untuk bekerja di kebun anggur-Mu. Amin.

Mat 20:1-16a Iri hatikah engkau karena aku murah hati?

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.