Bacaan dan Renungan Rabu, 01 Mei 2019

Posted on

“Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.”


5:17 Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati. 5:18 Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. 5:19 Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: 5:20 “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” 5:21 Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. 5:22Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, 5:23 katanya: “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapihnya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorangpun yang kami temukan di dalamnya.” 5:24 Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. 5:25 Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak.” 5:26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.



Ref. Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.

Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya



Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16)



“Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.”


3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”


Tak ada kata menyerah


Bagaimana sikap seharusnya gereja menghadapi penganiayaan? Adalah fakta di negara kita bahwa jumlah gereja yang dibakar, dirusak, dan ditutup paksa terus bertambah setiap tahunnya. Izin mendirikan tempat ibadah juga semakin sulit, apalagi dengan diberlakukannya SKB dua menteri. Apakah hal-hal tersebut menjadi alasan bagi gereja untuk mengambil sikap diam dan menyerah? Atau sebaliknya, maju terus memberitakan Injil karena itulah panggilan Tuhan pada gereja.


Keadaan gereja perdana tidak jauh berbeda dari situasi sekarang. Saat itu banyak pemimpin agama yang iri dengan keberhasilan gereja perdana, terutama dalam hal memenangkan jiwa bagi Tuhan. Salah satunya adalah kelompok Saduki yang dipelopori Imam Besar (ayat 17). Mereka melakukan tindak kekerasan dengan menangkapi para rasul. Adakah tekanan yang begitu hebat membuat gereja perdana dan para rasul bungkam? Tidak! Mereka tetap berani dan lantang di muka umum memberitakan Injil Tuhan Yesus. Mengapa demikian? Pertama, karena Tuhan sendiri yang membebaskan mereka melalui malaikat-Nya. Tangan Tuhan menyertai mereka sehingga para musuh tidak berdaya. Kedua, Tuhan juga, melalui malaikat pembebas, memerintahkan mereka agar tetap setia memberitakan Kristus, firman hidup itu kepada orang banyak (ayat 20).


Banyak kesaksian dari anak-anak Tuhan pada masa lampau maupun masa kini yang mengisahkan bagaimana penyertaan Tuhan telah membuat mereka kuat dan berani untuk tetap mengabarkan Injil walau didera penderitaan. Tidak selalu penyertaan itu berupa mukjizat kelepasan dari tangan musuh. Kadang, anak-anak Tuhan diizinkan menghadapi penderitaan dan bahkan kematian. Penyertaan Tuhan mem-buat mereka sanggup menderita dan berani menghadapi maut. Yang jelas Tuhan menjanjikan mahkota kemuliaan bagi mereka yang tetap setia dan tidak kendur mewartakan Kristus, Firman Hidup, itu untuk semua orang (ayat 2Tim 4:2,8).


Mazmur, Alami Tuhan


Bagaimana meyakinkan orang lain bahwa Tuhan itu baik? Untuk orang-orang yang berpikiran modern, kita bisa mengajukan sejumlah bukti akan kebaikan Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab, atau yang dapat diperiksa dari kenyataan alam semesta ciptaan-Nya. Namun orang-orang yang dipengaruhi oleh pandangan pascamodern, yang merelatifkan segala kebenaran, tidak butuh pengajaran dan berbagai bukti tertulis. Yang mereka butuhkan adalah pengalaman sebagai bukti.


Mazmur ini mengajak para pembacanya untuk mengalami Tuhan. Alami sendiri kebaikan-Nya, sebagaimana yang telah pemazmur rasakan. Apa yang pemazmur rasakan dan alami? Rupanya mazmur ini lahir dari pengalaman Daud yang dilindungi Tuhan saat melarikan diri dari Saul, yang hendak membunuh dirinya (ayat 1: lih 1Sam 18-27). Sebagai seorang buronan, berulang kali Daud mengalami kesesakan, penindasan, dan merasa terjepit. Namun setiap kali ia menjerit kepada Tuhan, Tuhan menolong tepat pada waktunya (ayat 7). Perlindungan Tuhan dirasakan bagai dijaga oleh pasukan malaikat yang mengelilingi dia (ayat 8). Bagaikan satpam atau pengawal khusus yang dua puluh empat jam sehari menjaga penuh. Bagaikan satpam atau pengawal khusus yang dua puluh empat jam sehari menjaga penuh. Pemazmur mengajak para pembacanya merespons Tuhan agar pengalaman hidup mereka diperkaya. Mari, pandanglah Tuhan, maka hidup ini akan penuh kesukacitaan (ayat 7). Ayo, takutlah akan Tuhan, maka Dia akan mencukupkan segala kebutuhan kita (ayat 10-11).


Mengalami Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tak usah menunggu saat tekanan hidup tak tertahankan lagi. Alami Tuhan dengan melibatkan Dia dalam segala aspek hidup Anda. Dekatkan diri pada-Nya dengan sikap yang terbuka agar Dia dengan bebas menyapa dan menjamah hidup Anda. Saat Anda mengalami kehadiran atau pertolongan-Nya, naikkan syukur bersama-sama umat Tuhan lainnya. Mahsyurkan nama-Nya di hadapan orang lain.


Injil hari ini, Berilah respons yang tepat!


Yesus menerangkan bahwa “Dilahirkan kembali” bukanlah masalah fisik, melainkan tentang memasuki kehidupan baru sebagai hasil karya ajaib Roh Kudus. Memasuki kehidupan kekal ini dimungkinkan oleh pengorbanan Kristus di kayu salib. Ia menanggung hukuman untuk menggantikan manusia yang berdosa. Akan tetapi, hal ini sulit dipahami Nikodemus. Maka Tuhan Yesus mengambil suatu kisah dalam Perjanjian Lama untuk menolong Nikodemus memahami hal tersebut.


Sebagai seorang Farisi, Nikodemus tentu akrab dengan Perjanjian Lama yang di dalamnya termasuk juga kitab-kitab Taurat. Ia tentu tahu kisah ular di padang gurun (Bil 21:4-9). Yesus mengibaratkan kematian-Nya di kayu salib seperti kisah digantungnya ular tembaga di sebuah tiang. Itu terjadi karena orang-orang Israel memberontak melawan Allah. Sebagai hukuman, Allah mengirimkan ular-ular tedung untuk memagut mereka. Ketika Musa berdoa kepada Allah, Allah memerintahkan Musa untuk membuat ular tembaga dan menggantungnya. Siapa saja yang dipagut ular harus memandang ular tembaga itu, bila ingin disembuhkan. Begitu pulalah kematian Yesus di kayu salib (band. Yoh 12:32-34). Manusia yang telah berdosa karena melawan Allah harus menerima hukuman. Namun Kristus rela menanggung semua dosa manusia dan mereguk murka Allah. Dengan karya-Nya, Ia menebus manusia dan membebaskan manusia dari hukuman.


Respons seseorang pada karya Yesus akan menentukan apa yang akan ia terima: hidup kekal atau hukuman. Bagi yang tidak percaya, dengan tegas disebutkan bahwa mereka akan binasa (ayat 16) dan dihukum (ayat 18). Hukuman ini diberikan karena sebelumnya kesempatan untuk menerima terang Yesus telah diberikan, tetapi manusia menolak dan lebih suka melakukan yang jahat (ayat 19). Namun orang yang memberi respons positif bagai orang yang datang kepada terang (ayat 21). Niscaya ia diselamatkan dan beroleh hidup kekal (ayat 16-17).


Sudahkah kita merespons karya Yesus dan menerima anugerah keselamatan?


DOA: Bapa surgawi, kami berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena Engkau telah mengutus Putera-Mu yang tunggal ke tengah dunia. Melalui Putera-Mu ini, Engkau telah memberikan kepada kami akses ke surga dan menyambut kami ke dalam hidup kekal bersama-Mu – walaupun kami pantas dihukum karena dosa-dosa dan pemberontakaan kami. Siapakah kami, ya Allah yang baik, sehingga Engkau begitu berbelas kasih kepada kami? Ya Tuhan dan Allah kami, kobarkanlah kerinduan kami untuk hidup dalam hadirat-Mu. Amin. (Lucas Margono)


Yohanes 3:16-21 “Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.”

Yohanes 3:16-21 “Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.”

Tuhan, kasih-Mu selalu mengagumkan, karena sekaligus adalah adil dan menyelamatkan. Semoga aku mau bekerja sama untuk memulihkan martabat manusia dan seluruh ciptaan-Mu. Amin.


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.