Bacaan dan Renungan Minggu 28 April 2019 – Hari Minggu Paskah II (Kerahiman Ilahi)

“Jumlah orang yang percaya kepada Tuhan makin bertambah.”


5:12 Pada waktu itu para rasul mengadakan banyak tanda dan mukjizat di antara orang banyak. Semua orang beriman selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. 5:13 Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. 5:14 Makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan. 5:15 Bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai serta tilam, supaya apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. 5:16 Juga banyak orang dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun. Mereka membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.



Refren: Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!

Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya” Biarlah kaum Harun berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karena-Nya!Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan Tuhan Allah, Dia menerangi kita.

“Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya.”


1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, sedang berada di pulau yang bernama Patmos terdorong oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. 1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh, dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala. 1:11a Kata suara itu, “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab, dan kirimkanlah kepada jemaat di Asia.”


1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Ketika aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. 1:13 Di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.


1:17 Ketika melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati. Tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 1:18 Aku adalah Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya, dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. 1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.”



“Delapan hari kemudian Yesus datang.”


20:19 Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” 20:20 Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” 20:24 Pada waktu Yesus datang itu Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. 20:25 Maka kata murid-murid yang lain kepada-Nya, “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” 20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” 20:27 Kemudian Yesus berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku. Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!” 20:28 Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” 20:29 Kata Yesus kepadanya, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” 20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. 20:31 Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.


Apa yang membedakan gereja perdana dengan gereja-gereja masa kini pada umumnya? Gereja mula-mula penuh dengan keterbatasan, tetapi mampu memberikan pengaruh yang luar biasa di lingkungannya pada zamannya.


Kehadiran gereja mula-mula di dunia ini membawa dampak besar dan itu tampak dalam tiga fenomena. Yang pertama, walaupun mereka merupakan komunitas kecil, tetapi orang luar sangat menghargai mereka (ayat 13). Kedua, dalam keterbatasannya mereka mampu menarik banyak orang untuk percaya kepada Yesus (ayat 14). Dan yang ketiga, mereka mampu membagikan kasih Allah kepada banyak orang melalui mukjizat penyembuhan dan pembebasan dari roh jahat (ayat 12, 15-16). Secara manusiawi ketiga hal ini mustahil bisa dimiliki oleh sekelompok kecil orang. Namun kenyataannya, mereka memilikinya.


Adapun rahasia ledakan yang dibawa oleh gereja mula-mula ini terletak pada dua hal. Gereja mula-mula mampu mempengaruhi dunianya karena adanya kuasa Allah yang bekerja di tengah-tengahnya (ayat 12a). Selain itu persekutuan mereka yang intensif sebagai tubuh Kristus juga menjadi rahasia pengaruhnya (ayat 12b). Dua hal ini mampu menghasilkan ledakan besar yang melanda dunia saat itu tanpa bisa dihentikan.


Apabila dua hal ini dimiliki juga oleh kita, gereja Tuhan yang hidup di masa ini, maka tentu saja kita bisa bangkit dari kemandekan. Secara umum, gereja sekarang sudah lama tidur. Kita begitu disibukkan dengan program-program rutin gereja sehingga melupakan yang lebih penting dari itu. Kita melayani Allah, tetapi tidak mengalami kuasa-Nya. Kita selalu berkumpul di dalam gedung gereja, tetapi tidak membangun persekutuan. Ini ironis sekali. Gereja harus bangkit kembali dengan mengalami kuasa Allah dan memelihara persekutuannya. Dengan inilah kita bisa membuat suatu ledakan di zaman kita ini sebagaimana pengalaman gereja mula-mula.


Mazmur pujian ini merupakan nyanyian kemenangan yang sarat dengan keriangan rohani berkualitas tinggi. Saat itu raja keturunan Daud berada dalam keadaan bahaya, lalu dilepaskan oleh Allah untuk kemudian dipulihkan kedudukannya sebagai raja. Menurut sumber-sumber Yahudi, mazmur ini diucapkan bersahutan pada hari raya Pondok Daun.


Dalam nyanyian ini, pemazmur mengisahkan tentang penyelamatan yang dialaminya (ayat 5-21). Ia mengakui bahwa Tuhanlah yang membawa dia pada kelegaan. Pengakuan ini tidak hanya makin mengentalkan keyakinannya bahwa Tuhan ada di pihaknya, tetapi juga makin memperteguh iman dan pengharapannya. Ia juga mengajak umat untuk hanya mengandalkan Tuhan dan bukan manusia, betapa pun kuatnya (ayat 8-9). Meski akibat dari keyakinan ini ia harus berhadapan dengan sejumlah lawan dari “segala bangsa” (ayat 10) dan ditolak dengan hebat sampai jatuh (ayat 13), namun ia tidak jatuh, apalagi sampai mengalami kematian. Allah memberinya kekuatan sehingga ia dapat mengalahkan musuh-musuhnya.


Dari peristiwa ini, pemazmur melihat beberapa unsur yang sangat penting: Pertama, Tuhanlah pelaku utama dalam setiap pertempuran umat. Kedua, pengalaman ditolong dan mengalami kasih Allah mendorong dia untuk menyaksikan keajaiban perbuatan Allah itu kepada orang lain. Ketiga, hidup yang masih dimilikinya semata-mata adalah anugerah Tuhan (ayat 18). Keyakinan pemazmur ini merupakan ungkapan terlengkap yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang menyangkut kehidupan umat, dan seluruh ciptaan-Nya, mulai dari awal hingga akhirnya, ada pada-Nya.


Orang Kristen di zaman ini pun tidak terluput dari berbagai ancaman kekerasan. Tak jarang orang Kristen menjadi pihak yang dirugikan atau ingin dijatuhkan. Tetapi, itu tidak berarti bahwa orang Kristen tidak mampu menghadapinya. Pakailah pola penyelesaian pemazmur, yaitu mengikutsertakan Allah setiap saat dalam gerak langkah kehidupan kita.



Renungkan: Karena Allah beserta kita maka akhir dari segala kekerasan bukanlah bencana bagi kita, tetapi turut serta dalam pemuliaan-Nya.


Sebagai sastra apokaliptik, Kitab Wahyu sarat dengan simbol alias penanda. Tidak jarang simbol-simbol itu terlihat sangat dahsyat namun juga terkesan ganjil. Tapi, simbol-simbol itu dalam kitab ini tidak dimaksudkan untuk membingungkan umat Allah. Sebagai penanda, simbol bersinggungan dengan suatu realitas yang sangat agung dan bermaksud menuntun kita pada pengenalan dan penghayatan akan realitas tersebut.


Ketika bertutur tentang penyataan diri Kristus, simbol-simbol itu bersaksi tentang kemuliaan-Nya dan sikap-Nya yang senantiasa penuh perhatian terhadapnya. Sementara gereja sepanjang masa dan tempat dilambangkan dengan tujuh kaki dian, Kristus dikatakan berjalan di antara ketujuh kaki dian tersebut. Artinya, Kristus kerap kali melawat Gereja-Nya.


Kristus, yang disimbolkan sebagai sosok serupa Anak Manusia, yang mengingatkan kita pada otoritas-Nya sebaga Raja sekaligus Hakim, kali ini tampil dalam hubungan yang sangat intens dengan Gereja-Nya. Ia sedang berurusan dengan ketujuh sidang jemaat di Asia Kecil, yang bukan secara kebetulan memiliki ciri-ciri yang bakal terdapat pula pada sidang-sidang jemaat di sepanjang sejarah Gereja. Sosok serupa Anak Manusia, yakni Yesus Kristus itu, nampak sangat dahsyat dalam simbol-simbol yang melukiskan keilahian-Nya (ayat 14-15,16) sekaligus otoritas-Nya atas Gereja (ayat 16) dan kematian (ayat17-18). Atas dasar semua inilah Yesus Kristus, Tuhan yang bangkit itu berfirman kepada Gereja-Nya.


Menghayati keagungan Tuhan yang bangkit, Yohanes tidak menyesali keadaannya sebagai tawanan karena Kristus. Menyebut dirinya sendiri sebagai “saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan, dan dalam ketekunan menantikan Kristus”, rupanya ia juga ingin supaya orang-orang percaya lainnya tetap setia kepada Sang Kristus pada masa-masa sukar itu. Ia juga mengajak mereka, dalam sidang-sidang jemaat yang di dalamnya mereka bernaung, untuk mendengarkan firman Tuhan, Raja Gereja.


Murid-murid Yesus telah terpenjara oleh rasa takut mereka sendiri. Mereka berkumpul di dalam ruangan yang terkunci karena khawatir akan sikap pemimpin-pemimpin Yahudi terhadap mereka setelah kematian Yesus. Apalagi jasad Yesus pun kemudian hilang dari kubur. Hidup mereka saat itu seperti sebuah sasaran tembak, setiap saat dan tanpa terduga bisa saja terkena tembak. Tak heran bila murid-murid Yesus jadi menyembunyikan diri rapat-rapat. Namun semua itu tidak membatasi Yesus untuk hadir di dalam ruangan tersebut dan menampakkan diri pada murid-murid-Nya. Rasa takut menguap, berganti dengan damai dan sukacita yang memenuhi hati.


Akan tetapi damai dan sukacita karena kebangkitan Yesus bukan hanya milik mereka. Mereka juga harus membagikan berita sukacita itu kepada orang lain. Itulah sebabnya Yesus kemudian mengutus mereka ke dalam dunia dengan membawa berita tentang keselamatan di dalam Yesus. Sebagai murid-murid Kristus, mereka memang harus berpartisipasi dalam misi Allah bagi keselamatan dunia.


Kristus yang bangkit juga menginginkan kita dipenuhi dengan hasrat untuk mengabarkan Injil kepada seluruh dunia, dimulai dari tempat di mana kita berada. Tugas ini penting karena Allah menghendakinya, dan mendesak karena zaman ini makin jahat. Maka cara terbaik agar semua orang bisa mendengar berita sukacita ini adalah dengan terus memperdengarkan kabar baik tentang pengampunan melalui Yesus Kristus. Ingatlah bahwa bukan hanya hamba Tuhan/pendeta atau orang yang aktif di bidang pelayanan saja yang berkewajiban untuk mengabarkan Injil. Setiap kita yang mengaku diri sebagai pengikut Kristus pun wajib ambil bagian dalam hal ini. Bila kita merasa tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya atau tidak mengerti bagaimana caranya, mohonlah pimpinan Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus memampukan, mengajar, dan menuntun orang percaya untuk menjadi utusan Kristus di dunia ini.


Tomas adalah murid yang tidak mudah memercayai kesaksian atau opini orang lain. Tak heran bila ia juga tidak mudah memercayai cerita murid-murid lain bahwa mereka telah melihat Tuhan. Tomas ingin membuktikan sendiri.


Menghadapi sikap Tomas, Tuhan tidak marah. Ia malah berkenan menyatakan diri kepada Tomas. Melihat bahwa Tomas hanya mau percaya kalau membuktikan sendiri, Yesus menawarkan kesempatan pada Tomas untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh-Nya yang luka. Betapa besarnya kasih karunia Yesus pada Tomas, seperti kasih seorang ibu yang hanya menginginkan kesembuhan bagi anaknya yang sakit. Tak pelak, pembuktian itu membuat mulut Tomas mengakui kedaulatan Yesus. Yang muncul bukan lagi Tomas yang bergelut dengan keraguan, tetapi Tomas yang bertelut dalam pengakuan bahwa Yesuslah Tuhannya.


Kisah Tomas memperlihatkan pada kita bahwa Yesus memberi perhatian juga pada orang yang kritis dan hanya mau berdiri di atas fakta atau realitas. Ia membuat diri-Nya nyata dengan membiarkan Tomas berhadapan dan bersentuhan dengan Dia. Yesus menunjukkan kasih-Nya melalui cara yang dapat dipahami oleh Tomas. Kisah Tomas memberi pelajaran bagi kita, yang terlibat di dalam pelayanan, untuk menyatakan bahwa kasih Tuhan nyata bagi orang yang kita layani.


DOA: Tuhan Yesus, perdalamlah imanku akan siapa Engkau dan tentang apa yang telah Kaulakukan bagi diriku. Sentuhlah aku oleh Roh Kudus-Mu dan ubahlah ketidak-percayaanku menjadi rasa percaya. Amin.(Lucas Margono)


Yoh. 20:19-31 “Delapan hari kemudian Yesus datang.” 20:19 Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” 20:20 Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” 20:24 Pada waktu Yesus datang itu Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. 20:25 Maka kata murid-murid yang lain kepada-Nya, “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” 20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” 20:27 Kemudian Yesus berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku. Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!” 20:28 Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” 20:29 Kata Yesus kepadanya, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” 20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. 20:31 Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Yoh. 20:19-31 “Delapan hari kemudian Yesus datang.”

Tuhan, bantulah aku untuk selalu percaya pada misteri kebangkitan-Mu. Semoga dalam setiap keraguanku, aku mampu mengalami kehadiran-Mu melalui orang-orang di sekitarku. Amin


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.