Bacaan dan Renungan Minggu 24 Februari 2019|Pekan Biasa VII|St. Montanus dan Lucius

Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun Zif.
Datanglah Daud dengan Abisai kepada rakyat itu pada waktu malam, dan tampaklah di sana Saul berbaring tidur di tengah-tengah perkemahan, dengan tombaknya terpancung di tanah pada sebelah kepalanya, sedang Abner dan rakyat itu berbaring sekelilingnya.
Lalu berkatalah Abisai kepada Daud: “Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua kali.”
Tetapi kata Daud kepada Abisai: “Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi Tuhan, dan bebas dari hukuman?”
Kemudian Daud mengambil tombak dan kendi itu dari sebelah kepala Saul, lalu mereka pergi. Tidak ada yang melihatnya, tidak ada yang mengetahuinya, tidak ada yang terbangun, sebab sekaliannya tidur, karena Tuhan membuat mereka tidur nyenyak.
Setelah Daud sampai ke seberang, berdirilah ia jauh-jauh di puncak gunung, sehingga ada jarak yang besar antara mereka.
Tetapi Daud menjawab: “Inilah tombak itu, ya tuanku raja! Baiklah salah seorang dari orang-orangmu menyeberang untuk mengambilnya.
Tuhan akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab Tuhan menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi Tuhan.



Ref:Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku!Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah Tuhan, hai jiwaku,janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu,yang menyembuhkan segala penyakitmu!Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!Tuhan adalah pengasih dan penyayang,panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.Sejauh timur dari barat,demikian pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa.

Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.


“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” “Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”


Renungan Minggu 24 Februari 2019


Dari mana hidup ini berasal? Sebagai orang beriman, jawaban yang lekas muncul adalah Tuhan. Selain Tuhan, pihak yang paling menentukan keberlangsungan hidup kita adalah sesama. Melalui sesama jugalah kita dapat menemukan dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Namun, bagaimana sesungguhnya relasi kita dengan sesama di sekitar kita? Umumnya kita acap tak hirau dengan kehadiran dan perhatian sesama di sekitar. Kita baru akan menyadari peranan mereka, ketika sudah kehilangan. Karena itu, Yesus melalui Injil hari ini, mengingatkan tentang pentingya memperbaiki relasi yang rusak dengan sesama, khususnya mereka yang masuk dalam kategori musuh. Tentang hal ini, kita dapat belajar dari tokoh Daud.


Saul amat mebenci daud,sebab posisinya sebagai pemimpin diancam dengan hadirnya Daud. Ia mengejar Daud dan berniat membinasakannya. Namun, Daudlah yang memiliki kesempatan itu. Alih-alih membunuhmusuhnya itu, Daud justru membiarkannya hidup. Apa yang dilakukan oleh Daud juga adalah perintaj yang disampaiakn Yesus dalam Injil. “Kasihilah musuhmu,berbuatah baik kepada oarang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu…” Semoga seperti Daud, kita pun mampu mengasihi sesama,juga mereka yang membenci kita.


Renungan diambil dari Ziarah Batin 2019


24 Feb 2019



Tuhan, jangan biarkan aku hidup dalam rasa dendam, karena hidupku hanya bersumber pada kasih-Mu dan kemurahan hati sesama. Amin


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: