Bacaan dan Renungan Minggu 12 Juli 2020 | Pekan Biasa XV

Hujan menyuburkan bumi dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.


Beginilah firman Tuhan,”Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”


Ref:Luk 8:8



Benih jatuh di tanah yang baik, dan menghasilkan buah.

Engkau mengindahkan tanah, lalu mengaruniainya kelimpahan,Engkau membuatnya sangat kaya.Sungai-sungai Allah penuh air;Engkau menyediakan gandum bagi mereka.Ya, beginilah Engkau menyediakannya:Engkau mengairi alur bajaknya,dan membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya,dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya,dan memberkati tumbuh-tumbuhannya.Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu,jejak-Mu mengeluarkan lemak;tanah-tanah padang gurun mengalirkan air,bukit-bukit berikat pinggangkan sorak-sorai.Padang-padang rumput berbusanakan kawanan kambing domba,lembah-lembah berselimutkan gandum,semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.

Dengan amat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah menyatakan.


Saudara-saudara,aku yakin,penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan,bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena kehendak Dia yang telah menaklukkannya, tetapi penaklukan ini dalam pengharapan,sebab makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan,dan masuk ke dalam kemerdekaan mulia anak-anak Allah.


Kita tahu, sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin; dan bukan hanya makhluk-makhluk itu saja! Kita yang telah menerima Roh Kudus sebagai anugerah sulung dari Allah, kita pun mengeluh dalam hati sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.



Pada suatu hari Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dengan memakai perumpamaan-perumpamaan. Ia berkata, “Ada seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung-burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tumbuhan itu dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda, ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar,hendaklah ia mendengarkan!”


Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya,”Mengapa Engkau mengajar mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus, “Kamu diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi sampai ia berkelimpahan; tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga. Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan, karena sekalipun melihat, mereka tidak tahu, dan sekalipun mendengar,mereka tidak menangkap dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar lagi, namun tidak mengerti; kamu akan melihat dan melihat lagi, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, telinganya berat untuk mendengar, dan matanya melekat tertutup; agar jangan mereka melihat dengan matanya, dan mendengar dengan telinganya, dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Kusembuhkan.


Akan tetapi berbahagialah kamu karena melihat,dan berbahagialah telingamu karena mendengar.Sebab Aku berkata kepadamu:Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar
ingin melihat apa yang kamu lihat,tetapi tidak melihatnya,dan ingin mendengar apa yang kamu dengar,tetapi tidak mendengarnya.Karena itu, dengarlah arti perumpamaan tentang penabur itu.Setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Surga,tetapi tidak mengerti,akan didatangi si jahat,yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya.Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan.Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja.Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu,lalu firman itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan,sehingga tidak berbuah.Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti,dan karena itu ia berbuah,ada yang seratus, ada yang enam puluh,dan ada yang tiga puluh kali lipat.”



“Ada seorang penabur keluar untuk menabur.”


Pada suatu hari Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau.Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dengan memakai perumpamaan-perumpamaan. Ia berkata, “Ada seorang penabur keluar untuk menabur.Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,lalu datanglah burung-burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu,yang tidak banyak tanahnya,lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit,layulah tumbuhan itu dan menjadi kering karena tidak berakar.Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah,ada yang seratus ganda,ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda.Barangsiapa bertelinga untuk mendengar,hendaklah ia mendengarkan!”


Ketika Allah berfirman, Ia juga menyatakan diri-Nya, Ia hadir di antara kita. Kita tidak dapat memisahkan firman-Nya dengan diri-Nya sendiri. Itu sebabnya, mencari Tuhan adalah mencari firman-Nya. Firman-Nya, jauh melampaui pemahaman kita. Dia adalah Allah yang tidak terbatas, firmanNya juga tidak terbatas. Namun segala kehendak-Nya dan apa yang Dia firmankan adalah untuk kebaikan kita. Firman-Nya sungguh berkuasa. Apapun yang Ia kehendaki pasti berhasil. Keadaan yang rusak, suasana yang mengerikan dan kehidupan yang sulit, secara ajaib akan berubah dengan baik ketika firman-Nya datang. Kelima, ada hormat dan pujian bagi orang yang memberitakan firman Tuhan karena melalui dia, nama Tuhan dimahsyurkan.


Firman-Nya Ya dan Amin. Kita yang sudah menerima keselamatan dan yang diberdayakan oleh firman-Nya demi misi-Nya, mari giat mengabarkan Injil agar lebih banyak lagi orang yang menanggapi undangan anugerah ini.


Bacaan kedua tentang arti “Penderitaan orang Kristen”.


Boleh dikata tiap hari kita mendengar berbagai berita tentang penderitaan yang dialami orang di dunia ini. Orang Kristen sendiri menderitakah? Ya. Seperti halnya Kristus sudah menderita, kita pun ikut menderita bersama-Nya dan karena Dia. Karena kita masih hidup dalam dua zaman, antara zaman lama dan zaman baru, kita sedang berjalan dari penderitaan menuju kemuliaan. Penderitaan itu dialami baik oleh anak-anak Allah maupun segenap isi ciptaan. Namun penderitaan yang sedang kita alami ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima kelak.


Bagaimanakah sikap orang Kristen dalam penderitaan? Orang Kristen tidak perlu hancur di dalam penderitaan. Ada beberapa prinsip yang memungkinkan kita menang. Pertama, kita telah menerima karunia sulung Roh yang tidak saja menguatkan kita tetapi juga menjamin bahwa kita akan tiba dalam kemuliaan kelak. Kedua, kita dapat berkeluh kesah kepada Allah tentang tubuh fana kita dan sifat daging dosa kita . Ketiga, dalam iman dan harap kita menatap ke Hari Tuhan. Keempat, pengharapan itu memberi kita ketekunan, kemenangan dan keselamatan di dalam penderitaan kita.
Kristus yang telah menderita hadir dalam penderitaan kita melalui Roh-Nya untuk mengubah keluh kesah kita menjadi nyanyian syukur.


Bacaan Injil mengajak kita semua Mengerti akan kebenaran-Nya sebab ini adalah anugerah. Banyak orang Kristen datang beribadah ke Gereja, namun ketika mereka meninggalkan ruang ibadah, apakah mereka pengertian yang sama? Ada yang hanya mendengar namun sibuk dengan pikirannya sendiri; ada yang mendengar tetapi tidak mengerti; ada yang mendengar tetapi kemudian menafsirkannya sendiri; ada juga yang sungguh- sungguh mendengar dan mengerti kebenarannya. Tempat yang sama, nas Kitab Suci yang sama, dan pengkhotbah yang sama, tidak menentukan jemaat yang hadir mendapatkan pengertian yang sama pula. Mengapa demikian? Mengerti kebenaran firman-Nya adalah anugerah, yang dinyatakan bagi mereka yang mau terbuka kepada kebenaran-Nya.


Inilah yang dijelaskan Yesus ketika murid-murid-Nya menanyakan mengapa Ia memakai metode perumpamaan. Banyak orang berbondong-bondong datang, tetapi seperti nubuat nabi Yesaya bahwa mereka mendengar dan melihat namun tidak mengerti. Bukan karena Ia tidak mau menyatakan kebenaran kepada mereka, tetapi karena mereka yang mengeraskan hati, sehingga mereka tidak bertemu dengan kebenaran itu, yakni Yesus sendiri. Zaman kini banyak orang berbondong-bondong mencari Gereja, tetapi berapa banyak yang sungguh-sungguh mau terbuka kepada kebenaran firman-Nya, sehingga ia mengerti, percaya, dan menyimpan kebenaran itu dalam hatinya? Bukan orang-orang yang secara fisik hadir di gereja yang dapat mengerti kebenaran-Nya, tetapi anugerah pengertian dinyatakan bagi orang Kristen yang haus akan kebenaran.


Arti perumpamaan seorang penabur adalah bahwa tidak semua orang yang menerima kebenaran kemudian akan berakar, bertumbuh, dan menghasilkan buah. Firman kebenaran itu harus dimengerti (diterima); diresapi (berakar); dihayati sehingga mempengaruhi pola pikir, perilaku, gaya hidup (bertumbuh); dan dipertahankan sampai menghasilkan berlipatganda (berbuah). Pergumulan, masalah, kesulitan, kekuatiran, dan segala bentuk tantangan akan merupakan ujian bagi orang Kristen, apakah orang Kristen sanggup berakar, bertumbuh, dan kemudian berbuah di tengah dunia yang menentang kebenaran.



Renungkan: Mengerti kebenaran-Nya adalah anugerah. Milikilah sikap terbuka untuk mengerti dan kemudian mengizinkan kebenaran itu mengubah hidup Saudara, maka hidup Saudara akan berbuah berlipatganda.


12 Juli 2020

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.