Bacaan dan Renungan Minggu 10 Januari 2021 Pesta Pembaptisan Tuhan

Marilah dan minumlah! Dengarkanlah Aku, maka kamu akan hidup!

Beginilah firman Tuhan, “Hai kamu, semua orang yang haus, marilah dan minumlah! Dan kamu yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli, dan makanlah; minumlah anggur dan susu tanpa bayar! Mengapa kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti? Dan mengapa upah jerih payahmu kamu belanjakan untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku, maka kamu akan mendapat makanan yang baik, dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu, dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah Aku, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.

Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa-bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena Tuhan, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.

Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengasihaninya, baiklah ia kembali kepada Allah kita, sebab Allah kita memberi pengampunan dengan limpah. “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,” demikianlah firman Tuhan. “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah jalan-Ku menjulang di atas jalanmu, dan rancangan-Ku di atas rancanganmu. Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberi benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki,
dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”


Ref: Kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.

Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar; sebab Tuhan ALLAH itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!”

Ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: Roh, air dan darah.

Saudara-saudara yang terkasih, setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Dan perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, yakni iman kita. Tidak ada orang yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Dia inilah yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di bumi, yakni  Roh, air dan darah, dan ketiganya adalah satu. Kesaksian manusia kita terima, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.


Yohanes melihat Yesus datang kepadanya; dan ia berkata, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”


Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.

Tatkala banyak orang minta dibaptis, Yohanes memberitakan kepada mereka, “Sesudah aku akan datang Dia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat keluar dari air, Yesus melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Pesta Pembaptisan Tuhan ditempatkan pada awal masa biasa, tepatnya pada Minggu Pertama Masa Biasa. Maksud utamanya adalah agar kita umat beriman menempatkan diri kita dalam persekutuan dengan Yesus yang memiliki misi keselamatan bagi umat manusia.

Pembaptisan di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis sebenarnya adalah Pembaptisan Pertobatan untuk semua orang pada zaman itu yang terbuka hatinya dalam menanggapi seruan Yohanes Pembaptis “ Ada suara orang yang berseru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Mrk. 1:3), dan kemudian ia berseru” Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Mrk. 1:4). Pada kenyataannya banyak orang tergerak untuk bertobat dan mengaku dosanya, lalu berhimpun di sungai Yordan dan menyerahkan diri mereka untuk dibaptis oleh Yohanes (Mrk. 1:5).

Kalau Yesus dibaptis Yohanes di sungai Yordan, itu bukanlah rancangan Yohanes Pembaptis. Yohanes sendiri sama sekali tidak mengharapkan hal itu terjadi, bahkan ia merasa tak layak di hadapan Yesus. Yohanes berkata, “…membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak” (Mrk.1:7b). Jelaslah bahwa itu adalah rancangan Allah untuk hal-hal penting berkaitan dengan rencana keselamatan yang dibawa Yesus.

Pertama, Yesus menunjukkan solidaritas dengan semua manusia yang perlu bertobat, dan kemudian berkehendak baik untuk datang kepada Allah. Itulah kerendahan hati Yesus untuk turun ke sungai Yordan. Ia mau mengungkapkan rasa senasib dengan manusia yang berdosa, sekalipun Ia tanpa dosa. Hal itu adalah kelanjutan dari kelahiran Yesus yang datang ke dalam dunia. Kini segaris dengan itu, sebagai kelanjutannya, Yesus masuk ke sungai Yordan untuk berjumpa dengan para manusia pendosa yang butuh pertobatan, pertolongan dan arah baru menuju keselamatan.

Kedua, peristiwa pembaptisan Yesus adalah pengesahan permulaan misi Yesus di dunia. Itu adalah pertama kali Yesus tampil di hadapan umum, dan secara tak langsung diperkenalkan oleh Allah kepada manusia bahwa kini apa yang dikatakan nabi Yesaya “tahun rahmat Tuhan telah datang”, menjadi nyata pada peristiwa pembaptisan ini. Permulaan misi Yesus ini serentak mendapatkan pengesahan dan pengakuan surgawi bahwa Yesus adalah anak Allah, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah aku berkenan”(Mrk.1:11). Langit terbuka menunjukkan peneguhan dari Allah tentang misi Yesus sebagai yang sungguh-sungguh berasal dari Allah dan berisikan kelimpahan keselamatan yang tercurah dari surga lewat Roh Kudus kepada semua manusia. Surga yang tertutup karena dosa manusia, kini terbuka manusia. Tampilnya burung merpati menyimbolkan pesan penting bahwa misi yang dibawa Yesus adalah misi perdamaian, misi keselamatan, suatu warta sukacita dari Allah bagi dunia ini.

Ketiga, Pesta Pembaptisan Tuhan ini mengingatkan kita akan arti pembaptisan kita. Baptisan mengingatkan kita akan permulaan hidup rohani kita yaitu ketika kita dibaptis, dan sekarang kita berada di jalan keselamatan dan berjalan bersama Yesus dalam Roh-Nya. Kita melakukan perjalanan dengan Yesus dengan misi yang sama. Seperti Dia, kita melakukan pekerjaan yang baik dan membawa kesembuhan bagi semua yang berada dalam cengkeraman dosa. Rahmat baptisan akan selalu menguduskan kita semua dan seluruh aktivitas kita. Karenanya kita dimampukan untuk mengemban misi keselamatan yang sudah dikenakan pada kita sejak kita dibaptis. (VU)


Renungan diambil dari: Percikan Hati Vol 19 No.5 Januari 2021



Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.